Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 24 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 14:26-40

Peraturan dalam pertemuan jemaat


26 Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.


27 Jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang, dan harus ada seorang lain untuk menafsirkannya.


28 Jika tidak ada orang yang dapat menafsirkannya, hendaklah mereka berdiam diri dalam pertemuan Jemaat dan hanya boleh berkata-kata kepada dirinya sendiri dan kepada Allah.


29 Tentang nabi-nabi baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan.


30 Tetapi jika seorang lain yang duduk di situ mendapat penyataan, maka yang pertama itu harus berdiam diri.


31 Sebab kamu semua boleh bernubuat seorang demi seorang, sehingga kamu semua dapat belajar dan beroleh kekuatan.


32 Karunia nabi takluk kepada nabi-nabi.


33 Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.


34 Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat.


35 Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat.


36 Atau adakah firman Allah mulai dari kamu? Atau hanya kepada kamu sajakah firman itu telah datang?


37 Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.


38 Tetapi jika ia tidak mengindahkannya, janganlah kamu mengindahkan dia.


39 Karena itu, saudara-saudaraku, usahakanlah dirimu untuk memperoleh karunia untuk bernubuat dan janganlah melarang orang yang berkata-kata dengan bahasa roh.


40 Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.


Ketika kita datang beribadah, biasanya kita memiliki harapan bahwa kita akan mendapatkan sesuatu dari Tuhan.


Kita ingin dikuatkan, dihibur, ditegur, mendapatkan jawaban pergumulan kita dan mengalami hadirat Tuhan.


Itu semua baik, tetapi Firman Tuhan mengajak kita melihat apa yang Tuhan kerjakan melalui satu jemaat ke jemaat lainnya.


Ini persoalan yang terjadi di Jemaat Korintus. Mereka Jemaat yang aktif, punya banyak karunia.


Ada yang menyampaikan mazmur, mengajar, menyampaikan wahyu, berbahasa roh dan menafsirkan.


Masalahnya mereka belum tahu bagaimana menggunakan apa yang Tuhan karuniakan dengan cara yang benar, mereka punya karunia, tetapi ibadah menjadi tidak tertib.


Mereka punya banyak hal untuk disampaikan, tetapi disampaikan pada waktu yang sama, akhirnya menjadi kebingungan dan kekacauan di antara Jemaat.


Pada 1 Korintus 14:26 Rasul Paulus menekankan satu hal yang sangat penting: tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun.


Ibadah bukan panggung untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, bukan tempat untuk mempertontonkan kemampuan rohani.


Melainkan persekutuan umat Tuhan yang telah ditebus Kristus, di mana setiap orang mempergunakan karunia untuk membangun tubuh Kristus.


Itu sebabnya Paulus memberi aturan mengenai penggunaan bahasa roh dan nubuat di 1 Korintus 4:27, karena apa yang disampaikan kepada Jemaat harus menjadi manfaat.


Demikian juga bernubuat, Paulus memberikan kesempatan bergantian supaya yang lain dapat menilai, dan jika seseorang mendapatkan penyataan, yang berbicara harus memberikan kesempatan kepada orang lain.


Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan Roh Kudus tidak menghasilkan kekacauan, tetapi damai sejahtera.


Ini adalah dasar doktrinal yang penting bagi kehidupan gereja, Allah adalah Allah yang tertib.


Roh Kudus membawa umat Allah kepada kebenaran, kasih dan pembangunan tubuh Kristus. Semakin kita memahami karya Roh Kudus, semakin kita memahami ketertiban.


Kebebasan rohani harus berjalan bersama ketertiban rohani, karunia harus berjalan bersama kasih, kebebasan harus berjalan bersama tanggung jawab.


Itu sebabnya dalam pengalaman rohani, setiap orang harus tunduk kepada kebenaran Firman Tuhan.


Kita juga harus ingat tujuan ibadah itu bukan menghasilkan pengalaman yang spektakuler, tetapi membangun umat Allah dan memuliakan Kristus.


Di sini kita melihat jelas bahwa Injil menjadi dasar segalanya, kita tidak datang kepada Allah karena ibadah kita cukup baik.


Kita diterima Allah bukan karena kita bermain musik dengan bagus, doa kita panjang dan indah, atau pelayanan kita banyak.


Jadi ibadah bukan usaha untuk mendapatkan penerimaan Allah, ibadah adalah respon orang yang sudah menerima anugerah di dalam Kristus.


Oleh karena itu kita jadikan Kristus sebagai pusat ibadah, bukan diri kita.


Pesan Firman Tuhan:


Mari kita menjaga ibadah kita yang berkenan kepada Tuhan dengan tertib dan sopan, supaya kita sama-sama semuanya dapat saling membangun.




Doakan dan renungkan


* Ibadah bukan panggung untuk menunjukkan siapa yang paling hebat, bukan pula tempat untuk mempertontonkan karunia roh yang diterimanya dari Tuhan.


* Ibadah merupakan persekutuan umat Tuhan yang telah ditebus Kristus, di mana setiap orang mempergunakan karunianya untuk membangun jemaat.


Ibadah yang membangun