Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 03 Oktober 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

1 Korintus 1:18-31

Hikmat Allah dan hikmat manusia


18 Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.


19 Karena ada tertulis: “Aku akan membinasakan hikmat orang-orang berhikmat dan kearifan orang-orang bijak akan Kulenyapkan.”


20 Di manakah orang yang berhikmat? Di manakah ahli Taurat? Di manakah pembantah dari dunia ini? Bukankah Allah telah membuat hikmat dunia ini menjadi kebodohan?


21 Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, maka Allah berkenan menyelamatkan mereka yang percaya oleh kebodohan pemberitaan Injil.


22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,


23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,


24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.


25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.


26 Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.


27 Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,


28 dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,


29 supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah.


30 Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.


31 Karena itu seperti ada tertulis: “Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.”


Dunia biasanya menghargai kekuatan, keberhasilan dan kesuksesan. Yang kuat dianggap hebat, yang berhasil dianggap luar biasa, yang punya banyak pengetahuan dianggap punya keunggulan.


Namun di sini kita melihat Allah bekerja berbeda dengan dunia, Yesus datang bukan sebagai raja yang hidup dalam kemegahan, kekuasaan dan kekuatan besar, melainkan jalan keselamatan yang dipilih membawa-Nya kepada salib.


Bagi dunia pada waktu itu salib adalah sesuatu yang hina dan memalukan. Karena itu pada waktu Paulus memberitakan bahwa keselamatan datang melalui Yesus yang disalibkan, banyak orang menganggapnya tidak masuk akal.


Bagaimana mungkin seseorang disebut sebagai raja, namun dia lahir di kandang yang hina dan mati dengan cara disalibkan.


Tetapi di sini Paulus berkata apa yang dianggap dunia sebagai kebodohan, justru itu adalah hikmat Allah.


1 Korintus 1:18

Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah.


Manusia sering berpikir bahwa keselamatan harus diusahakan sendiri dengan kemampuan, kebaikan dan kehebatan manusia.


Itu sebabnya banyak orang memberi pembuktian terhadap dirinya, sehingga merasa diri cukup baik, dan lebih baik dari pada orang lain.


Namun di sini kita menemukan kenyataan bahwa salib menghancurkan kesombongan itu.


Salib mengingatkan kita bahwa ada masalah dalam hidup manusia yang tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan sendiri.


Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, sebaik apapun, sebanyak apapun pertolongan kepada orang lain. Manusia membutuhkan Juru Selamat.


Itu sebabnya keselamatan bukan hasil dari kehebatan manusia, melainkan kasih dan karunia Allah.


Apa yang terlihat lemah, ternyata menjadi jalan kemenangan. Apa yang nampak seperti kekalahan, ternyata menjadi jalan keselamatan.


Yesus yang dipandang manusia sebagai Pribadi yang sangat buruk, tidak punya kekuatan dan kuasa, tetapi ternyata Ia adalah sang Juru Selamat.


Inilah hikmat Allah yang melampaui pikiran manusia.


1 Korintus 1:27

Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat,


Dari ayat ini Paulus menegaskan bahwa Allah tidak bergantung pada standar dunia, Allah dapat memakai orang yang sederhana dan tidak mampu, diubah menjadi luar biasa dalam hikmat Allah.


Firman Tuhan memberi kita pengharapan, bahwa Tuhan tidak mencari manusia yang paling hebat dan luar biasa, melainkan manusia yang menyadari siapa dirinya sesungguhnya, bahwa dia sangat membutuhkan Tuhan.


Dengan kelemahan itu membuat kita semakin bergantung kepada Allah.


Paulus menutup dengan kalimat: barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. Janganlah kita memegahkan diri kita sendiri.


Bila kita memiliki sesuatu yang baik dalam hidup kita, itu adalah anugerah Tuhan, jika kita mampu melayani, memiliki keberhasilan itu karena Tuhan yang menolong dan menopang kita hingga hari ini.


Pesan Firman Tuhan:


1. Kita tidak perlu hidup untuk membuktikan bahwa kita lebih hebat dari orang lain.


2. Kita hanya perlu untuk rendah hati dan mengarahkan segala kemuliaan kepada Tuhan.


Mari kita bersyukur untuk hikmat Allah yang telah menyelamatkan, memakai kita yang terbatas ini untuk melayani, bermegah dan memuliakan Tuhan.


Doakan dan renungkan


* Apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat.


* Jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.


Hikmat dan kuatku dari Tuhan