Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Rabu, 14 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 8:1-13

Tentang persembahan gembala


Mari kita membaca Firman Tuhan, yang terambil dari:


1 Korintus 8:1-13


1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.


2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.


3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.


4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."


5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi — dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian —


6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.


7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.


8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."


9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.


10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?


11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan"mu.


12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.


13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku.


Fokus kita terletak pada ayat 1 dan 2.


1 Korintus 8:1-2


1 Tentang daging persembahan berhala kita tahu: "kita semua mempunyai pengetahuan." Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.


2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.


Saat ini kita hidup di dalam zaman perkembangan teknologi yang luar biasa. Pengetahuan juga sangat mudah diakses dan diperoleh dari buku, seminar, dan khotbah.


Pembelajaran teologi dan pengetahuan juga dapat dilakukan dalam waktu yang sangat cepat.


Pencarian jawaban atas berbagai pertanyaan juga dilakukan dengan menggunakan smartphoneyang ada di tangan kita.


Orang yang gagap teknologi identik dengan orang yang kurang pengetahuan. Anggapan orang adalah dengan zaman seperti sekarang, seharusnya orang sudah lebih memiliki pengetahuan.


Pengetahuan sangat penting untuk anak-anak hingga orang dewasa. Dengan pengetahuan, kita dapat meraih kesuksesan dalam hidup.


Sebagai orang percaya, kita juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang banyak. Tentunya, bukan hanya pengetahuan umum, melainkan pengetahuan tentang kebenaran Firman Tuhan.


Dalam 1 Korintus 8:1-13, dijelaskan bahwa pengetahuan yang benar tanpa kasih, menjadi sangat berbahaya. Ayat 1 menekankan bahwa pengetahuan demikian membuat orang jadi sombong, tetapi kasih membangun.


Paulus mengontraskan antara pengetahuan dan kasih. Paulus tidak mempermasalahkan tentang pengetahuan itu.


Hal yang menjadi masalah adalah ketika pengetahuan itu membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain.


Kita bisa jadi menjadi sombong dan merendahkan orang yang kita anggap kurang pengetahuan atau bodoh.


Bagi Paulus, tidak ada gunanya memiliki pengetahuan jika kita malah menjadi sombong.


Tidak ada gunanya tahu banyak tentang Alkitab, tetapi tidak memiliki hati yang semakin menyerupai Kristus.


Mungkin kita bisa benar saat berdebat tentang doktrin dan iman kekristenan. Kita bisa memberikan jawaban yang luar biasa, masuk akal, dan bisa diterima.


Namun, tanpa kasih, kita akan sulit untuk memenangkan hati seseorang bagi Kristus.


Jangan sampai tujuan kita menjawab hanya untuk memperlihatkan bahwa kita memiliki pengetahuan yang banyak tentang Alkitab.


Dalam 1 Korintus 8, Paulus mengajarkan di dalam kehidupan Kristen, kebenaran itu harus selalu berjalan bersama dengan kasih.


Pengetahuan tanpa kasih, menghasilkan kesombongan, seperti yang terjadi di tengah-tengah jemaat di Korintus.


Saat itu, mereka membahas mengenai makanan yang dipersembahkan kepada berhala.


Sebagian orang memiliki pemahaman bahwa berhala bukan Allah, dan hanya ada satu Allah yang benar.


Secara teologis, hal ini benar. Dalam ayat 4, Paulus juga berkata bahwa tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.


Persoalannya bukan tentang pengetahuan yang benar atau salah, melainkan bagaimana mereka menggunakannya.


Paulus menemukan ada orang yang memiliki pengetahuan benar, merasa bebas dalam melakukan apa saja tanpa memikirkan orang lain.


Pengetahuan yang benar seharusnya tidak membuat orang percaya merasa lebih tinggi, melainkan membuat kita mengasihi Allah dan sesama.


Ayat 2 memiliki pengertian tentang orang yang benar-benar mengenal Allah, seharusnya akan membuat dia semakin menyadari bahwa dirinya masih membutuhkan kasih karunia Allah.


Semakin kita mengenal kekudusan Allah, semakin kita menyadari keterbatasan dan kelemahan diri kita.


Jadi, tanda kedewasaan rohani seseorang bukan ditandai oleh seberapa banyak dia tahu tentang Alkitab dan Firman Tuhan.


Akan tetapi, seperti apa karakter orang tersebut berubah dengan mengetahui kebenaran itu.


Apakah hal yang kita tahu itu, membawa kita semakin mengenal Kristus, mengasihi sesama, semakin diubahkan dengan suatu perubahan yang sejati?


Pengetahuan memberi kita pengertian tentang kebenaran, tapi kasih membuat kebenaran itu menjadi nyata dalam kehidupan kita.


Saat kebenaran dan kasih itu berjalan bersama-sama, maka kehidupan kita tidak hanya menjadi benar di hadapan Tuhan, tetapi bisa menjadi berkat bagi orang di sekitar kita.


Pesan Firman Tuhan bagi kita

1. Apakah pengetahuan kita tentang Firman Tuhan membuat kita semakin rendah hati atau semakin sombong?


Semakin kita belajar Firman Tuhan, seharusnya kita semakin menyadari kebesaran Allah dan keterbatasan diri kita.


Jangan menggunakan pengetahuan Alkitab kita dan merasa kita lebih tinggi dari orang lain.


2. Mari kita menggunakan pengetahuan itu untuk semakin giat melayani Tuhan, menguatkan, membangun, dan bertumbuh bersama.


Mari bertumbuh bersama untuk semakin mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama.


Doakan dan renungkan


* Paulus mengontraskan antara pengetahuan dan kasih, ketika pengetahuan membuat orang tertentu menjadi sombong dan merendahkan orang lain.


* Seharusnya, pengetahuan memberi kita pengertian tentang kebenaran dan kasih berguna untuk membangun sesama.


Pengetahuan dalam kasih