Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 10 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku



1 Korintus 6:1-11

Mencari keadilan pada orang-orang tidak beriman


1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?


2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?


3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.


4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?


5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?


6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?


7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan?


8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal ini kamu buat terhadap saudara-saudaramu.


9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,


10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.


11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


1 Korintus 6:1

Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar dan bukan pada orang-orang kudus?


Perselisihan adalah sesuatu yang hampir tidak bisa dihindari, dalam keluarga bisa berbeda pendapat dengan pasangan, orang tua atau anak.


Dalam pekerjaan bisa terjadi konflik dengan rekan kerja, demikian juga di gereja, sesama pelayan bisa berselisih.


Bagaimana mana kita bisa menyelesaikan perselisihan? Di sini kita melihat Paulus menegur jemaat Korintus karena mereka membawa perselisihan sampai ke pengadilan.


Yang menjadi masalah bagi Paulus bukan persoalan hukum, melainkan kesaksian hidup jemaat sendiri.


Paulus mengajarkan ketika terjadi konflik di antara orang percaya, kita dipanggil untuk mencari penyelesaian dengan hikmat Tuhan, kasih, kerendahan hati bukan dengan ego dan keinginan untuk menang sendiri/kelompok.


Konflik dapat menghancurkan kesaksian kita, ayat 1-6 ada konflik yang serius di jemaat Korintus dan mereka saling menggugat. Paulus melihat mereka tidak dapat menyelesaikan masalah mereka sendiri.


Seharusnya mereka menyelesaikan masalah bersama-sama dengan kepala dingin, dengan meminta hikmat dan kasih dari Tuhan. Namun mereka saling menggugat di pengadilan.


Ini bisa menjadi peringatan bagi gereja masa kini, kita bisa kehilangan kesaksian bukan karena kurang banyak kegiatan, tetapi orang-orang di dalam saling menyakiti.


Kita bisa rajin beribadah, melayani Tuhan, bahkan pandai bersaksi, tetapi bila kita tidak mampu mengampuni dan menyelesaikan konflik dengan benar, maka kesaksian kita dan gereja bisa rusak.


Apakah kita ingin menyelesaikan masalah atau kita ingin membuktikan bahwa kita yang paling benar?


Jangan karena kita ingin membuktikan diri, memperkeruh konflik yang terjadi. Keinginan untuk menang dapat mengalahkan kasih di antara jemaat.


1 Korintus 6:7

Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?


Menurut dunia, menang dalam konflik berarti mendapatkan apa yang kita inginkan. Tetapi menurut Paulus ini kekalahan secara rohani.


Kita bisa menang dalam argumen saat itu, tetapi bisa kehilangan relasi/saudara seiman kita. Kita bisa mendapatkan hak kita, tetapi kehilangan damai sejahtera.


Tantangan dari Paulus: Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan?


Ini tidak berarti orang Kristen harus membiarkan kejahatan, tidak boleh mencari keadilan, tetapi di sini Paulus menantang sikap yang egois. Apakah mendapatkan hak saya lebih penting dari pada menjaga kesatuan tubuh Kristus?


Tidak semua hal perlu kita menangkan, ada kalanya kita perlu mengalah bukan karena kita salah, tetapi karena kita lebih memilih kasih.


Kerendahan hati terlihat seperti kekalahan di mata manusia, tetapi kemenangan di mata Tuhan. Kita harus ingat siapa diri kita di dalam Kristus.


Ayat 9-11 Paulus mengingatkan tentang kehidupan lama jemaat, di antara mereka banyak yang hidup dalam dosa.


1 Korintus 6:11

Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


Paulus tidak mendefinisikan/mengartikan mereka pada masa lalu mereka, tetapi sekarang mereka telah menjadi pribadi yang telah disucikan, artinya ketika mengingat siapa diri kita dalam Kristus.


Kita tidak lagi hidup dalam ego, dendam dan kepahitan. Karena itu kita juga dipanggil untuk mengampuni orang yang menyakiti kita.


Kita sudah menerima kasih karunia yang tidak layak kita terima, kita juga perlu memberikan kasih karunia itu sekalipun sulit, tetapi dengan pertolongan Allah dan Roh Kudus kita pasti mampu melakukannya.


Ketika terjadi konflik, jangan langsung bereaksi, tenangkan dan kontrol diri, lebih baik kita berdoa apa yang Tuhan ingin kita lakukan.


Ketika kita sudah berdoa, kita perlu bicara dan menyelesaikan masalah dengan orang tersebut. Kita belajar untuk saling menerima, saling mengampuni dan saling mengasihi.


Pesan Firman Tuhan:


1. Biarlah ketika kita menghadapi konflik atau perselisihan, mari kita datang kepada Tuhan dan meminta Tuhan menolong kita.


2. Sehingga kita boleh terus dapat menjadi saksi Tuhan dan nama Tuhan dimuliakan.


Doakan dan renungkan


* Gereja bisa kehilangan kesaksian bukan karena kurang banyaknya kegiatan, tetapi karena jemaatnya saling menyakiti.


* Kita bisa rajin beribadah dan melayani Tuhan, tetapi bila kita tidak mampu mengampuni dan menyelesaikan konflik dengan benar, maka kesaksian kita dan gereja bisa rusak.


Kesaksian apa yang kita bagikan?