Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 87:1-7
Sion, kota Allah
Ada pertanyaan sederhana yang setiap kita sering mendapatkannya: Dari mana asal Saudara? Biasanya kita memberi jawaban nama kota, suku, daerah atau negara.
Tempat kelahiran menjadi identitas kita, bahkan dalam dokumen resmi, tetapi Mazmur 87 berbicara tentang identitas yang lebih dalam.
Pemazmur menggambarkan Allah mencatat nama manusia dan berkata: ini dilahirkan di sana.
Di Sion, kota Allah. Mazmur mengajarkan bahwa bagi umat Tuhan, ada identitas yang lebih besar dari suku, sosial atau kebangsaan kita. Kita adalah bagian dari umat milik Allah.
Mazmur 87:1-7
Sion, kota Allah
1 Mazmur bani Korah: suatu nyanyian. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
2 TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
4 Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: “Ini dilahirkan di sana.”
5 Tetapi tentang Sion dikatakan: “Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya,” dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
6 TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: “Ini dilahirkan di sana.” Sela
7 Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: “Segala mata airku ada di dalammu.”
Dalam sebuah keluarga, seorang anak angkat lahir dari orang tua dan tempat yang berbeda, namun ketika secara resmi diterima di sebuah keluarga, ia mendapat identitas yang baru.
Ia mempunyai rumah, keluarga, tempat di meja makan.Yang terutama ia dapat berkata: “Saya adalah bagian dari keluarga ini.”
Masa lalunya tidak dihapus, asal usulnya tetap ada, tetapi sekarang ia memiliki sebuah identitas dan tempat untuk pulang.
Gambaran seperti ini menolong kita untuk memahami keindahan dari Mazmur 87.
Mazmur 87:1
Dimulai dengan Sion, di gunung-gunung yang kudus, ada kota yang dibangunkan-Nya. Sion menunjuk kepada Yerusalem, kota yang memiliki tempat khusus dalam sejarah umat Allah.
Mazmur 87:2
Sion begitu istimewa bukan karena letak geografis atau bangunannya, melainkan karena Allah memilih tempat itu untuk menyatakan kehadiran-Nya di tengah-tengah umat-Nya.
Mazmur 87:3
Hal-hal kemuliaan kota Sion.
Mazmur 87:4
Ada arah yang mengejutkan, Allah mulai menyebut bangsa-bangsa lain. Ada Rahab, sebutan puitis untuk Mesir. Ada Babel, Filistea, Tirus dan Etiopia.
Yang menarik, beberapa bangsa ini pernah menjadi musuh Israel. Mesir pernah memperbudak Israel, Babel dikenal sebagai bangsa yang menghancurkan Yerusalem, Filistea berulang kali berperang dengan Israel.
Namun Tuhan berkata tentang mereka: “Ini dilahirkan di sana.” Mengejutkan, orang-orang yang sebelumnya dianggap berada di luar umat perjanjian, sekarang digambarkan sebagai orang-orang yang mempunyai kekeluargaan di Sion.
Mazmur memberi pandangan yang luas tentang rencana Allah, sejak Perjanjian Lama, hati Allah bukan hanya untuk satu bangsa, Allah sedang mengarahkan sejarah kepada satu hari, ketika bangsa-bangsa datang dan mengenal Allah yang benar.
Mazmur 87:5
Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya. Ada sesuatu yang personal dalam kalimat ini. Allah tidak hanya melihat kerumunan banyak orang. Dia mengenal setiap pribadi, Dia mengetahui setiap nama.
Mazmur 87:6
Tuhan menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa. Ini dilahirkan di sana. Seolah-olah Tuhan membuka sebuah daftar keluarga dan mencatat satu demi satu.
Bagi orang percaya, gambaran ini menemukan penggenapan yang lebih penuh di dalam Kristus, melalui Yesus orang-orang dari berbagai bangsa, suku, bahasa dan latar belakang dipersatukan menjadi umat Allah.
Kita datang dengan sejarah, budaya, pendidikan, kondisi ekonomi, latar belakang yang berbeda, tetapi di dalam Kristus kita menerima identitas yang sama yaitu kita adalah milik Allah.
Mazmur 87:7
Karena itu Mazmur 87 ditutup bukan dengan kesedihan, tetapi dengan pesta. Orang menyanyi dan menari dan berkata: segala mata airku ada di dalammu.
Sion digambarkan sebagai tempat sumber kehidupan dan sukacita. Identitas sebagai umat Allah bukanlah beban, itu adalah alasan untuk bersukacita.
Pesan Firman Tuhan:
1. Mari kita belajar untuk melihat sesama orang percaya melalui identitas mereka di dalam Kristus.
Mungkin mudah bagi kita untuk membuat kelompok berdasarkan usia, suku, pendidikan, status ekonomi, cara berpikir bahkan selera dalam beribadah, namun Mazmur 87 ini memperlihatkan sebuah kota yang ditempati oleh orang-orang dari berbagai bangsa yang berbeda.
2. Kita pun dipanggil untuk menerima Saudara seiman kita sebagai sebuah keluarga.
Mungkin ada orang di gereja yang sangat berbeda dengan kita, jangan berhenti pada perbedaan. Ingatlah jika ia berada di dalam Kristus, namanya dan nama kita berada dalam satu keluarga yang sama.
Dunia sering menentukan seseorang berdasarkan asal usulnya, pencapaiannya, apa yang dimiliki, kedudukan, kekuasaan, tetapi Tuhan memberikan identitas yang jauh lebih kokoh. Dia mengenal kita seorang demi seorang.
Dan demi Kristus kita diterima menjadi bagian dari umat pilihan-Nya.
Suatu hari umat dari segala bangsa akan berdiri bersama-sama di hadapan Allah, tidak lagi dipisahkan oleh status, tidak lagi dibatasi oleh suku, tidak lagi dibedakan oleh latar belakang kita.
Semua bersukacita karena memiliki satu Tuhan, satu keselamatan di dalam Kristus.
Doakan dan renungkan
* Dunia memandang dan memberi identitas orang berdasarkan asal usul, pencapaian, kedudukan dan kekuasaan.
* Tetapi Tuhan memberikan identitas di dalam Kristus, dan Dia mengenal kita seorang demi seorang.
Identitas dari Tuhan