Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 89:1-19
Kesetiaan TUHAN kepada Daud (part 1)
Ada banyak hal yang ternyata tidak sekuat yang kita bayangkan, contohnya kesehatan kita. Dulu kita merasa sehat dan kuat, tetapi kemudian memasuki usia di atas 40 tahun, kesehatan kita mulai menurun dan berubah.
Selain itu, ada banyak hal yang bisa berubah, seperti: keadaan ekonomi, hubungan dengan orang lain, dan rencana yang sudah disusun lama.
Oleh karena itu, jika rasa aman kita hanya dibangun atas keadaan yang terjadi dalam hidup kita, maka hati kita akan mudah berubah seiring perubahan keadaan.
Dalam Mazmur 89, pemazmur berkata ada satu hal yang tegak seperti langit, yaitu kesetiaan Tuhan.
Kita akan melihat bahwa kekuatan orang percaya bukan terletak pada kehidupan yang stabil, melainkan pada Allah yang tidak berubah.
Mazmur 89:1-19
1 Nyanyian pengajaran Etan, orang Ezrahi.
2 Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
3 Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
4 Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
5 Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
6 Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
7 Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi?
8 Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya.
9 Ya TUHAN, Allah semesta alam, siapakah seperti Engkau? Engkau kuat, ya TUHAN, dan kesetiaan-Mu ada di sekeliling-Mu.
10 Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut, pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya.
11 Engkaulah yang meremukkan Rahab seperti orang terbunuh, dengan lengan-Mu yang kuat Engkau telah mencerai-beraikan musuh-Mu.
12 Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya.
13 Utara dan selatan, Engkaulah yang menciptakannya, Tabor dan Hermon bersorak-sorai karena nama-Mu.
14 Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu.
15 Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.
16 Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN, mereka hidup dalam cahaya wajah-Mu;
17 karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah.
18 Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.
19 Sebab perisai kita kepunyaan TUHAN, dan raja kita kepunyaan Yang Kudus Israel.
Ketika sebuah bangunan didirikan, bagian yang paling menentukan bukan warna cat, jendela, atau dekorasi, melainkan struktur yang menopang bangunan.
Saat ada angin besar menerpa, bagian luar mungkin mengalami kerusakan, tetapi selama strukturnya tetap kokoh, bangunan itu akan tetap berdiri.
Demikian pula dengan kehidupan iman kita. Pertanyaannya bukan apakah kita akan mengalami angin yang kencang, karena cepat atau lambat setiap kita pasti akan mengalaminya.
Pertanyaan yang lebih penting adalah di atas apa kehidupan kita berdiri?
Mazmur 89 ditulis oleh Etan, orang Ezrahi. Bagian pertama dimulai dengan sebuah keputusan.
Mazmur 89:2
2 Aku hendak menyanyikan kasih setia TUHAN selama-lamanya, hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun.
Pemazmur tidak berkata, “Aku akan menyanyi kalau keadaan sedang baik,” melainkan, “Aku hendak menyanyikan.” Ini adalah keputusan untuk menjadikan kesetiaan Tuhan sebagai isi pujiannya.
Bahkan, ia berkata, “hendak memperkenalkan kesetiaan-Mu dengan mulutku turun-temurun” yang berarti bahwa kesetiaan Tuhan bukan sesuatu yang ia nikmati sendiri.
Ia ingin generasi selanjutnya juga mengenal Allah yang sama.
Pemazmur memberikan gambaran yang luar biasa, yaitu: kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Generasi manusia datang dan pergi. Raja-raja itu bangkit dan jatuh. Kerajaan berdiri kemudian runtuh.
Akan tetapi, langit tetap terbentang di atas manusia dari generasi ke generasi. Demikianlah pemazmur menggambarkan kesetiaan Tuhan.
Kemudian ia mengingat perjanjian Tuhan dengan Daud.
Mazmur 89:5
5 Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
Janji ini sangat penting bagi bangsa Israel. Mereka percaya bahwa Tuhan sendiri telah berjanji untuk memelihara keturunan Daud.
Hal yang menarik adalah, pemazmur tidak langsung membahas keadaan kerajaan. Ia lebih dulu berbicara tentang siapa Allah yang memberikan janji itu.
