Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 18 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 10:14-33

Israel sebagai suatu peringatan


14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!

16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?

17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?

19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?

20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.

21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

23 "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. "Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

24 Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

25 Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

26 Karena: "bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan."

27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: "Itu persembahan berhala!" janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: "Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?

30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?"

31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.

33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.


Kita akan fokus pada ayat ke-31 yang berkata, “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.


Dalam kehidupan kita setiap hari, kita diperhadapkan dengan berbagai pilihan, dari bangun, kita mulai memilih baju apa yang kita mau pakai, makanan apa yang akan kita makan untuk sarapan.


Kita mulai memilih apa yang akan kita katakan, apa yang akan kita lakukan, dengan siapa kita akan bertemu, bagaimana kita menggunakan uang kita, waktu, pekerjaan bahkan bagaimana kita menggunakan kebebasan kita.


Seringkali karena pilihan-pilihan inilah kita bertanya, apa ini boleh? Apa ini salah?


Paulus membawa kita untuk melihat sesuatu yang luar biasa kepada pertanyaan yang jauh lebih dalam daripada pertanyaaan yang kita tanyakan tadi, apa ini boleh? apa ini salah?


Paulus mengajak kita mulai bertanya apakah melalui apa yang saya lakukan, Allah dimuliakan.


Itu sebabnya di ayat 31, Paulus berkata, “Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.


Ayat ini sederhana tetapi mempunyai arti yang sangat dalam.


Paulus sedang mengajarkan bahwa kehidupan Kristen itu tidak terbagi dalam dua bagian, rohani dan bukan rohani.


Ada orang yang berfikir bahwa berdoa, baca Alkitab, pergi kegereja, melayani, semua itu adalah kegiatan untuk Tuhan (rohani).


Tetapi ketika kita bekerja, bersama keluarga, makan, belajar, bicara, menggunakan uang, melakukan hal-hal lain di dalam kehidupan kita setiap hari adalah urusan pribadi, tidak ada kaitannya dengan Tuhan (bukan rohani).


Disini Paulus justru mau menyadarkan setiap kita bahwa apa yang kita lakukan, segala sesuatunya haruslah berfokus kepada Tuhan.


Itulah sebabnya Paulus berkata, “Lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”, artinya seluruh hidup orang percaya itu berada di bawah pemerintahan Allah.


Konteks 1 korintus 10 ayat 14-33 ini, berbicara tentang kebebasan orang percaya dan bagaimana menggunakannya.


Jemaat Korintus memiliki pengetahuan bahwa makanan pada diri sendiri bukanlah sesuatu yang dapat menentukan hubungan seseorang dengan Allah.


Namun masalahnya adalah mereka menggunakan kebebasan tanpa mempertimbangkan bahwa penyembahan kepada Allah dan kepentingan sesama, itu harus dipikirkan baik-baik.


Paulus berkata di ayat 14, “Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!”

Perhatikan bahwa Paulus tidak mengatakan gunakan kebebasan-mu dengan sebebas-bebasnya, tidak!


Justru Paulus mengatakan, “Jauhilah penyembahan berhala”, kenapa Paulus mengatakan hal ini?


Karena kebebasan Kristen tidak pernah berarti kebebasan untuk kembali hidup di bawah kuasa dosa atau sesuka hati kita.


Kita memang sadar kita telah dibebaskan oleh Kristus tetapi kita dibebaskan untuk menjadi milik Kristus bukan untuk kembali diperbudak oleh berhala atau dosa.


Karya Kristus di dalam hidup kita yang sudah mengubah status kita.


Dulu kita manusia berdosa, sekarang kita menjadi manusia yang baru, dulu kita diperbudak oleh dosa, sekarang kita sudah dimerdekakan.


Sekarang kita sudah mempunyai status yang baru karena karya penebusan Kristus dan hidup kita menjadi milik Kristus sepenuhnya.


