Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Jumat, 18 September 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 81:1-17

Nyanyian Pada Waktu Pembaruan Perjanjian.


Ada perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Seseorang atau setiap kita bisa mendengar suara tetapi tidak memperhatikannya.


Anak-anak mungkin mendengar orang tuanya berbicara, ngobrol, tetapi pikirannya sedang tertuju kepada tempat yang lain.


Begitu pula di dalam kehidupan kerohanian setiap kita, kita bisa saja mendengar firman Tuhan setiap minggu, membaca Alkitab setiap hari, bahkan menghafalkan ayat-ayat firman Tuhan.


Namun pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kita sungguh-sungguh mendengarkan Tuhan?


Mazmur 81 mengajak kita melihat bahwa persoalan terbesar Israel bukan kurangnya pernyataan dari Allah justru Allah telah berbicara dengan jelas kepada mereka, persoalannya adalah mereka tidak mau mendengarkan.


Mari kita bersama-sama memperhatikan Mazmur 81.


Mazmur 81:1-17


81:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Dari Asaf.


81:2 Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita, bersorak-soraklah bagi Allah Yakub.


81:3 Angkatlah lagu, bunyikanlah rebana, kecapi yang merdu, diiringi gambus.


81:34 Tiuplah sangkakala pada bulan baru, pada bulan purnama, pada hari raya kita.


81:5 Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub.


81:6 Sebagai suatu peringatan bagi Yusuf ditetapkan-Nya hal itu, pada waktu Ia maju melawan tanah Mesir. Aku mendengar bahasa yang tidak kukenal:


81:7 "Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;


81:8 dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela


81:9 Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!


81:10 Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.


81:11 Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.


81:12 Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.


81:13 Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!


81:14 Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!


81:15 Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.


81:16 Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya.


81:17 Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya."


Di dalam mobil modern sering terdengar bunyi peringatan ketika pengemudi lupa untuk mengenakan sabuk pengaman. Bunyi itu memang terdengar berulang-ulang dan kadang kita merasa terganggu, betul?


Sebenarnya bunyi itu bukan untuk menghukum, bunyi itu dibuat untuk melindungi setiap kita, memastikan kita menggunakan sabuk pengaman itu.


Masalah muncul ketika seseorang memilih untuk mengabaikannya. Pada akhirnya terbiasa mendengar bunyi itu, tetapi tidak lagi menanggapinya.


Begitulah hati manusia terhadap suara Tuhan semakin sering diabaikan, semakin mudah kita menjadi kebal terhadap apa yang Tuhan katakan.


Mazmur 81 dimulai dengan suasana yang sukacita, digambarkan umat itu diajak bersorak-sorai, alat-alat musik itu dimainkan, sangkakala ditiup sebagai tanda hari raya.


Semua ini menunjukkan bahwa ibadah kepada Tuhan adalah sebuah perayaan akan karya penyelamatan-Nya.


Lalu Tuhan sendiri mengingatkan umat-Nya akan apa yang telah dilakukan-Nya bahwa Tuhan telah mengangkat beban dari bahunya,


“..dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau,” Tuhan juga mengingatkan bagaimana Dia membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir.


Ia bukan Allah yang jauh, Ia adalah Allah yang mendengar seruan umat-Nya dan bertindak, namun setelah mengingatkan kasih-Nya, Tuhan memberikan sebuah panggilan.


Mazmur 81:9-13


81:9 Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!


81:10 Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.


81:11 Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.


81:12 Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.


81:13 Sebab itu Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!


“Dengarlah hai umat-Ku” Kalimat ini menjadi pusat dari seluruh Mazmur. Tuhan tidak sedang mencari ritual yang lebih megah, Ia mencari hati setiap kita yang mau mendengarkan.


Kemudian Tuhan mengulangi hukum yang paling dasar, “Janganlah ada allah lain. Janganlah engkau menyembah kepada allah asing”


Mengapa Tuhan mengatakan ini? Karena setiap kali Israel itu berhenti mendengarkan Tuhan, mereka pada akhirnya mulai mendengarkan suara-suara yang lain.


Suara dari bangsa-bangsa di sekitar mereka, berhala-berhala yang ada di sekeliling mereka, suara budaya di sekitar mereka, suara keinginan hati mereka sendiri.


Tuhan berkata, "Bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh." Ini adalah undangan yang luar biasa.


Allah ingin memberkati umat-Nya, Dia ingin mencukupi mereka, namun dikatakan di ayat berikutnya, "Umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku".


Masalahnya bukan karena Tuhan berhenti untuk berbicara, masalahnya adalah bangsa Israel yang berhenti untuk mendengar.


Dan akibatnya Allah membiarkan kedegilan hatinya. Ini merupakan salah satu bentuk disiplin yang Tuhan berikan kepada bangsa Israel.


Ini adalah sesuatu yang berat, bukan ketika Tuhan menghukum secara langsung, melainkan ketika Tuhan membiarkan seseorang itu berjalan mengikuti keinginan sendiri.


Hati yang keras pada akhirnya akan menuai akibat dari pilihannya, tapi kita tahu bahwa Tuhan Allah kita adalah Allah yang begitu baik, kasih Tuhan tetap terlihat di ayat:


Mazmur 81:14


81:14 Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan!


Kalimat ini memperlihatkan hati dari seorang bapak yang mengasihi anak-Nya. Tuhan tidak bersukacita melihat umat-Nya jatuh.


Sebaliknya Dia rindu untuk memberkati, dan melindungi mereka. Dia rindu untuk memberi mereka gandum yang terbaik, madu dari gunung batu, dan semua itu tersedia jika mereka mau mendengarkan suara-Nya.


Hari ini cobalah meluangkan beberapa menit untuk bertanya kepada diri kita sendiri. Adakah sesuatu yang Tuhan sudah lama minta kepada kita, tetapi kita terus tunda?


Mungkin itu tentang mengampuni seseorang, memperbaiki hubungan, meninggalkan dosa-dosa, terlibat di dalam pelayanan, memulai kembali kehidupan doa yang mulai terabaikan atau Tuhan terus berulang-ulang memanggil kita untuk melakukan apa yang Tuhan inginkan.


Seringkali kita meminta Tuhan untuk berbicara lebih banyak, padahal Dia masih menunggu kita untuk mentaati apa yang sudah lebih dahulu Dia katakan. Dia sedang menunggu kita untuk sungguh-sungguh mendengarkan.


  1. Ketaatan selalu dimulai dari kesediaan untuk mendengarkan.


Tuhan masih berbicara melalui firman-Nya, pertanyaannya bukan apakah Tuhan masih bersuara, tapi apakah kita masih memiliki hati yang mau mendengarkan?


Kiranya kita tidak menjadi seperti bangsa Israel yang menikmati berkat Tuhan, tetapi mengabaikan suara-Nya.


  1. Marilah kita memiliki hati yang lembut, yang cepat mendengar, dan segera mentaati setiap pimpinan dan tuntunan Tuhan.


Berkat terbesar bukan hanya mendengarkan suara Tuhan, tetapi memiliki hati yang bersedia untuk mentaati-Nya. Kiranya Tuhan memberkati setiap kita.



Doakan dan renungkan


* Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.


* Tuhan dengan berbagai cara terus berbicara kepada kita melalui firman-Nya. Apakah kita masih punya hati untuk mendengar?


Ketaatan dimulai dari hati