Ayat 7 bertanya, “Siapakah di awan-awan yang sejajar dengan Tuhan?” Jawabannya, tentu tidak ada. Tidak ada sesuatupun yang dapat dibandingkan dengan Allah.
Kemudian pemazmur berbicara tentang kuasa Tuhan atas laut.
Mazmur 89:10
10 Engkaulah yang memerintah kecongkakan laut, pada waktu naik gelombang-gelombangnya, Engkau juga yang meredakannya.
Bagi bangsa-bangsa saat itu, laut sering menjadi gambaran kekacauan dan kekuatan yang tidak dapat dikendalikan manusia.
Akan tetapi, bagi Allah laut bukanlah ancaman. Dia memerintah atasnya, bahkan gelombang pun tunduk kepada-Nya.
Lalu pemazmur memperluas pandangannya.
Mazmur 89:12
12 Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya.
Mengapa ini semua penting? Karena sebuah janji hanya sekuat orang yang memberikannya. Kalau seseorang berjanji tetapi tidak memiliki kemampuan untuk memenuhinya, maka janji itu tidak akan memberikan kepastian.
Akan tetapi, ketika Allah berjanji, Dia adalah Pencipta langit dan bumi, yang memiliki kuasa untuk menggenapi apa yang difirmankan-Nya.
Mazmur 89:15
15 Keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Mu, kasih dan kesetiaan berjalan di depan-Mu.
Namun, Allah bukan hanya kuat, tetapi Ia juga adil, penuh kasih, dan setia. Inilah keseimbangan yang indah di dalam karakter Allah. Dia berkuasa tetapi tidak sewenang-wenang. Dia adil. Dia benar. Dia penuh kasih. Dia setia.
Oleh karena itu, kita sebagai orang-orang percaya dapat bersukacita di dalam Dia.
Ayat 16 berkata,”Berbahagialah bangsa yang tahu bersorak-sorai,“ Mengapa mereka berbahagia? Bukan karena mereka mempunyai kehidupan yang mudah, tetapi karena mereka hidup di dalam cahaya wajah Tuhan.
Kebahagiaan orang percaya terletak pada kenyataan bahwa mereka hidup di dalam perkenanan dan kehadiran Allah.
Hari ini, mari kita memilih satu janji Tuhan dalam firman-Nya yang mungkin sedang kita perlukan. Lalu peganglah janji itu berdasarkan karakter Allah, bukan berdasarkan keadaan.
Ketika keadaan membuat kita ragu, jangan hanya bertanya, “Apakah keadaan ini memungkinkan?” Tetapi tanyakan juga, “Siapa Allah yang memberikan janji itu kepada setiap kita?”
Dia adalah Allah yang memiliki langit dan bumi. Dia adalah Allah yang memerintah gelombang. Dia adalah Allah yang takhta-Nya berdiri di atas keadilan, dan kesetiaan-Nya tegak seperti langit.
Keadaan dapat berubah, tetapi karakter Allah tidak akan berubah. Mazmur 89 lebih dahulu berbicara panjang tentang karakter Allah sebelum nantinya berbicara tentang pergumulan umat-Nya.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Ketika kehidupan mulai berguncang, kita perlu terlebih dahulu mengetahui siapa Allah yang kita percayai.
Jika pengenalan kita akan Tuhan hanya dibangun ketika semuanya berjalan dengan baik, iman kita akan mudah runtuh ketika kesulitan datang. Tetapi jika kita mengenal Tuhan yang setia, kita akan mempunyai dasar yang kokoh untuk berdiri.
Bagi kita yang hidup sesudah kedatangan Kristus, janji kepada Daud memiliki makna yang semakin jelas.
Kerajaan Daud tidak mencapai puncaknya pada masa pemerintahan raja manusia biasa, tetapi digenapi di dalam Yesus Kristus, Anak Daud, Raja yang kerajaan-Nya tidak pernah berkesudahan.
2. Tetaplah percaya, memegang janji Tuhan karena Dia adalah Allah yang setia.
Doakan dan renungkan
* Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta isinya Engkaulah yang mendasarkannya.
* Kekuatan orang percaya bukan terletak pada kehidupan yang stabil melainkan pada Allah, Pencipta dan Pemilik alam semesta.
Allah yang ku percaya