Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 86:1-10
Doa Minta Pertolongan (Part 1)
Salah satu pengalaman yang mungkin buat kita sendiri kecewa, adalah ketika kita berbicara atau bercerita, tetapi tidak ada yang mau mendengarkan. Pasti menyebalkan.
Kita berusaha menjelaskan keadaan kita. Kita menceritakan pengalaman kita. Tetapi, orang lain tidak mau mendengarkan, atau tidak memahami.
Kita berharap ada orang yang peduli, tetapi yang kita temui justru keheningan. Pengalaman seperti itu membuat seseorang akhirnya merasa sendirian.
Namun, Daud mengajarkan sesuatu yang sangat menghibur dalam Mazmur 86. Ketika tidak ada seorang pun yang mampu menolong, ia datang kepada Tuhan dengan keyakinan, bahwa Allah selalu mendengar doanya.
Mari, kita membaca Mazmur 86 di bawah ini:
Mazmur 86:1-10 Doa Minta Pertolongan; Part 1
1 Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.
2 Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
3 Engkau adalah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah aku berseru sepanjang hari.
4 Buatlah jiwa hamba-Mu bersukacita, sebab kepada-Mulah, ya Tuhan, kuangkat jiwaku.
5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
6 Pasanglah telinga kepada doaku, ya TUHAN, dan perhatikanlah suara permohonanku.
7 Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
8 Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.
9 Segala bangsa yang Kaujadikan akan datang sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan akan memuliakan nama-Mu.
10 Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Seorang anak kecil biasanya memiliki kebiasaan sederhana. Ketika ia mungkin mengalami masalah atau kesulitan, ia akan segera mencari ayah atau ibunya, atau orang dewasa yang dekat dengannya.
Ia tidak memikirkan, apakah masalahnya terlalu kecil atau terlalu besar. Ia percaya, bahwa orang tuanya akan mendengarkan. Kepercayaan itulah yang membuatnya berani datang.
Hubungan seperti itu, seharusnya juga kita miliki dengan Tuhan. Bukan karena semua persoalan pasti langsung selesai, tetapi karena kita tahu kepada siapa kita datang.
Mazmur 86 adalah doa pribadi dari Daud. Berbeda dengan beberapa Mazmur sebelumnya, yang berbicara tentang bangsa Israel. Di sini kita mendengar isi hati seorang pribadi, yang sedang berada dalam kesesakan.
Dia memulai doanya dengan berkata,“… sendengkanlah telinga-Mu, ya Tuhan,..”
Mazmur 86:1
Doa Daud. Sendengkanlah telinga-Mu, ya TUHAN, jawablah aku, sebab sengsara dan miskin aku.
Ungkapan “sengsara dan miskin”, bukan berbicara tentang keadaan ekonomi. Daud sedang mengakui, bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan untuk menghadapi keadaan yang sedang ia alami.
Karena itu, ia datang kepada Tuhan bukan dengan rasa percaya diri, melainkan dengan kerendahan hati.
Mazmur 86:2
Peliharalah nyawaku, sebab aku orang yang Kaukasihi, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya kepada-Mu.
Menarik, bahwa ditengah-tengah pergumulannya, Daud tetap menyebut dirinya hamba Tuhan.
Artinya, ia tidak hanya mencari pertolongan Tuhan ketika mengalami kesulitan. Ia tetap melihat dirinya sebagai milik Tuhan.
Kemudian di ayat 3-4, kita melihat sikap doa Daud. Ia berseru kepada Tuhan sepanjang hari. Ia mengangkat jiwanya kepada Tuhan.
Ini bukan doa yang terburu-buru atau yang tergesa-gesa. Ini adalah kehidupan yang terus bergantung kepada Allah.
Mengapa Daud begitu yakin untuk datang kepada Tuhan? Jawabannya ada di ayat selanjutnya.
Mazmur 86:5
Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu.
Di sini keyakinan Daudtidakdidasarkan kepada dirinya sendiri, yang mungkin baik, hebat, atau karena pencapaiannya. Iatidakberkata,”.. karena aku sudah hidup benar.” Tetapi, ia berkata, “.. karena Engkau baik, Tuhan baik.”
Dasar doa kita bukanlah prestasi rohani kita, melainkan karakter Allah itu sendiri. Dia baik, Dia suka mengampuni, Dia berlimpah kasih setia. Karena itulah, seharusnya kita berani datang kepada-Nya.
Ayat 7, Daud menyatakan sebuah keyakinan yang luar biasa.
Mazmur 86:7
Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
Perhatikan, iatidakberkata “… mungkin Engkau menjawab.” Daud mengenal Allah yang setia adalah Allah yang mendengar doa.
Jawaban Tuhan memang tidak selalu sesuai dengan waktu atau cara yang kita harapkan. Tetapi, Daud percaya, bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan seruan dari anak-anakNya.
Mazmur ini ditutup dengana pujian “Tidak ada seperti Engkau..”
Mazmur 86:8, 10
8 Tidak ada seperti Engkau di antara para allah, ya Tuhan, dan tidak ada seperti apa yang Kaubuat.
10 Sebab Engkau besar dan melakukan keajaiban-keajaiban; Engkau sendiri saja Allah.
Semakin Daud memandang kepada Tuhan, semakin kecil masalahnya dibandingkan dengan kebesaran Tuhan.
Doanya dimulai dengan kesesakan, tetapi diakhiri dengan sebuah penyembahan. Itulah yang sering kali terjadi, ketika kita sungguh-sungguh mencari Tuhan, dan datang kepada-Nya.
Walaupun keadaan itu masih sama, keadaan itu belum berubah, tetapi hati kita mulai dipenuhi oleh damai. Karena kita kembali mengingat siapa Allah, yang kita sembah.
Hari ini, jangan simpan pergumulan Saudara sendirian. Mungkin orang-orang di sekitar Saudara, tidak mau mendengar.
Mungkin orang-orang, yang Saudara kenal, teman, sahabat, atau keluarga, tidak peduli.
Tapi, kita tahu Tuhan kita peduli. Karena itu, bawalah kepada Tuhan dengan keyakinan, bahwa Dia mendengar. Bukan hanya mendengar, Dia menjawab, Dia akan menolong.
Mungkin selama ini Saudara berpikir, masalah saya terlalu kecil untuk dibawa kepada Tuhan. Atau sebaliknya, masalah saya terlalu besar untuk diselesaikan.
Pesan firman Tuhan bagi kita:
1. Tidak ada pergumulan yang terlalu kecil untuk didengar oleh kasih Tuhan.
2. Tidak ada persoalan yang terlalu besar bagi kuasa Allah.
Datanglah kepada-Nya dengan hati yang terbuka. Bukan karena kita layak untuk didengar, tetapi karena Dia adalah Bapa yang baik, yang penuh kasih setia.
Daud mengajarkan, bahwa doabukanlahpilihan terakhir setelah semua usaha kita gagal.
Doa adalah tempat pertama, di mana hati orang percaya harusnya datang. Sebab kita memiliki Allah, yang bukan hanya Mahakuasa, tetapi juga dekat dengan setiap anak-Nya.
Dia mendengar, Dia peduli, dan pada waktu-Nya yang sempurna, Dia akan menjawab.
Doakan dan renungkan
* Pada hari kesesakanku aku berseru kepada-Mu, sebab Engkau menjawab aku.
* Jika orang di sekitar Saudara tidak mau mendengar dan tidak peduli pada kesesakan Saudara,
bawalah kepada Tuhan dengan keyakinan bahwa Dia mendengar, dan Dia akan menolong.
Allahku sanggup dan peduli