Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Senin, 07 September 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 75:1-11

Allah, Hakim yang adil


Salah satu hal yang menyakitkan dalam hidup adalah melihat ketidakadilan. Orang yang bekerja dengan jujur, tetapi tidak dihargai. Sebaliknya, orang yang berlaku curang justru tampak berhasil.


Keadaan ini sering membuat kita bertanya, “Apakah Tuhan melihat semuanya? Apakah Tuhan menyaksikan ini? Apakah Tuhan tahu apa yang terjadi?”


Mazmur 75 menjawab pertanyaan ini dengan tegas. Tuhan bukan hanya melihat segala sesuatu, tetapi Dia juga adalah Hakim yang adil.


Walau penghakiman-Nya tidak selalu terjadi secara cepat, Tuhan tidak pernah terlambat bertindak.


Mazmur 75:1-11


1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Mazmur Asaf. Nyanyian.


2 Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur, dan orang-orang yang menyerukan nama-Mu menceritakan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.


3 "Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.


4 Bumi hancur dan semua penduduknya; tetapi Akulah yang mengokohkan tiang-tiangnya." Sela


5 Aku berkata kepada pembual-pembual: "Jangan membual." Dan kepada orang-orang fasik: "Jangan meninggikan tanduk!


6 Jangan mengangkat tandukmu tinggi-tinggi, jangan berbicara dengan bertegang leher!"


7 Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,


8 tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.


9 Sebab sebuah piala ada di tangan TUHAN, berisi anggur berbuih, penuh campuran bumbu; Ia menuang dari situ; sungguh, ampasnya akan dihirup dan diminum oleh semua orang fasik di bumi.

10 Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya, aku hendak bermazmur bagi Allah Yakub.


11 Segala tanduk orang-orang fasik akan dihancurkan-Nya, tetapi tanduk-tanduk orang benar akan ditinggikan.


Di sebuah pertandingan olahraga, keputusan wasit sering kali diprotes oleh pemain atau penonton.


Dari sudut pandang tertentu, keputusan itu terlihat salah, tetapi ketika melihat kembali tayangan ulang dari berbagai sudut pandang, barulah terlihat apa yang sebenarnya terjadi.


Sebagai manusia, kita hanya melihat sebagian kecil dari kenyataan. Penilaian kita sering dipengaruhi oleh emosi, pengalaman, atau informasi yang terbatas. Namun, Tuhan melihat semuanya secara utuh.


Dia mengetahui apa yang tersembunyi dan motivasi hati, karena itu penghakiman-Nya selalu benar.


Mazmur ini diawali dengan ucapan syukur, “Kami bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kami bersyukur….


Sebelum berbicara tentang penghakiman, pemazmur terlebih dahulu memuji Tuhan dengan ucapan syukur. Ia percaya bahwa Allah layak disembah karena segala perbuatan-Nya yang ajaib.


Mazmur 75:3

"Apabila Aku menetapkan waktunya, Aku sendiri akan menghakimi dengan kebenaran.”


Kalimat ini mengingatkan bahwa Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri.


Sering kali kita mengingini agar keadilan terjadi secepatnya, namun Tuhan melihat seluruh perjalanan sejarah. Ketika waktu-Nya tiba, Dia akan bertindak dengan sempurna.


Mazmur 75:4

"Bumi hancur dan semua penduduknya; tetapi Akulah yang mengokohkan tiang-tiangnya."


Dunia mungkin terlihat tidak stabil, bangsa-bangsa bergejolak, ekonomi berubah dengan cepat, dan kehidupan terasa tidak pasti.


Tetapi, Tuhan berkata bahwa Dialah yang menopang semuanya. Dia tetap memegang kendali.


Tuhan juga mengingatkan orang-orang yang sombong untuk jangan membual dan jangan meninggikan tanduk.


Di dalam Alkitab, tanduk sering menjadi lambang kekuatan, kehormatan, dan kekuasaan.


Orang fasik merasa bahwa keberhasilan mereka berasal dari kemampuan mereka sendiri. Mereka meninggikan diri dan hidup tanpa takut kepada Allah.


Ayat 7-8 memberikan prinsip yang sangat penting, “Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim….


Hal ini berarti kedudukan, kehormatan, dan kesempatan pada akhirnya berada di tangan Tuhan.


Manusia dipanggil untuk bekerja dengan rajin dan bertanggung jawab sebagai bentuk usaha kita. Namun, hasil akhir atas semua itu berada di dalam kedaulatan Allah.


Penghakiman Tuhan seperti sebuah piala yang penuh anggur. Gambaran ini melambangkan murka Allah terhadap dosa.


Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari penghakiman-Nya jika terus hidup di dalam kefasikan tanpa pertobatan.


Walaupun demikian, mazmur ini ditutup dengan nada pengharapan. Pemazmur berkata, “Tetapi aku hendak bersorak-sorak untuk selama-lamanya….


Pemazmur memilih untuk memuji Tuhan karena dia percaya Allah yang akan meninggikan orang benar dan merendahkan kejahatan.


Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Percayalah pada waktu Tuhan;


Kala kita kecewa karena keadilan belum terlihat, mazmur ini mengingatkan bahwa Tuhan berkata, “Apabila Aku menetapkan waktunya.”


Tugas kita adalah tetap setia di saat Tuhan bekerja menurut waktu-Nya yang sempurna.


2. Jauhilah kesombongan, kita dipanggil untuk hidup rendah hati dan mengakui bahwa semua itu berasal dari Tuhan;


Segala kemampuan, kesempatan, dan keberhasilan adalah anugerah dari Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada alasan yang mendasari kita untuk meninggikan diri.


3. Tetaplah hidup benar meskipun dunia tampak tidak adil.

Orang percaya tidak hidup berdasarkan apa yang tampak hari ini, melainkan berdasarkan keyakinan kepada Allah yang adalah Hakim yang adil.


Kita tidak perlu membalas kejahatan dengan kejahatan, sebab Tuhan yang akan menyatakan keadilan-Nya.


Mazmur 75 ini mengingatkan bahwa tidak ada satu pun peristiwa yang terluput dari perhatian Tuhan.


Dia melihat setiap air mata kita. Dia mengetahui setiap ketidakadilan. Pada waktu-Nya, Ia akan bertindak dengan benar.


Doakan dan renungkan


* Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu,


* tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain.


Hak itu ditangan Tuhan