Itu sebabnya dalam ayat 16-17 Paulus menggambarkan perjamuan Tuhan, ketika orang percaya mengambil bagian dalam perjamuan Tuhan maka ada persekutuan dalam tubuh dan darah Kristus.


Kehidupan Kristen bukan hanya sekedar mengetahui doktrin tentang Kristus atau banyak pengetahuan tentang Alkitab tetapi hidup di dalam persekutuan dengan Kristus.


Karena itu tidak mungkin seseorang bisa berkata, saya milik Kristus, tetapi pada saat yang sama dengan sengaja mempertahankan berhala dalam hatinya.


Kita tahu berhala itu tidak selalu berbentuk patung, berhala itu sesuatu yang mengambil tempat yang seharusnya menjadi milik Allah dalam hidup kita.


Contohnya: uang, pekerjaan, prestasi, popularitas, keluarga, itu bisa menjadi berhala buat kita ketika kita mengutamakan semua itu dibandingkan Tuhan.


Bahkan pelayanan juga bisa menjadi berhala ketika kita lebih mengejar pengakuan manusia atau untuk meninggikan diri kita daripada memuliakan Allah.


Oleh karena itu yang perlu kita tanyakan kepada diri kita, bukan hanya, “Apakah saya percaya kepada Tuhan?”


Tetapi yang terutama adalah, “Apakah masih ada sesuatu yang mengambil posisi Tuhan dalam kehidupan saya?”


Di ayat 23, Paulus membawa kita kepada prinsip orang percaya, “ Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna.


"Segala sesuatu diperbolehkan." Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun”.


Disini Paulus mau menekankan tentang kebebasan orang percaya itu bukanlah kemampuan untuk melakukan apa saja yang kita inginkan.


Melainkan kemampuan kita oleh anugrah Allah untuk kita tidak lagi diperbudak oleh keinginan diri kita sehingga kita bisa memilih apa yang dapat menyenangkan dan memuliakan Tuhan.


Karena itu di ayat 24 Paulus berkata, “Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain”.


Hal ini membawa kita kepada inti kehidupan sebagai orang percaya, bahwa kasih yang kita miliki rela membatasi diri demi kebaikan orang lain.


Seperti contoh dari Rasul Paulus sendiri, dia tidak menggunakan kebebasan yang dia miliki untuk diri sendiri, tetapi menggunakannya agar orang lain tidak tersandung dan justru mendapatkan berkat.


Ayat 32-33 dikatakan, “Janganlah kami menimbulan syak dalam hati orang,baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah”.


Dia berusaha untuk menyenangkan semua orang dalam segala sesuatu bukan untuk mencari keuntungan dirinya sendiri tetapi untuk keuntungan banyak orang agar mereka beroleh selamat.


Jadi disini Paulus tidak berpusat pada dirinya sendiri tetapi hidupnya berorientasi kepada Allah dan keselamatan orang lain dan berpusat kepada Allah.


Di ayat 31 dikatakan, “Jika engkau makan atau jika engkau minum atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.


Kemuliaan Allah disini berarti hidup kita semuanya kita arahkan hanya untuk kemuliaan dan kebesaran Allah, orang lain menemukan dan melihat Allah melalui hidup kita.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1. Ketika kita melakukan apapun juga di dalam seluruh kehidupan kita biarlah itu dapat memuliakan Tuhan.


Bahkan ketika hal yang sederhana seperti makan dan minum, biarlah itu menjadi penyembahan kita kepada Tuhan karena hati kita tertuju kepada Tuhan.

2. Mari kita arahkan seluruh hidup kita hanya untuk kemuliaan nama Tuhan. Ingat kita sudah ditebus oleh Kristus dan kita adalah milik Kristus.


Doakan dan renungkan


* Kita telah dibebaskan oleh Kristus, menjadi milik Kristus yang merdeka, bukan untuk kembali diperbudak oleh berhala atau dosa.


* Oleh sebab itu jika kita makan atau minum, atau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.


Merdeka oleh dan untuk Kristus