Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 80:1-8
Doa untuk keselamatan Israel (part 1)
Ada kalanya di dalam hidup, kita tidak lagi membutuhkan sesuatu yang baru, yang kita butuhkan adalah pemulihan.
Hubungan yang mulai retak, semangat yang mulai pudar, dan iman yang sudah mulai lemah; mungkin perlu untuk dipulihkan.
Ada masa ketika sebuah keluarga, gereja, atau bangsa hanya bisa berseru, “Tuhan, kami tidak sanggup lagi. Pulihkanlah.”
Mazmur 80 lahir dari situasi seperti itu. Umat Allah sedang mengalami penderitaan, mereka merasa jauh dari masa-masa yang penuh dengan kedamaian sukacita yang pernah dialami.
Doa yang berulang kali dinaikkan bukan doa yang panjang dan rumit. Hanya satu kalimat yang sederhana, yaitu: “Ya Allah, pulihkanlah kami.”
Mazmur 80:1-8
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Kesaksian Asaf. Mazmur.
2 Hai gembala Israel, pasanglah telinga, Engkau yang menggiring Yusuf sebagai kawanan domba!
Ya Engkau, yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar
3 di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.
4 Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
5 TUHAN, Allah semesta alam, berapa lama lagi murka-Mu menyala sekalipun umat-Mu berdoa?
6 Engkau memberi mereka makan roti cucuran air mata, Engkau memberi mereka minum air mata berlimpah-limpah,
7 Engkau membuat kami menjadi pokok percederaan tetangga-tetangga kami, dan musuh-musuh kami mengolok-olok kami.
8 Ya Allah semesta alam, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
Pernahkah kita melihat sebuah taman yang dahulu indah, tapi lama-lama terbengkalai karena tidak ada yang merawat? Rumput liar mulai tumbuh. Tanaman mulai menjadi layu dan rusak.
Jalan setapak mulai tertutup dan rusak. Orang yang pernah melihat taman itu pada masa-masa indah akan berkata, “Sayang sekali, ya.” Namun, seorang tukang kebun akan berkata bahwa taman tersebut perlu diperbaiki.
Ia akan mulai membersihkan rumput-rumput liar, memangkas ranting yang mati, memperbaiki tanah dan jalan setapak yang rusak, serta menyirami tanaman.
Maka, sedikit demi sedikit taman itu akan mulai terlihat indah kembali. Pemulihan perbaikan membutuhkan proses. Semua akan dimulai ketika ada seorang yang peduli dan mulai bekerja.
Demikian pula dengan Tuhan, Dia sanggup memulihkan kehidupan yang terasa rusak sekalipun. Mazmur ini dibuka dengan sebuah seruan: “Hai gembala Israel, pasanglah telinga…”
Asaf tidak memanggil Tuhan sebagai raja atau hakim, melainkan sebagai gembala. Gambaran ini indah. Seorang gembala, mengenal domba-dombanya. Dia akan memperhatikan dan menuntun mereka.
Ketika ada domba tersesat atau terluka, maka seorang gembala yang baik tidak akan membiarkan begitu saja. Di tengah penderitaan, umat Allah mengingat bahwa mereka masih memiliki gembala yang setia dan baik.
Lalu, mereka berkata: “…Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.” Mereka tahu hanya Tuhan yang sanggup menolong dan mengubah keadaan yang dialami.
Bagian yang paling menonjol dalam Mazmur ini adalah kalimat yang diulang beberapa kali. Apa itu? Ya Allah, pulihkanlah kami. Buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.
Di dalam Alkitab, ungkapan “wajah-Mu bersinar” mengingatkan kita kepada berkat di dalam Bilangan 6. Ketika Musa diperintahkan memberkati bangsa Israel, Tuhan menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia.
Jadi, ketika pemazmur memohon agar wajah Tuhan bersinar, ia sedang meminta Tuhan kembali menyatakan kasih, penyertaan, dan perkenanan-Nya.
Bukan berarti Tuhan meninggalkan umat-Nya, tetapi di dalam penderitaan mereka merasakan seolah-olah wajah Tuhan itu tersembunyi. Ayat 5 dan 6 menggambarkan beratnya keadaan mereka.
Mereka berdoa tetapi merasa bahwa Tuhan masih marah dan murka. Mereka makan roti sambil bercucuran air mata dan meminum air mata berlimpah.
Ini adalah bahasa puisi yang menggambarkan penderitaan. Air mata menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, bangsa-bangsa di sekitar menjadikan mereka bahan olok-olok.
Namun, di tengah ratapan itu, pemazmur tidak kehilangan arah. Ia tidak mencari solusi di tempat yang lain dan tidak bersandar kepada kekuatan bangsa lain, melainkan kembali kepada Tuhan.
Ia berkata, “Pulihkanlah kami.” Doa ini menunjukkan bahwa pemazmur percaya hanya Allah yang mampu mengembalikan hal yang telah rusak.
Hari ini, mungkin ada satu bagian di dalam hidup kita yang membutuhkan pemulihan dari Tuhan.
Mungkin hubungan yang mulai renggang, semangat pelayanan yang mulai padam, kehidupan doa yang tidak lagi seperti dahulu, relasi yang sedang tidak baik.
Jangan terburu-buru mencari jalan keluar dengan kekuatan sendiri. Belajarlah mengucapkan doa yang sederhana, tetapi penuh iman: “Tuhan, pulihkanlah aku.”
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Pemulihan sejati bukan dimulai ketika keadaan itu berubah, tetapi ketika kita kembali datang kepada Sang Gembala yang baik itu, yaitu Tuhan Yesus.
Dia sanggup memulihkan hati, iman, keluarga, kehidupan, dan arah dari jalan kehidupan kita. Tidak ada keadaan yang terlalu rusak bagi kasih karunia Tuhan.
2. Mazmur 80 mengingatkan bahwa salah satu doa terindah yang dapat dinaikkan orang percaya, adalah memohon pemulihan dari Tuhan.
Saat kita menyadari keterbatasan kita dan memberikan ruang kepada Tuhan untuk bekerja, Dia adalah gembala yang tidak akan meninggalkan domba-dombaNya.
Dia adalah Allah yang masih sanggup menghidupkan kembali hal yang kita anggap sudah mati. Mari, kita datang kepada gembala kita yang baik.
Doakan dan renungkan
* Hari ini, mungkin ada yang membutuhkan pemulihan dari Tuhan atas relasi yang sudah retak, semangat pelayanan yang meredup dan kehidupan doa yang membeku.
* Belajarlah mengucapkan doa yang sederhana, tetapi penuh iman: “Tuhan, pulihkanlah saya”.
Tuhan pulihkanlah saya