Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 10 September 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 77:12-21

Perbuatan Allah di Masa Lampau (part 2)


Kemarin kita melihat pergumulan dari Asaf.


Dia berdoa, tetapi merasa Tuhan diam. Hatinya dipenuhi pertanyaan, bahkan dia bertanya, apakah kasih setia Tuhan sudah berubah?


Hari ini suasana Mazmur berubah. Bukan karena masalahnya langsung sudah selesai. Bukan karena keadaan tiba-tiba menjadi lebih baik. Tidak.


Perubahan itu terjadi karena Asaf mengambil sebuah keputusan penting. Dia memilih mengingat kembali apa yang Tuhan sudah lakukan.


Sering kali ketika hati dipenuhi kekuatiran, kita hanya mengingat masalah yang sedang kita hadapi. Iman bertumbuh, ketika kita juga mengingat terus kesetiaan Tuhan yang telah kita alami.


Mari kita bersama-sama membaca Mazmur 77 di bawah ini:


Mazmur 77:12-21 Perbuatan Allah di Masa Lampau


(77-12) Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.


(77-13) Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.


(77-14) Ya Allah, jalan-Mu adalah kudus! Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?


(77-15) Engkaulah Allah yang melakukan keajaiban; Engkau telah menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.


(77-16) Dengan lengan-Mu Engkau telah menebus umat-Mu, bani Yakub dan bani Yusuf. Sela


(77-17) Air telah melihat Engkau, ya Allah, air telah melihat Engkau, lalu menjadi gentar, bahkan samudera raya gemetar.


(77-18) Awan-awan mencurahkan air, awan-gemawan bergemuruh, bahkan anak-anak panah-Mu beterbangan.


(77-19) Deru guntur-Mu menggelinding, kilat-kilat menerangi dunia, bumi gemetar dan bergoncang.


(77-20) Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan.


(77-21) Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.


Di banyak rumah, orang menyimpan foto, atau arsip digital yang berisi momen-momen penting dalam kehidupan.


Mungkin Saudara juga menyimpannya. Di handphone ada foto-foto yang Saudara simpan sebagai kenangan.


Ketika melihat kembali foot-foto itu, kita teringat perjalanan yang telah dilalui. Kita mengingat momen-momen yang ada di foto tersebut.


Ada masa-masa sulit. Tetapi, ada juga banyak pertolongan, sukacita, dan penyertaan yang mungkin sudah terlupakan.


Kenangan tidak mengubah masa lalu. Namun, kenangan dapat mengubah cara kita memandang masa ini.


Demikian juga dalam kehidupan rohani. Mengingat karya Tuhan, tidak menghapus masalah. Tetapi, akan menguatkan iman kita untuk menghadapi masalah yang sedang berada di depan kita.


Dalam pergumulan yang panjang, Asaf berkata di ayat 77:12:


Mazmur 77:12

Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.


Di sini dikatakan “hendak”. Ini adalah keputusan Asaf. Ia tidak menunggu sampai perasaannya berubah terlebih dulu. Ia dengan sengaja mengarahkan pikirannya kepada karya-karya Allah.


Dia melanjutkan:


Mazmur 77:13

Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu.


Ada 3 (tiga) tindakan yang dilakukan Asaf, yaitu: mengingat, menyebut, dan merenungkan.


Asaf tidak membiarkan pikirannya terus dikuasai oleh kecemasan, kekuatiran, dan kegelisahan. Sebaliknya, ia memenuhi pikirannya dengan kesetiaan Tuhan.


Kemudian Asaf mengakui, Dia Allah, jalan-Mu adalah kudus. Allah manakah yang begitu besar seperti Allah kami?


Sebelumnya ia bertanya, apakah Tuhan telah berubah? Sekarang ia kembali mengakui siapa Allah sebenarnya. Tuhan tetap kudus. Tuhan tetap besar. Tuhan tetap melakukan keajaiban.


Kemudian Asaf mengingat salah satu karya terbesar dari Allah dalam sejarah bangsa Israel, yaitu pembebasan umat-Nya dari Mesir.


Asaf menggambarkan bagaimana laut itu bergoncang, ketika Allah bertindak. Awan mencurahkan hujan, guntur menggelagar, dan kilat menyambar.


Semua gambaran ini menunjukkan, bahwa seluruh alam tunduk kepada Sang Pencipta.


Bagian yang paling indah terdapat pada ayat 20.


Mazmur 77:20

Melalui laut jalan-Mu dan lorong-Mu melalui muka air yang luas, tetapi jejak-Mu tidak kelihatan.


Ketika Tuhan membelah laut Teberau, umat Israel dapat melihat jalan yang terbuka. Tetapi, mereka tidak melihat jejak kaki Tuhan.


Mereka melihat pekerjaan-Nya, tetapi tidak melihat bagaimana Tuhan bekerja. Begitu pula dalam hidup kita.


Sering kali, kita ingin Tuhan menjelaskan setiap langkah-langkah yang sedang Dia kerjakan. Namun, Tuhan tidak selalu memperlihatkan jejak-Nya.


Dia hanya meminta kita untuk percaya, bahwa Dia sedang memimpin.


Mazmur ini ditutup dengan gambaran yang penuh kehangatan.



Mazmur 77:21

Engkau telah menuntun umat-Mu seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun.


Berbicara tentang kuasa Allah yang mengguncang laut, dan mengguncang langit, Asaf mengingat Tuhan, sebagai gembala yang menuntun umat-Nya.


Allah yang Mahabesar, juga adalah Allah yang dekat dengan umat-Nya.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Mari kita melatih diri kita untuk terus mengingat akan kesetiaan Tuhan.


Ketika menghadapi pergumulan, cobalah untuk mengingat kembali, bagaimana Tuhan pernah menolong Saudara.


Kesaksian masa lalu menjadi kekuatan untuk menghadapi hari ini.


2. Mari terus kita percaya kepada Dia, meskipun kita tidak melihat seluruh rancangan Tuhan.


Ingatlah, bahwa Tuhan bukan hanya Mahakuasa, tetapi Dia adalah Gembala kita.


Dia bukan Allah yang jauh dan tidak peduli. Dia mengenal setiap langkah hidup kita. Dia menuntun kita dengan kasih, bahkan ketika jalan yang kita lalui terasa sulit.


Pergumulan memang dapat membuat kita lupa akan kebaikan Tuhan, karena itu mari kita belajar seperti Asaf.


Asaf tidak membiarkan masalah menjadi satu-satunya hal yang memenuhi pikirannya. Ia memilih mengingat karya-karya Tuhan. Dan ketika ia mengingat, imannya kembali dikuatkan.


Mari kita mengingat, Allah yang mau menjadi manusia, mati di atas kayu salib untuk menebus hidup kita dari dosa, dan Dia bangkit pada hari yang ketiga.


Dia adalah Allah yang begitu mengasihi kita. Allah yang begitu peduli pada kita. Allah yang selalu ada bersama kita.


Doakan dan renungkan


* Kenangan tidak mengubah masa lalu. Namun, kenangan dapat mengubah cara kita memandang masa ini. Ada masa sulit, ada banyak pertolongan, ada sukacita.


* Mengingat karya Tuhan tidak menghapus masalah. Tetapi, akan menguatkan iman kita untuk menghadapi masalah yang ada di depan kita.


Mengingat kesetiaan Tuhan