Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 11 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 6:12-20

Nasihat terhadap percabulan


12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.


13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.


14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.


15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!


16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."


17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.


18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.


19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?


20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!


Mari kita fokus ke ayat 19 & 20,“(19 )Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? (20) Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”.


Kita ini hidup di zaman di mana my body, my choice, tubuhku adalah hak milikku, aku bebas melakukan apapun juga dengan tubuhku. Dan inilah yang memang diajarkan oleh dunia.


Dunia mengajarkan untuk mementingkan kenyamanan fisik, kesenangan, kepuasan secara daging dan itu menjadi hak mutlak setiap orang.


Setiap orang berhak untuk melakukan apa saja terhadap tubuhnya asal dia senang.


Tanpa sadar hal ini juga banyak mempengaruhi kehidupan orang Kirsten, sehingga hidupnya hanya untuk memuaskan dan mencari kesenangan pribadi.


Tapi pertanyaannya, apakah sebagai orang percaya, tubuh kita ini benar-benar milik kita sendiri?


Perhatikan ayat ke-19, “tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”.


Pada saat itu Rasul paulus ingin mengingatkan kepada jemaat di Korintus yang juga pada waktu itu menghadapi tantangan budaya yang sangat luar biasa, yang begitu mempengaruhi kehidupan kekristenan mereka.


Pada saat itu kota Korintus di kenal sebagai pusat kebudayaan dan perdagangan, kota yang sangat maju, namun secara moral sangat tidak baik karena di penuhi dengan immoralitas seksual.


Bahkan ada anggapan diantara sebagian jemaat yang percaya kepada Tuhan, yang pada waktu itu memang sudah terpengaruh terhadap moral daripada orang-orang Korintus.


Pada waktu itu mereka beranggapan bahwa apa yang dilakukan oleh tubuh itu tidak mempengaruhi roh mereka.


Mereka berfikir, makanan untuk perut, perut juga untuk makanan, maka tubuh juga bebas untuk memuaskan hasratnya.


Rasul palus menegur mereka dan memberikan penjelasan kebenaran injil yang sesungguhnya dengan sangat tegas denga mengatakan di ayat 19, “Tubuhmu bukan milikmu lagi, tubuhmu adalah bait Roh Kudus, kamu bukan milik kamu sendiri”.


Melalui ayat-ayat ini Ada 3 hal penting yang perlu kita sadari supaya kita mengerti bahwa tubuh kita bukan milik kita sendiri.


Paulus menekankan:


1. Kebebasan Kristen yang bertanggung jawab.


1 Kor 6:12, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna.”


Melalui bagian ini, Paulus mau mengingatkan kita bahwa sebagai orang yang sudah dimerdekakan oleh Kristus, betul bahwa kita memiliki kebebasan.


Namun kita perlu menyadari bahwa kebebasan kita bukanlah kebebasan untuk berdosa melainkan kebebasan dari kuasa dosa.


Kebebasan yang sejati tidak akan membiarkan diri kita diperhamba oleh hawa nafsu atau kebiasaan buruk apapun.


Oleh sebab itu orang percaya tidak boleh lagi menggunakan kebebasan yang diberikan oleh Kristus itu untuk tetap hidup di dalam dosa.


Adalah pemahaman yang sangat keliru kalau berfikir bahwa, “O, saya sudah bebas, saya sudah merdeka maka saya bebas untuk melakukan dosa juga.”


Kita harus ingat bahwa bebas dari dosa bukan berarti kita hidup sesuka hati atau untuk memuaskan keinginan diri sendiri akan tetapi untuk hidup mengasihi Tuhan dan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan kita.

2. Tubuh kita ini adalah milik Tuhan/untuk Tuhan.


Dalam 1 Kor 6:13-15, Paulus menegaskan bahwa tubuh bukanlah untuk percabulan melainkan untuk Tuhan dan Tuhan untuk tubuh.


