Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 85:1-14
Doa mohon Israel dipulihkan
Kita mungkin senang dengar kata pemulihan. Orang sakit ingin dipulihkan kesehatannya. Keluarga yang retak ingin dipulihkan hubungannya. Gereja yang lesu ingin dipulihkan semangat pelayanannya.
Namun, sering kali kita berpikir bahwa pemulihan hanya terjadi ketika keadaan di luar berubah.
Mazmur 85 menunjukkan bahwa pemulihan sejati tidak dimulai dari perubahan situasi, melainkan dari Allah yang berbicara kepada umat-Nya.
Mazmur 85:1-14
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur bani Korah.
2 Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu, ya TUHAN, telah memulihkan keadaan Yakub.
3 Engkau telah mengampuni kesalahan umat-Mu, telah menutupi segala dosa mereka.
4 Engkau telah menyurutkan segala gemas-Mu, telah meredakan murka-Mu yang menyala-nyala.
5 Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.
6 Untuk selamanyakah Engkau murka atas kami dan melanjutkan murka-Mu turun-temurun?
7 Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?
8 Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!
9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
10 Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia, sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi, dan keadilan akan menjenguk dari langit.
13 Bahkan TUHAN akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya.
14 Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.
Saat alat elektronik mengalami gangguan, banyak orang mencoba memperbaikinya sendiri. Mereka mengganti bagian tertentu atau membersihkan bagian luar.
Namun, jika kerusakannya ada pada sistem utama, maka semua usaha itu tidak banyak menolong. Alat itu harusnya dikembalikan kepada pembuatnya, untuk diperiksa dan diperbaiki dengan benar.
Demikian juga dengan kehidupan kita, ada persoalan yang tidak dapat dipulihkan hanya dengan usaha manusia. Kita membutuhkan Tuhan, Sang Pencipta hidup kita untuk memulihkan kita dari akar persoalan.
Mazmur ini diawali dengan mengingat hal yang Tuhan lakukan: “Engkau telah berkenan kepada tanah-Mu… telah mengampuni kesalahan umat-Mu…”
Pemazmur memulai doanya dengan mengenang kasih karunia Allah. Ia mengingat bahwa Tuhan pernah memulihkan umat-Nya, mengampuni dosa mereka, dan meredakan murka.
Kenangan itu menjadi dasar pengharapan untuk masa kini. Oleh karena itu, ia berdoa: “Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami…”
Menariknya, pemazmur memahami bahwa kebutuhan terbesar mereka bukan sekadar perubahan keadaan, tetapi dipulihkan kembali hubungan mereka dengan Allah.
Lalu, muncul pertanyaan yang sangat manusiawi: “Apakah engkau tidak mau menghidupkan kami kembali sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?”
Pemazmur rindu agar sukacita yang hilang itu dipulihkan. Titik balik Mazmur ini ada pada ayat 9 “Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah Tuhan…”
Perhatikan perubahan sikapnya. Pada bagian awal, pemazmur berbicara kepada Tuhan; sekarang ia memilih diam dan mendengarkan Tuhan.
Sering kali di dalam doa kita, kita sibuk berbicara menyampaikan permohonan, sehingga kita lupa memberi ruang bagi Tuhan berbicara melalui firman-Nya.
Pemazmur mengatakan: “Bukankah ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya… supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?” Damai yang Tuhan berikan bukanlah izin untuk kembali hidup sembarangan.
Pemulihan selalu diikuti panggilan untuk hidup dengan cara yang berbeda. Hidup dengan cara yang baru seperti yang Tuhan kehendaki. Kemudian, Mazmur ini juga diututup dengan hal yang indah.
Kasih dan kesetiaan akan bertemu. Keadilan dan damai sejahtera, akan bercium-ciuman. Ini adalah gambaran puitis tentang karya Allah. Di dalam Dia, kasih tidak mengabaikan keadilan. Keadilan tidak menghancurkan kasih.
Semuanya berpadu dengan sempurna. Bagi kita yang hidup di dalam terang perjanjian baru, gambaran ini mencapai puncaknya di dalam Kristus Yesus.
Di atas kayu salib, kasih Allah dinyatakan dengan begitu sempurna ketika Kristus mati bagi setiap kita.
Pada hari yang ketiga, Ia bangkit. Pada saat yang sama, keadilan Allah juga ditegakkan karena dosa tidak dibiarkan begitu saja. Di dalam Kristus, kasih dan keadilan benar-benar bertemu.
Mazmur ini ditutup dengan keyakinan bahwa Tuhan akan memberikan kebaikan. Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya.
Artinya, ketika Tuhan memulihkan umat-Nya, Dia juga menuntun mereka berjalan di dalam jalan yang benar.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Jangan hanya datang kepada Tuhan untuk berbicara, melainkan untuk mendengarkan.
Sesudah berdoa, luangkan waktu untuk membaca Firman dengan hati yang terbuka. Tanyakan, “Tuhan, apa yang ingin Engkau ajarkan kepada saya hari ini?”
Sering kali jawaban yang kita cari tidak datang melalui keadaan yang langsung berubah, melainkan melalui Firman yang mengubah cara kita berpikir, mengambil keputusan, dan menjalani hidup.
2. Pemulihan yang paling dalam dimulai ketika kita kembali mau mendengarkan suara Tuhan.
Allah bukan hanya sanggup memulihkan masa lalu, tetapi Dia juga sanggup memperbarui hati kita hari ini.
Pemulihan itu dimulai ketika kita berhenti hanya berbicara kepada Tuhan. Lalu, dengan rendah hati, kita mau mendengarkan apa yang hendak difirmankan-Nya.
Hati yang mau mendengarkan Firman Tuhan adalah tanah yang paling subur bagi pemulihan sejati.
Kiranya setiap hari kita boleh semakin peka mendengar suara Tuhan dan membiarkan Firman-Nya terus membentuk kehidupan kita. Tuhan memberkati kita.
Doakan dan renungkan
* Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
* Hati yang mau mendengarkan Firman Tuhan adalah tanah yang paling subur bagi pemulihan sejati.
Aku mau mendengar