Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
1 Korintus 3:10-23
Dasar dan bangunan
Mari kita membaca Firman Tuhan, yang terambil dari:
1 Korintus 3:10-23
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.
Fokus kita hari ini ada pada ayat 11: “Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.”
Tentunya kita semua memiliki rumah. Jika kita membangun rumah, hal terpenting bukan mengenai cat, interior, bentuk, atau harga perabot yang digunakan; melainkan fondasi atau dasar rumah.
Tidak ada gunanya apabila kita memiliki rumah indah dan mewah, tapi ternyata dibangun di atas fondasi yang buruk. Saat hujan, badai, atau gempa; rumah tanpa fondasi kuat, sangat mudah roboh.
Sebaliknya, rumah dengan fondasi kuat sekalipun bentuknya tidak mewah, akan mampu bertahan menghadapi berbagai keadaan.
Demikian juga dengan kehidupan kita. Sebenarnya, kita sedang membangun sesuatu. Kita membangun keluarga. Kita juga membangun karir, maka kita bekerja dari pagi sampai malam.
Kita membangun pelayanan, usaha, masa depan. Pertanyaan yang penting, bukan mengenai hal yang sedang kita bangun, melainkan atas dasar apa kita sedang membangun.
Dasar yang benar dalam kehidupan kita adalah Yesus Kristus.
Dalam ayat 11, dijelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain, daripada dasar yang telah diletakkan; yaitu hanya Yesus Kristus.
Paulus mengatakan dengan sangat jelas kebenaran dasar yang digunakan. Bukan uang, jabatan, kepandaian, popularitas, dan bahkan bukan manusia; melainkan hanya Kristus yang menjadi dasar.
Hal yang kita miliki di dalam dunia ini, seperti: uang, jabatan, kesehatan, popularitas; dapat hilang dan berubah. Kasih manusia pun dapat mengecewakan kita.
Rencana yang disusun dengan rapi, dapat berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Namun, Kristus tidak pernah berubah.
Jika hidup kita dibangun di atas dasar yang mudah berubah, maka kita akan sangat mudah goyah. Namun, jika hidup kita dibangun di atas Kristus, kita memiliki dasar yang kokoh.
Sekalipun keadaan di sekitar kita berubah, ada badai dalam kehidupan; kita tidak akan mudah goyah.
Setelah membahas pentingnya dasar benar di dalam Kristus, Paulus melanjutkan bahwa cara membangun juga penting.
Bukan hanya sekadar dasar, tapi cara membangun kehidupan. Ayat 12 menjelaskan berbagai macam bahan bangunan, seperti emas, perak, kayu, rumput kering, atau jerami.
Dasarnya sama, tetapi bahan bangunannya berbeda. Artinya, seorang bisa memiliki dasar Kristus, tetapi cara hidup dan pelayanan belum tentu baik. Hal ini adalah peringatan bagi kita.
Kita bisa melakukan sesuatu untuk Tuhan dengan cara benar, tetapi memiliki motivasi yang salah.
Misalnya, melayani dengan mengharapkan pujian, memberi banyak untuk kegiatan sosial, menolong orang dengan motivasi supaya makin dikenal.
Mungkin kita bisa bekerja keras hanya untuk mendapatkan pengakuan bahwa kita luar biasa. Akhirnya, kita jatuh dalam kesombongan.
Tuhan bukan hanya melihat hal yang kita lakukan, melainkan juga cara dan motivasinya.
Manusia mungkin hanya melihat hasil, tetapi Tuhan tidak hanya sekadar melihat keberhasilan. Ia melihat jauh lebih dalam, yaitu motivasi hati kita.
Kita perlu menjaga hati kita agar segala sesuatu yang dilakukan tetap berfokus kepada Kristus.
Tanpa Kristus yang menjadi fokus; sehebat apapun kita bekerja atau melayani, semuanya menjadi sia-sia di hadapan Tuhan.
1 Korintus 3:13
13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Ayat 13 adalah gambaran serius yang perlu direnungkan. Ternyata, suatu hari pekerjaan dan pelayanan kita akan diuji.
Hal yang kita bangun mungkin bisa terlihat hebat di mata manusia, tetapi apakah hal itu menyenangkan dan berkenan di hadapan Tuhan?
Hal yang terutama bukan tentang seberapa besar bangunan itu di mata manusia, tetapi seberapa besar kualitas bangunan itu sungguh ada dan nyata di hadapan Tuhan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Mari kita mengevaluasi kehidupan kita, apakah Kristus sudah menjadi dasar dalam seluruh kehidupan kita?
Saat kita memeriksa fondasinya, apakah Kristus menjadi dasar keputusan dalam kehidupan kita baik dalam membangun keluarga, pekerjaan, dan pelayanan kita?
2. Mari kita memeriksa bahan bangunan yang kita pakai dalam kehidupan kita.
Apakah kita membangun dengan hati yang mengasihi Tuhan, penuh kejujuran, kerendahan hati, kesetiaan dan ketaatan; atau sebaliknya kita membangun dengan ambisi, kesombongan, iri hati, dan keinginan untuk dipuji? Kita perlu bertanya dalam hidup.
Kiranya, kita membangun kehidupan di atas Kristus. Hanya bangunan yang berdiri di atas dasar benar, akan tetap kokoh ketika badai datang.
Kiranya hidup kita bukan hanya menjadi bangunan yang terlihat indah di hadapan manusia, tetapi menjadi sesuatu yang sangat indah dan berkenan di hadapan Tuhan sehingga kita memiliki kehidupan yang terus memuliakan nama Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atas Kristus apakah dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami.
* Sekali kelak pekerjaan masing-masing akan nampak, karena hari Tuhan akan menyatakan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Pilih yang tahan uji