Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Selasa, 06 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 3 : 1-9

Perselisihan


1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.


2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.


3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?


4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?


5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.


6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.


7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.


8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.


9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


Dalam kehidupan ini, kita bisa melihat ada orang yang semakin bertambah usia dan kita pikir semakin dewasa.


Tetapi kenyataannya, bertambahnya usia tidak selalu berarti seseorang bertumbuh menjadi dewasa.


Misalnya, seseorang sudah berusia 40 tahun, tetapi dalam hal tertentu masih bersikap seperti anak-anak. Hal yang sama juga bisa terjadi dalam kehidupan rohani kita.


Seseorang bisa sudah lama menjadi orang Kristen, entah belasan tahun atau bahkan puluhan tahun.


Ia mungkin sudah mengikuti Tuhan sejak sekolah minggu, rajin beribadah, aktif melayani, bahkan sudah banyak mengetahui isi Alkitab.


Namun, lamanya seseorang menjadi Kristen tidak otomatis berarti ia sudah dewasa secara rohani.


Ada orang yang sudah lama mengikut Tuhan, tetapi kehidupannya secara rohani masih belum mengalami perubahan yang signifikan.


Kehidupannya masih sama seperti ketika ia belum bertobat atau belum percaya kepada Tuhan.


Kita bisa melihat contohnya dalam jemaat Korintus. Mereka sudah percaya kepada Kristus, memiliki banyak karunia, aktif melayani Tuhan, dan aktif dalam kehidupan berjemaat.


Namun, ada satu realitas yang cukup mengejutkan dari apa yang dikatakan Rasul Paulus. Meskipun mereka memiliki banyak pengetahuan dan karunia, Paulus mengatakan bahwa mereka masih seperti bayi dalam Kristus.


Mengapa mereka masih disebut bayi dalam Kristus? Karena kedewasaan rohani bukan terutama diukur dari berapa lama kita menjadi orang Kristen, tetapi dari sejauh mana karakter kita semakin hari semakin menyerupai Kristus.


Itulah sebabnya Paulus menegur mereka. Dalam ayat pertama, Paulus berkata, “Kamu masih manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus.”


Kemudian Paulus melanjutkan dalam ayat ketiga, “Karena kamu masih manusia duniawi, sebab jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan, bukankah hal itu menunjukkan bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara duniawi?”


Perhatikan bahwa jemaat Korintus bukan kekurangan pengetahuan. Mereka memiliki banyak pengetahuan dan banyak karunia.


Namun, karakter mereka belum bertumbuh dan belum mengalami perubahan yang signifikan. Di antara mereka masih ada iri hati dan perselisihan.


Bahkan mereka membentuk kelompok-kelompok. Ada yang berkata, “Aku dari golongan Paulus,” dan ada yang berkata, “Aku dari golongan Apolos.”


Mereka bersikap seperti anak-anak yang bertengkar dan merasa diri lebih hebat daripada yang lain.


Dari sini kita belajar satu hal yang sangat penting: kedewasaan rohani tidak diukur dari seberapa banyak kita tahu tentang Tuhan, tetapi dari seberapa jauh hidup kita berubah karena Tuhan.


Kita mungkin bisa menghafal banyak ayat. Kita mungkin bahkan bisa menang ketika mengikuti kuis Alkitab. Tetapi kalau kita tidak menerapkan apa yang kita hafal, semuanya itu menjadi sia-sia.


Pengetahuan kita tidak akan mengubah karakter kita. Kita masih mudah membenci orang yang menyakiti kita, masih sulit mengampuni, masih senang menyampaikan hal-hal yang buruk tentang orang lain dan selalu ingin menang atau menunjukkan ego kita sendiri.


Itulah sebabnya, sebagai orang percaya, kita harus mau terus diubahkan. Kita harus semakin dewasa dalam kehidupan rohani kita.


Bukan hanya semakin dewasa atau bertambah usia, tetapi dengan bertambahnya usia, seharusnya kita juga semakin menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan rohani.


Untuk mengalami pertumbuhan dan kedewasaan rohani, kita harus rajin membaca Firman Tuhan.


Namun, bukan sekadar membacanya; kita perlu merenungkannya, menyelidikinya, dan membiarkan Firman Tuhan mengevaluasi kehidupan kita.


Kita juga harus rajin berdoa. Doa bukan sekadar rutinitas berbicara kepada Allah, tetapi menjadi momen ketika kita menyadari betapa kita selalu membutuhkan Tuhan.


Kita juga harus senantiasa bersekutu dengan orang-orang seiman. Dengan demikian, kita akan belajar untuk melakukan Firman Tuhan dalam kehidupan kita.


Jika hal-hal ini sungguh-sungguh kita lakukan, kita akan semakin dewasa secara rohani. Kedewasaan itu juga akan terlihat dari buah kehidupan kita.


Kita harus ingat, jangan hanya bertambah umur sebagai orang percaya. Bertumbuhlah menjadi dewasa di dalam Kristus.


Ketika orang lain melihat kehidupan kita, biarlah mereka bukan hanya berkata, “Wah, dia sudah lama menjadi orang Kristen. Dia juga aktif.”


Biarlah mereka berkata, “Wow, luar biasa. Saya bisa melihat Kristus nyata dalam kehidupan orang itu. Hidupnya sungguh menjadi berkat bagi saya dan saya juga ingin meneladani kehidupan yang demikian.”


Karena itu, mari kita setiap hari semakin bertumbuh dewasa dalam kehidupan kerohanian kita.


Sebab hanya dengan demikianlah nama Tuhan dimuliakan, dan kita boleh menjadi berkat serta menjadi saksi bagi banyak orang.




Doakan dan renungkan


*Paulus berkata,”… tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.”


* Kedewasaan rohani tidak diukur dari seberapa banyak kita tahu tentang firman Tuhan, tapi dari seberapa jauh hidup kita berubah karena firman Tuhan.


Tetap sama atau makin baik