Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 19 September 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 82:1-8

Allah dalam sidang ilahi


Di dunia ini, tidak semua orang memiliki kekuatan yang sama, ada yang memiliki jabatan, kekayaan, pengaruh tertentu, namun ada juga yang tidak memiliki siapapun untuk membela mereka.


Anak-anak yang kehilangan orang tua, orang miskin yang diperlakukan tidak adil, orang yang suaranya tidak didengar karena tidak memiliki kuasa.


Mazmur 82 yang akan kita baca mengingatkan kita ketika manusia gagal menegakkan keadilan, Allah tidak akan tinggal diam.


Dia adalah hakim yang melihat setiap ketidakadilan dan berpihak kepada mereka yang tertindas.


Mazmur 82:1-8

Allah dalam sidang ilahi


1 Mazmur Asaf. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi:


2 “Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela


3 Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!


4 Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!”


5 Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi.


6 Aku sendiri telah berfirman: “ Kamu adalah allah, dan anak-anak Yang Mahatinggi kamu sekalian.


7 Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”


8 Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.


Dalam sebuah pertandingan olahraga, salah satu tugas dari wasit adalah melindungi pemain dari pelanggaran yang membahayakan. Seorang wasit yang baik tidak akan berpihak kepada tim yang lebih kuat.


Wasit seharusnya netral, ia akan memastikan setiap pemain diperlakukan dengan adil sesuai dengan aturan yang ada.


Jika wasit membiarkan pelanggaran terus terjadi, maka pertandingan akan berubah menjadi kekacauan.


Begitu pula dalam kehidupan, keadilan bukan hanya soal menghukum yang salah, tetapi juga melindungi mereka yang lemah. Itulah yang dilakukan oleh Allah kita.


Mazmur 82 dibuka dengan gambaran yang unik. Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.


Kata allah di ayat ini bukan menunjukkan ilah-ilah yang lain yang sejajar dengan Tuhan, banyak penafsir memahami bahwa yang dimaksud adalah para hakim atau pemimpin yang menerima tanggung jawab dari Allah untuk menegakkan keadilan di tengah-tengah umat-Nya.


Mereka diberi wewenang, dipercaya untuk memimpin, tetapi mereka gagal menjalankan tugasnya. Karena itu Allah bertanya:


Mazmur 82:2

“Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik? Sela


Inilah masalahnya, mereka menggunakan posisi mereka bukan untuk menegakkan kebenaran, tetapi untuk menguntungkan pihak yang kuat.


Di dalam Alkitab, ketidakadilan bukan hanya masalah sosial, ketidakadilan adalah masalah rohani karena bertentangan dengan karakter Allah.


Karena itu Tuhan menyatakan apa yang seharusnya mereka lakukan:


Mazmur 82:3

Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!


Perhatikan bagaimana Tuhan tidak meminta mereka untuk mengejar popularitas atau memperbesar kekuasaan.


Yang Tuhan kehendaki adalah supaya mereka mau memakai wewenang mereka untuk melindungi orang yang tidak mampu membela dirinya sendiri.


Mazmur 82:4

Luputkanlah orang yang lemah dan yang miskin, lepaskanlah mereka dari tangan orang fasik!”


Ini menunjukkan keadilan menurut Alkitab, bukan hanya berbicara tentang hukum yang benar, tetapi juga tindakan yang nyata untuk menolong mereka yang tertindas.


Mazmur 82:5

Mereka tidak tahu dan tidak mengerti apa-apa, dalam kegelapan mereka berjalan; goyanglah segala dasar bumi.


Ketika para pemimpin hidup tanpa hikmat dan takut akan Tuhan, akibatnya tidak hanya dirasakan mereka sendiri.


Goyanglah segala dasar bumi, artinya seluruh kehidupan masyarakat ikut terguncang ketika keadilan itu diabaikan.


Mazmur 82:7

Namun seperti manusia kamu akan mati dan seperti salah seorang pembesar kamu akan tewas.”


Mereka diberi otoritas, namun mereka tetap manusia yang suatu hari harus mempertanggungjawabkan setiap keputusan di hadapan Allah.


Pemazmur menutup dengan doa:


Mazmur 82:8

Bangunlah ya Allah, hakimilah bumi, sebab Engkaulah yang memiliki segala bangsa.


Inilah pengakuan bahwa pengharapan akhir setiap kita bukanlah kepada hakim, pemimpin atau pemerintah manapun.


Pengharapan kita adalah kepada Allah, hakim yang sempurna, yang tidak akan pernah memihak kepada siapapun.


Apakah ada orang yang Tuhan percayakan dalam hidup saya untuk saya bela dan perhatikan?


Mungkin bukan perkara besar, rekan kerja yang sering diabaikan, tetangga yang sedang dalam kesulitan, seorang anak yang membutuhkan perhatian, seorang lanjut usia yang merasa kesepian?


Menjadi murid Kristus bukan hanya tentang menghindari kejahatan dan dosa, tetapi juga belajar untuk menghadirkan keadilan dan kasih dalam tindakan-tindakan sederhana setiap harinya.


Ketika kita memilih untuk membela yang lemah, kita sedang mencerminkan hati Allah.


Mazmur 82 menunjukkan bahwa Allah sangat peduli terhadap keadilan dan melihat mereka yang terlupakan.


Dia mendengar suara mereka yang tidak didengar oleh dunia dan Dia memanggil setiap orang percaya untuk memiliki hati yang sama.


Kiranya di mana pun Tuhan menempatkan kita saat ini kita berada, kita menjadi pribadi yang membawa keadilan, belas kasihan, dan kasih Kristus kepada orang-orang di sekitar kita.


Doakan dan renungkan


* “Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim dan memihak kepada orang fasik?


* Berilah keadilan kepada orang yang lemah dan kepada anak yatim, belalah hak orang sengsara dan orang yang kekurangan!


Gunakan wewenang dengan benar