Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 21 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 12:1-11

Rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh


Mari kita membaca Firman Tuhan, yang terambil dari:


1 Korintus 12:1-11


1 Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.


2 Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.


3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.


4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.


5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.


6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.


7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.


8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.


9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.


10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.


11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.


Fokus kita terletak pada ayat 4-6.


4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.


5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.


6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.


Setiap orang pasti memiliki sesuatu yang istimewa di dalam dirinya.


Misalnya: pandai berbicara atau fasih lidah, mengajar, berorganisasi, peka akan kebutuhan orang lain, menguatkan yang lemah.


Sering kali orang memiliki kemampuan itu, hanya untuk membangun dirinya sendiri. Kita ingin mendapatkan pengakuan karena kemampuan kita.


Di dalam pelayanan, kita mencari penghargaan dari orang lain. Kita ingin terkenal dan kontribusi kita dipuji oleh orang.


Paulus membahas tentang karunia-karunia roh. Ia mengoreksi cara berpikir jemaat Korintus. Mereka memiliki banyak karunia, tetapi tidak paham tujuan karunia itu diberikan.


Karunia-karunia tersebut menjadi sumber kebanggaan, persaingan, dan perselisihan; sehingga ditemukan perpecahan di dalam kehidupan mereka.


Itu sebabnya, Paulus membuka bagian ini dengan penekanan pengertian yang benar mengenai karunia roh.


Karunia rohani itu tidak boleh dipahami berdasarkan perasaan, pengalaman pribadi, atau kebanggaan manusia.


Karunia roh ini harus dipahami berdasarkan pekerjaan Allah di dalam kehidupan kita. Paulus mengingatkan bahwa dahulu mereka adalah orang yang tersesat dalam berhala yang bisu.


Namun, sekarang mereka sudah mengenal Allah melalui karya Roh Kudus. Karya ini memberikan karunia-karunia di dalam kehidupan orang percaya.


Mereka harus menyadari bahwa karunia itu bukan hasil usaha manusia atau kemampuan yang muncul dengan sendirinya di dalam manusia, melainkan pemberian atau anugerah Allah.


Jika karuni aadalah anugerah Allah, maka kita harus sadar bahwa tidak ada hal yang dapat dibanggakan. Tidak ada tempat untuk kita menjadi tinggi hati.


Tidak ada seorang pun dapat berkata bahwa karunia itu dimiliki karena dirinya lebih rohani dari orang lain atau karena kita memang layak untuk menerima atau mendapatkan karunia itu.


Kita harus ingat bahwa setiap orang percaya diberikan karunia karena hal tersebut yang dikehendaki Karunia seharusnya tidak membuat kita jadi tinggi hati, tetapi sebaliknya, menjadi rendah hati; karena itu semua berasal dari Allah.


Pada ayat 4-6, dijelaskan bahwa ada berbagai macam karunia, tetapi satu Roh. Ada berbagai macam pelayanan, tetapi satu Tuhan.


Berbagai macam perbuatan ajaib, tetapi Allah yang sama mengerjakan semuanya di dalam semua orang.


Jadi, ketika gereja melayani, manusia bukan pusatnya, melainkan Allah yang menjadi pusat dan sumber di dalam pelayanan. Maka, ayat 7 Paulus menegaskan mengenai “tiap-tiap orang” yang dimaksud.


Kata ini berarti bahwa setiap orang menjadi milik Kristus, memiliki tempat dan fungsi dalam pekerjaan Allah dengan tujuan untuk kepentingan bersama.


Karunia-karunia ini jangan sampai memicu perselisihan dan perpecahan di dalam tubuh Kristus, atau membuat kita merasa lebih istimewa, atau merasa lebih hebat dari orang lain. Karunia jelas diberikan untuk membangun tubuh Kristus dan menjadi berkat bagi sesama.


Lalu, Paulus memberikan beberapa contoh karunia, yaitu: perkataan hikmat, pengetahuan, iman, menyembuhkan, kuasa mengadakan mujizat, bernubuat, membedakan roh dan berbagai bahasa, dan menafsirkan bahasa.


Hal ini menjelaskan bahwa tiap-tiap orang diberikan karunia itu secara khusus dalam ayat 11:


1 Korintus 12:11


11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.


Ayat ini menjelaskan bahwa kita tidak perlu merasa iri ketika melihat karunia orang lain. Kita tidak perlu memaksakan diri menjadi orang lain dan merasa rendah diri karena karunia yang berbeda.


Sebaliknya, kita tidak boleh merasa tinggi hati karena karunia kita yang lebih menonjol.


Ingat, bahwa Roh Kudus memberikan kepada tiap-tiap orang secara khusus seperti yang dikehendakinya.


Jadi jelas bahwa ada kebijaksanaan Allah mengenai tujuan tersendiri di dalam keberagaman itu. Keberagaman ini ada untuk saling melengkapi tubuh Kristus, bukan untuk saling menonjolkan diri.


Hal ini perlu dipandang sebagai suatu keindahan di dalam tubuh Kristus. Jika di dalam sebuah tubuh hanya terdiri dari mata saja atau tangan saja, tentu akan terasa seram seperti monster.


Tubuh kita terlihat indah karena ada bagian yang berbeda dengan fungsi yang berbeda, untuk saling melengkapi.


Itu sebabnya, satu bagian tubuh tidak dapat berkata kepada bagian lain bahwa ia tidak butuh bagian lain itu karena tidak berguna.


Demikian juga di dalam gereja, gereja tidak butuh semua orang menjadi sama. Gereja bukan homogen, melainkan heterogen. Kita berbeda, tetapi menjadi satu di dalam tubuh Kristus.


Gereja butuh setiap orang menjalankan fungsi yang Tuhan percayakan kepadanya.


Perbedaan karunia bukan menjadi ancaman bagi kesatuan kiita, melainkan bagian dari desain Allah dari kesatuan tubuh Kristus.


Kita juga jangan merasa minder saat orang lain memiliki karunia lebih banyak dari kita. Ingat, karunia setiap orang dapat menjadi sarana yang Tuhan gunakan untuk membangun tubuh Kristus.


Terpenting adalah bukan seberapa besar atau banyak karunia yang dimiliki, melainkan seberapa setia kita mau menggunakan karunia yang Tuhan berikan itu untuk kemuliaan Tuhan.


Pesan Firman Tuhan bagi kita

1. Mari kita belajar bersyukur untuk karunia yang Tuhan berikan bagi kita.


Sekalipun terlihat sederhana, tapi bersyukur karena Tuhan mau memakai kita dari yang sederhana itu menjadi sesuatu yang luar biasa.


Jika kita memiliki karunia yang lebih banyak, kita jangan menjadi sombong. Tanpa Tuhan yang memberikan karunia itu, kita bukan siapa-siapa.


2. Mari kita pakai tiap karunia yang Tuhan berikan untuk melayani Tuhan dan saling melengkapi tubuh Kristus.


Hal ini agar melalui kesaksian atau kesatuan hidup kita sebagai orang percaya, orang lain dapat melihat Kristus, merasakan kasih Kristus, dan menemukan keindahan Kristus melalui keberagaman kita, yang tetap bersatu karena kita adalah tubuh Kristus.


Doakan dan renungkan


* Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.


* Ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.


Mari Melayani dan Melengkapi