Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
1 Korintus 1:10-17
Perpecahan Dalam Jemaat.
Hari ini perenungan kita diambil dari:
1 Korintus 1:10-17
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
14 Aku mengucap syukur bahwa tidak ada seorang pun juga di antara kamu yang aku baptis selain Krispus dan Gayus,
15 sehingga tidak ada orang yang dapat mengatakan, bahwa kamu dibaptis dalam namaku.
16 Juga keluarga Stefanus aku yang membaptisnya. Kecuali mereka aku tidak tahu, entahkah ada lagi orang yang aku baptis.
17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.
Kita akan fokus kepada ayat yang ke-10 di sana dikatakan:
1 Korintus 1:10
10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Salah satu hal yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah jika sebuah keluarga mulai terpecah sekalipun tinggal satu rumah, tetapi pasti tidak ada lagi kesehatian di sana.
Mungkin bisa duduk makan sama-sama tapi hati itu sudah saling menjauh dan itu adalah satu kondisi yang sangat tidak nyaman bukan? Kita semua tidak menginginkan hal itu, demikian juga hal itu bisa terjadi di dalam gereja.
Gereja bisa menjadi satu tempat yang sangat indah, banyak kegiatan, pelayanan, jemaat begitu ramai.
Tetapi jika di dalamnya ada perselisihan kelompok-kelompok dan sikap yang merasa kelompok saya yang paling benar maka kesatuan tubuh Kristus itu artinya sedang terluka, dan itulah yang terjadi di dalam jemaat Korintus.
Paulus mendengar bahwa ada perselisihan di antara mereka, ada yang berkata bahwa “Aku tuh dari golongan Paulus”, “Aku dari golongan Apolos”, “Aku dari golongan Kefas”, bahkan ada yang berkata "Aku dari golongan Kristus."
Di sini, mereka mulai saling menonjolkan siapa pemimpin mereka yang mereka ikuti daripada Kristus yang seharusnya menjadi pusat kehidupan mereka pada waktu itu.
Karena itu Paulus menegur mereka dengan begitu keras dan tajam yang kita bisa lihat dia katakan bahwa mereka harus sadar Kristus tidak terbagi-bagi.
Hal ini kita lihat ketika Paulus bertanya pada mereka di ayat:
1 Korintus 1:13
13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus?
Pertanyaan ini sederhana, tetapi sebenarnya memiliki makna yang sangat dalam. Di sini Paulus seolah-olah mau berkata kepada mereka, "Mengapa kalian terpecah karena manusia, sementara Kristus yang kalian sembah itu adalah satu?"
Nah, di sini Paulus tidak mau mengatakan bahwa Apolos atau Kefas adalah orang yang buruk atau pemimpin yang buruk, tidak, mereka adalah pelayan Tuhan yang baik.
Masalahnya bukan pada siapa yang melayani, tetapi di sini yang terjadi jemaat mulai mengagungkan manusia dibandingkan Kristus.
Jemaat lebih mengagumi pemimpin mereka melebihi mengagumi Kristus, dan jika hal ini terjadi, maka akan muncul kelompok-kelompok yang dapat memecah tubuh Kristus itu.
Kita harus ingat bahwa gereja bukan milik seseorang, pemimpin, pendeta, komisi atau sebuah kelompok, tetapi gereja itu adalah milik Kristus. Itu sebabnya Kristuslah yang harus menjadi pusatnya.
Nah, seharusnya kita sebagai tubuh Kristus tidak menganggap satu dengan yang lainnya itu sebagai saingan, tetapi sebagai saudara saudari di dalam satu tubuh Kristus.
Teguran yang kedua, di sini Rasul Paulus mau menyadarkan jemaat supaya mereka itu sadar bahwa kesatuan bukan berarti semuanya itu harus sama, enggak.
Di ayat 10 Paulus berkata, "Supaya jemaat itu seia sekata," bukan, “Supaya jemaat itu menjadi sama.”
Di sini memiliki pengertian mereka harus tahu bahwa yang paling utama adalah memiliki hati serta pikiran yang sama, bukan secara warna kulit atau punya hobi yang sama.
Tetapi mereka harus sadar mereka memiliki karakter yang berbeda atau berasal dari latar belakang yang berbeda, tapi sekalipun ada perbedaan, mereka itu adalah satu di dalam tubuh Kristus.
Contoh, kita melihat pada tubuh kita banyak anggota, tangan, kaki, telinga, mata, tetapi tangan tidak harus menjadi kaki, mata tidak harus menjadi telinga, bukan? Nah, hal ini menunjukkan bahwa kesatuan bukan berarti keseragaman.
Kita boleh berbeda usia, latar belakang, karakter, cara pikir, bahkan mungkin pendidikan, tetapi di tengah perbedaan yang ada, ada satu yang menyatukan kita, yaitu Kristus yang adalah Tuhan kita.
Kita bisa bayangkan kalau sebuah orkestra ada piano, biola, drum, gitar, masing-masing menghasilkan suara yang berbeda.
Tapi kalau seandainya mereka memainkan nadanya sendiri sesuka hati tanpa mengikuti arahan, maka orkestra itu akan menjadi kacau dan tidak indah untuk didengar, dan kita tidak bisa menikmatinya.
Itu sebabnya sebuah orkestra sekalipun alat-alat musiknya berbeda, tetapi harus mengikuti nada sesuai dengan arahan yang ada sehingga bisa menghasilkan suatu musik yang sangat indah.
Demikian juga dengan kehidupan kita di gereja. Kita tidak harus sama, tetapi kita dapat bersatu karena ada Kristus yang menjadi pusat di dalam kehidupan kita.
1. Jangan biarkan perpecahan, perselisihan terjadi karena keegoisan diri kita.
2. Tuhan menempatkan kita di dalam satu gereja, satu komunitas, untuk kita saling memperhatikan satu dengan yang lainnya.
Untuk kita boleh saling membangun di dalam kehidupan rohani bersama-sama sehingga keadaan kita, komunitas kita, gereja kita menjadi gereja yang dapat mempermuliakan Tuhan, karena Kristus yang menjadi pusat di dalam gereja kita, Kristus yang menjadi pusat utama di dalam komunitas kita.
Dengan demikian pasti Kristuslah yang akan dimuliakan dan kehidupan kita sebagai orang-orang percaya akan semakin menjadi berkat bagi banyak orang.
Kiranya Tuhan menolong kita untuk terus menjaga kesatuan dan persatuan di dalam tubuh Kristus, kita boleh seia sehati sepikir di dalam Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Paulus berkata, “Aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu.”
* Tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
Indahnya hidup rukun