Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 86:11-17
Doa Minta Pertolongan (Part 2)
Dalam hidup di zaman ini perhatian kita sangat mudah teralihkan.
Ketika sedang berbicara dengan seseorang, perhatian kita bisa teralihkan karena ada notif di handphone,
atau mungkin saat ibadah tiba-tiba terpikir pekerjaan atau rencana habis ini mau makan apa, mau pergi ke mana,
atau saat berdoa, hati kita dipenuhi oleh kekhawatiran sehingga kita tidak fokus lagi berdoa.
Kehidupan yang terpecah bukan hanya terjadi di dalam aktivitas sehari-hari, tetapi juga di dalam kehidupan kerohanian kita.
Kita mengasihi Tuhan, kita mencintai Tuhan, tetapi pada saat yang sama hati kita juga mudah ditarik oleh ambisi, kekhawatiran, kenyamanan, atau keinginan-keinginan yang lain.
Oleh karena itu doa Daud di dalam Mazmur 86 menjadi sangat relevan. Mari kita melanjutkan pembacaan kita dari:
Mazmur 86:11-17
86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
86:12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;
86:13 sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.
86:14 Ya Allah, orang-orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku, dan gerombolan orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku, dan tidak mempedulikan Engkau.
86:15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.
86:16 Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan!
86:17 Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.
Sinar matahari yang menyebar terasa hangat tetapi tidak membakar apapun, namun ketika sinar itu dikumpulkan melalui sebuah kaca pembesar, panasnya menjadi begitu terfokus hingga pada akhirnya mampu menyalakan api.
Bukan karena cahayanya bertambah, melainkan karena cahayanya tidak lagi menyebar ke mana-mana.
Begitu juga dengan hati manusia, hati yang terbagi ke banyak arah akan kehilangan kekuatan, tetapi hati yang terarah kepada Tuhan akan memiliki keteguhan dalam menjalani kehidupan.
Setelah bagian yang pertama Mazmur 86, Daud memohon agar Tuhan mendengar doanya. Kini dia memanjatkan permohonan yang lebih dalam:
Mazmur 86:11
86:11 Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu
Menarik bahwa Daud tidak mulai dengan meminta jalan keluar dari musuh-musuhnya, ia terlebih dahulu meminta supaya Tuhan menunjukkan jalan-Nya.
Daud sadar bahwa kebutuhan terbesar manusia bukan sekedar keluar dari masalah, tetapi bagaimana berjalan di jalan yang benar.
Kemudian di sini Daud melanjutkan supaya aku bisa hidup seturut kebenaran-Mu. Bagi Daud, mengenal kehendak Tuhan harus diikuti dengan sebuah ketaatan.
Pengetahuan tanpa ketaatan tidak akan mengubah apa-apa, tidak akan mengubah hidup.
Lalu muncullah doa yang sangat terkenal, “Bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.” Saudara, ungkapan ini bisa diterjemahkan sebagai permohonan supaya Tuhan memberikan hati yang utuh yang tidak bercabang dan tidak terbagi.
Daud mengenal dirinya sendiri, ia tahu betapa mudah hati manusia itu bercabang dan terpecah-pecah.
Hari ini percaya, hari ini begitu yakin, hari ini begitu teguh, tetapi besok mulai meragukan.
Hari ini mengutamakan Tuhan, Tuhan nomor satu, besok kita mengejar hal-hal yang lain dan melupakan Tuhan, karena itu Daud tidak mengandalkan kekuatannya sendiri, ia meminta Tuhan untuk membentuk hatinya.
Sesudah itu Daud berkata:
Mazmur 86:12
86:12 Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;
Perhatikan hubungan kedua ayat ini. Hati yang telah dipersatukan bagi Tuhan akan menjadi hati yang penuh syukur. Kemudian Daud kembali menggambarkan ancaman yang sedang dihadapinya.
Orang-orang angkuh menyerangnya, mereka ingin mencabut nyawanya, tetapi di sini fokus Daud segera kembali kepada karakter Allah:
Mazmur 86:15
86:15 Tetapi Engkau, ya Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih dan setia.
Saudara ini adalah salah satu pengakuan iman yang indah dan menarik. Daud tidak membiarkan ancaman musuh itu mendefinisikan siapa Allah, sebaliknya dia membiarkan karakter Allah itu menentukan bagaimana ia memandang masalahnya.
Di bagian akhir Daud itu meminta:
Mazmur 86:17
86:17 Lakukanlah kepadaku suatu tanda kebaikan, supaya orang-orang yang membenci aku melihat dengan malu, bahwa Engkau, ya TUHAN, telah menolong dan menghiburkan aku.
Saudara, Daud bukan sedang meminta mukjizat demi membuktikan keberadaan Tuhan, tetapi Daud memohon supaya melalui pertolongan Tuhan, orang-orang dapat melihat bahwa Allah benar-benar menolong dan menghibur hamba-Nya.
Dengan kata lain, Daud ingin hidupnya itu menjadi kesaksian bagi banyak orang tentang siapa itu Allah, tentang kasih Allah, tentang kebaikan Allah.
Hari ini mari kita membawa doa Daud menjadi doa pribadi kita, “Tuhan bulatkanlah hatiku”
Mungkin hati kita sedang terpecah oleh banyak hal, kesibukan yang menyita perhatian, kekhawatiran tentang masa depan, keinginan untuk diakui, atau mungkin dosa yang diam-diam menguasai hati kita.
Mari mintalah kepada Tuhan supaya Dia menyatukan kembali hati kita sehingga Kristus menjadi pusat dari setiap keputusan, dari setiap impian kita, dari setiap langkah hidup kita.
1. Ketika hati kita utuh bagi Tuhan, kita akan lebih mudah mengenali kehendak Tuhan dan menjalani hidup dengan damai bersama Tuhan.
2. Allah tidak mencari hati yang sempurna, tetapi hati yang sungguh-sungguh tertuju kepada-Nya.
Daud memahami bahwa kemenangan rohani tidak dimulai dari kekuatan tangan, tetapi dari hati yang sepenuhnya mengandalkan Tuhan.
Kiranya doa ini terus menjadi doa setiap kita setiap hari, “Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, Bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.”
Saudara, hati yang utuh bagi Tuhan akan tetap teguh sekalipun dunia di sekelilingnya terus berusaha menariknya ke berbagai arah. Kiranya Tuhan boleh menolong dan memberkati setiap kita.
Doakan dan renungkan
* Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.
* Mungkin hati kita sedang terpecah oleh banyak hal; kesibukan, kekhawatiran atau dosa.
Mari minta kepada Tuhan supaya Dia menyatukan kembali hati kita, bulat mencariNya.
Bulatkanlah hatiku