Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
1 Korintus 10:1-13
Israel sebagai suatu peringatan
1 Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
2 Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.
3 Mereka semua makan makanan rohani yang sama
4 dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.
5 Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
6 Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
7 dan supaya jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: “Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.”
8 Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga pada satu hari telah tewas dua puluh tiga ribu orang.
9 Dan janganlah kita mencobai Tuhan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka mati dipagut ular.
10 Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.
11 Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.
12 Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
1 Korintus 10:6
Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,
Kita pasti pernah mengalami kegagalan dalam hidup ini, dalam usaha, mencapai target, menepati janji dan dalam keluarga.
Tidak ada yang menyukai kegagalan, kita lebih suka dan lebih mengingat keberhasilan.
Bila kita berhasil, kita ingin ceritakan ke semua orang, tetapi bila kita gagal kita cenderung untuk melupakan, menutupi, berpura-pura semua baik-baik saja.
Namun ada yang berbeda dalam Alkitab, Alkitab tidak pernah menyembunyikan kegagalan manusia. Kegagalan Israel dicatat untuk menjadi peringatan bagi kita.
Paulus mengingatkan tentang perjalanan Israel ketika mereka keluar dari Mesir. Mereka mengalami banyak penyertaan Tuhan, kuasa Tuhan begitu nyata.
Mereka melewati laut, mendapat makanan dari surga, melihat keadilan Tuhan melalui tiang awan dan tiang api.
Mengalami berkat Tuhan ternyata tidak otomatis membuat hidup kita berkenan/ menyenangkan hati Tuhan.
Bangsa Israel melihat mujizat secara nyata, tetapi mereka terus menerus jatuh dalam dosa. Tuhan memelihara hidup mereka, tetapi mereka terus memberontak kepada Tuhan.
Paulus mengatakan pada ayat 1, nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.
Mereka dibebaskan dari Mesir dan menuju Tanah Perjanjian.
1 Korintus 10:5
tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.
Mereka menerima anugerah Tuhan, tetapi tetap menginginkan hal-hal jahat. Menyembah berhala, percabulan, mencobai dan bersungut-sungut kepada Tuhan.
Kegagalan Israel memperlihatkan kepada kita bagaimana dosa itu bekerja, dosa bukan hanya tindakan, berasal dari hati yang mulai mencari kepuasan di luar Tuhan, di ayat 6.
Dengan kata lain, kegagalan Israel menunjukkan kegagalan rohani bukan dari luar melainkan dari dalam hati.
Bila Tuhan tidak lagi menjadi kepuasan hati kita, sesuatu yang lain akan mengambil tempat dalam hati kita.
Kita rajin ke gereja, melayani, berdoa, berkali-kali mengalami pertolongan dan kasih Tuhan, tetapi kita harus terus menjaga hati kita.
1 Korintus 10:12
Sebab siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!
Jangan sampai kita menjadi orang yang jumawa/sombong, kekuatan iman kita bukan terletak pada seberapa kuat kita merasa mampu bertahan, tetapi pada seberapa kita bergantung sepenuhnya dan menjadikan Tuhan pusat dalam hidup kita.
1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami, ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
Ayat ini membuat kita bersyukur, peringatan-peringatan di atas bukan untuk menakuti kita.
Orang percaya tetap akan mengalami pencobaan, tetapi Allah setia, Ia tida akan meninggalkan kita bahkan akan memberi jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya.
Peringatan-peringatan itu merupakan panggilan untuk hidup dalam kerendahan hati dan kebergantungan sepenuhnya kepada Allah.
Mari kita sadari tanpa Tuhan kita tidak sanggup, kita butuh pertolongan Tuhan supaya tidak jatuh dan tetap setia pada kebenaran.
Jangan mengulangi kegagalan bangsa Israel yang mengeraskan hati ketika Tuhan menegur.
Ketika Tuhan menunjukkan dosa maka kita harus bertobat, bila ada berhala dalam hati kita mari kita lepaskan.
Bila kita dalam pencobaan mari semakin dekat kepada Tuhan, jangan merasa lebih baik ketika melihat orang jatuh melainkan jadikan peringatan untuk diri kita sendiri.
Pesan Firman Tuhan:
Mari kita perlu terus berjalan di dalam iman, ketaatan, kerendahan hati dan kebergantungan kepada Tuhan, agar kita tidak jatuh pada kegagalan yang sama dengan bangsa Israel.
Doakan dan renungkan
* Kegagalan Israel memperlihatkan kepada kita bagaimana dosa itu bekerja, dosa bukan hanya tindakan, ia berasal dari hati yang mencari kepuasan di luar Tuhan.
* Bila Tuhan tidak lagi menjadi kepuasan hati kita, sesuatu yang lain akan mengambil alih tempat tersebut di hati kita.
Kepuasan yang menyesatkan