Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 17 September 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 80:9-20 Doa untuk Keselamatan Israel; Part 2


Setiap kita yang pernah menanam sesuatu pasti tahu, bahwa sebuah tanaman tidak akan bertumbuh dengan sendirinya.


Kita perlu menanamnya dengan baik, kemudian perlu disiram, diberi pupuk, dipelihara, memastikan dia kena matahari, dan dilindungi dari hama. Jikalau ada kutu, mungkin karena ada hama, kita akan bersihkan.


Semua ini membutuhkan perhatian yang terus menerus.


Di dalam Mazmur 80, pemazmur menggambarkan bangsa Israel sebagai sebuah batang pohon anggur, yang ditanam sendiri oleh Tuhan.


Gambaran ini mengingatkan, bahwa keberadaan umat Allah, bukanlah sebuah kebetulan. Mereka hidup karena dipilih, dipelihara dan diberi tempat oleh Tuhan.


Namun, muncul sebuah pertanyaan yang menyayat hati. Mengapa pohon yang sudah dirawat itu sekarang menjadi rusak?


Mari, kita bersama-sama melanjutkan pembacaan kita dari Mazmur 80 di bawah ini:


Mazmur 80:9-20 Doa untuk Keselamatan Israel; Part 2


(80-9) Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir, telah Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.


(80-10) Engkau telah menyediakan tempat bagi dia, maka berakarlah ia dalam-dalam dan memenuhi negeri;


(80-11) gunung-gunung terlindung oleh bayang-bayangnya, dan pohon-pohon aras Allah oleh cabang-cabangnya;


(80-12) dijulurkannya ranting-rantingnya sampai ke laut, dan pucuk-pucuknya sampai ke sungai Efrat.


(80-13) Mengapa Engkau melanda temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat?


(80-14) Babi hutan menggerogotinya dan binatang-binatang di padang memakannya.


(80-15) Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,


(80-16) batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!


(80-17) Mereka telah membakarnya dengan api dan menebangnya; biarlah mereka hilang lenyap oleh hardik wajah-Mu!


(80-18) Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu itu,


(80-19) maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu. Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.


(80-20) Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.


Di beberapa rumah ada tanaman yang sudah dirawat bertahun-tahun. Pemiliknya tahu kapan tanaman itu harus disiram, kapan harus diberi pupuk, dan kapan harus memangkas ranting-rantingnya.


Karena itu, ketika suatu hari tanaman itu tiba-tiba mulai layu, orang biasanya tidak langsung membuangnya.


Mereka akan mencari penyebabnya. Apakah tanahnya bermasalah? Apakah ada hama? Apakah kekurangan air, kekurangan unsur hara?


Kenapa? Karena tanaman itu berharga bagi pemiliknya. Demikian pula hubungan Tuhan dengan umat-Nya.


Ketika umat-Nya jatuh, Tuhan tidak memandang mereka sebagai sesuatu yang tidak berharga. Kenapa? Karena mereka tetap milik-Nya.


Pemazmur memakai gambaran yang sangat indah.


Mazmur 80:9


Telah Kauambil pohon anggur dari Mesir, telah Kauhalau bangsa-bangsa, lalu Kautanam pohon itu.


Pohon anggur itu adalah bangsa Israel.


Tuhan sendiri yang membebaskan mereka dari Mesir. Tuhan sendiri yang membawa mereka masuk ke dalam tanah perjanjian.


Tuhan sendiri yang memberikan mereka tempat, supaya mereka bisa berkembang dan bertumbuh.


Ayat-ayat berikutnya menggambarkan betapa suburnya pohon itu. Akarnya masuk ke dalam tanah, cabang-cabangnya menaungi gunung-gunung. Ranting-rantingnya menjulur sampai ke laut.


Ini melukiskan bagaimana Allah memberkati umat-Nya, sehingga mereka berkembang dan menikmati tanah yang memang Tuhan sudah janjikan.


Namun, tiba-tiba suasananya berubah. Pemazmur bertanya di ayat 13: Mengapa Engkau melanda temboknya, sehingga ia dipetik oleh setiap orang yang lewat?


Pagar pelindung itu seakan-akan telah dibuka. Babi hutan masuk menggrogoti pohon anggur. Binatang liar memakannya.


Gambaran ini menunjukkan, bahwa bangsa Israel sedang mengalami kehancuran. Bangsa-bangsa lain menyerang dan merusak mereka.


Di sini pemazmur tidak menyalahkan kekuatan musuh. Ia melihat, bahwa tanpa perlindungan Tuhan, umat Allah menjadi sangat rapuh.


Karena itu, doanya berubah menjadi permohonan.


Mazmur 80:15


Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini,


Ini adalah doa yang penuh dengan kerendahan hati. Pemazmur tidak meminta Tuhan menciptakan umat yang baru. Tetapi, ia memohon, agar Tuhan memulihkan apa yang telah Dia tanam.


Lalu pada ayat ke-18, muncul sebuah ungkapan yang menarik.


Mazmur 80:18


Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu itu,


Di dalam konteks awal, ungkapan ini menunjuk kepada pemimpin yang dipilih Allah bagi umat-Nya.


Namun, banyak penafsir juga melihat ayat ini, sebagai bayangan yang mengarah kepada Mesias, Tuhan Yesus.


Dalam perjanjian baru, Yesus berkata:


Yohanes 15:1


"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.


Jika Israel gagal menjadi pohon anggur, yang menghasilkan buah, maka Yesus adalah pokok angur yang sempurna.


Dan setiap orang yang tinggal di dalam Dia, akan menghasilkan buah bagi kemuliaan Allah.


Mazmur ini diakhiri dengan doa yang sudah kita dengar pada bagian sebelumnya.


Mazmur 80:20 Doa untuk Keselamatan Israel


Ya TUHAN, Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.


Pemulihan hanya mungkin terjadi ketika Tuhan sendiri kembali menyatakan kasih dan penyertaan-Nya.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1.
Mari, kita bertanya pada diri kita sendiri:Apakah saya masih hidup dekat dengan Sang Pokok Anggur?


Apakah kesibukan pelayanan, pekerjaan, hobi kita, rutinitias kita, bahkan rutinitas rohani kita, membuat kita perlahan-lahan jauh dari sumber kehidupan kita, yaitu Kristus?


2. Luangkanlah waktu untuk kembali membangun persekutuan, dan berelasi dengan Tuhan kita melalui doa, firman dan ketaatan setiap hari.


Buah kehidupan rohani tidak dihasilkan dengan memaksakan diri menjadi lebih baik.


Tetapi, dihasilkan dengan tetap tinggal di dalam Kristus.


Semakin kita dekat kepada Kristus, semakin nyata pula karakter Kristus bertumbuh dalam hidup setiap kita.


Mazmur ini mengingatkan, bahwa Tuhan adalah pribadi yang menanam, memelihara, dan merindukan umat-Nya untuk terus menghasilkan buah.


Ketika kita merasa lemah atau gagal, Dia tidak segera membuang kita. Dia mengundang kita untuk kembali kepada-Nya, supaya hidup kita bisa dipulihkan.


Doakan dan renungkan


* Buah kehidupan rohani tidak dihasilkan dengan memaksakan diri menjadi lebih baik.

Tetapi, dihasilkan dengan tinggal tetap dalam Kristus.


* Mari Luangkan waktu untuk membangun persekutuan dan berelasi dengan Tuhan setiap hari.


Tips untuk berbuah