Mengapa demikian? Karena Allah yang membangkitan Yesus juga akan membangkitkan tubuh kita kelak.


Ini jelas di ayat 14-15 di mana dikatakan bahwa tubuh kita ini berharga di mata Allah, bahkan di ayat 15 menyebutkan tubuh kita adalah anggota-anggota Kristus.


Ketika seseorang melakukan percabulan atau menajiskan tubuhnya, artinya dia sedang mengambil anggota Kristus dan mencemarkannya, mempersatukannya dengan dosa.


Ini adalah pelanggaran yang sangat serius terhadap identitas kita di dalam Kristus.


Sebagai orang percaya kita ini telah memiliki identitas yang baru di dalam Kristus, itu sebabnya Tubuh kita ini bukan milik kita lagi akan tetapi milik Kristus yang artinya segala sesuatu bukan lagi dalam kendali dan kuasa kita tetapi berada di dalam kendali Tuhan.


Tuhan yang berotoritas dan berkuasa atas hidup kita.


Itu sebabnya apapun yang kita lakukan harus seturut dan sekehendak dengan apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupan kita, karena tubuh kita ini milik Tuhan.

3. Orang percaya telah di beli dan di bayar lunas.


Ayat 20 Paulus berkata, “Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar.”


Ini adalah poin yang paling penting di mana Paulus mengingatkan bahwa kita dahulunya adalah budak dosa yang menuju kepada kebinasaan.


Namun Yesus Kristus datang dan membayar harga tebusan kita, dan harganya bukan dengan emas maupun perak melainkan dengan darah-Nya yang mahal yang tercurah di atas kayu salib.


Oleh sebab itu, karena Kristus telah membeli kita secara seutuhnya termasuk tubuh fisik kita ini maka hak milik atas tubuh kita itu sudah berpindah dari tangan kita kepada tangan Allah sendiri.


Roh Kudus yang diam di dalam diri kita menjadikannya Bait yang kudus.


Jika tubuh kita adalah bait Roh Kudus yang telah di beli lunas oleh Kristus sendiri, maka kita harus memperhatikan dengan sungguh-sungguh bagaimana seharusnya kita ini hidup.


Paulus dengan tegas mengatakan di ayat ke-18, bagaimana kita sebagai orang percaya hidup yaitu Jauhilah percabulan! yang dalam kata aslinya berarti “Larilah!”, kata ini menarik, kata lari ini sama ketika Yusuf lari meninggalkan jubahnya ketika di goda oleh istri Potifar.


Demikian juga seharusnya kehidupan kita, kita tidak boleh berkompromi dengan dosa sekecil apapun itu.


Kita tidak boleh bermain-main dengan dosa seksual seperti pornografi atau hubungan yang tidak kudus.


Kita harus “Lari!”, “Larilah!” dari godaan itu. Kita harus ingat untuk merawat dan menjaga kekudusan tubuh kita.


Kita harus memakai tubuh kita ini untuk memuliakan Tuhan. Itu sebabnya paulus berkata pada ayat ke-20, “Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu”.


Setiap kali kita dicobai untuk menyerah pada kedagingan nafsu ingatlah pada Salib Kristus.


Ingatlah kepada harga yang begitu mahal dibayar untuk menebus saudara dan saya, darah Kristus!


Oleh sebab itu, tubuh kita ini bukan milik kita, tubuh kita ini adalah tempat kediaman Allah yang hidup.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1. Mari kita mengambil komitmen mulai hari ini untuk hidup kudus, menjaga bait-Nya.

2. Mari mempersembahkan seluruh kehidupan kita sebagai persembahan yang harus dan menjadi ibadah yang sejati di hadapan Tuhan.


“Larilah!” dari setiap godaan yang menjauhkan kita daripada kekudusan hidup.


Tuhan Yesus memberkati.


Doakan dan renungkan


* Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?


* Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!


Kita ini milik Tuhan