Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 68:20-36
Perarakan Kemenangan Allah (Part 2).
Setiap kita yang meraih kemenangan pasti senang atau bersukacita, misalnya menang dalam perlombaan atau pertandingan.
Hari Senin lalu tanggal 20 Juli ada pertandingan sepak bola final, yaitu Argentina melawan Spanyol, dan kita tahu pertandingan itu dimenangkan oleh Spanyol.
Ketika Spanyol menang 1-0, tiba-tiba dalam stadium itu orang-orang bersukacita bersorak-sorai karena kemenangan itu, dan kalau kita di posisi mendukung Spanyol pada waktu itu, kita pun akan melonjak kegirangan karena ada kemenangan.
Ketika kita berada dalam pertandingan hidup dan kita meraih kemenangan itu, pasti ada sukacita yang luar biasa meluap dari hati kita, nyanyian kemenangan iman.
Mari kita bersama-sama membaca satu bagian firman Tuhan dari:
Mazmur 68:20-36
68:20 Terpujilah Tuhan! Hari demi hari Ia menanggung bagi kita; Allah adalah keselamatan kita. Sela
68:21 Allah bagi kita adalah Allah yang menyelamatkan, ALLAH, Tuhanku, memberi keluputan dari maut.
68:22 Sesungguhnya, Allah meremukkan kepala musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya.
68:23 Tuhan telah berfirman: "Dari Basan akan Kubawa kembali, akan Kubawa kembali dari tempat yang dalam,
68:24 supaya engkau membasuh kakimu dalam darah, dan lidah anjing-anjingmu mendapat bagiannya dari pada musuh."
68:25 Orang melihat perarakan-Mu, ya Allah, perarakan Allahku, Rajaku, ke dalam tempat kudus.
68:26 Di depan berjalan penyanyi-penyanyi, di belakang pemetik-pemetik kecapi, di tengah-tengah
dayang-dayang yang memalu rebana.
68:27 "Dalam jemaah pujilah Allah, yakni TUHAN, hai kamu yang berasal dari sumber Israel!"
68:28 Itu Benyamin, yang bungsu, yang berjalan di depan mereka, pemuka-pemuka Yehuda berbondong-bondong, pemuka-pemuka Zebulon, pemuka-pemuka Naftali.
68:29 Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami.
68:30 Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.
68:31 Hardiklah binatang-binatang di teberau, kawanan orang-orang kuat, penguasa-penguasa bangsa-bangsa! Injaklah mereka yang mengejar perak; serakkanlah bangsa-bangsa yang suka berperang!
68:32 Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah.
68:33 Hai kerajaan-kerajaan bumi, menyanyilah bagi Allah, bermazmurlah bagi Tuhan; Sela
68:34 bagi Dia yang berkendaraan melintasi langit purbakala. Perhatikanlah, Ia memperdengarkan suara-Nya, suara-Nya yang dahsyat!
68:35 Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan.
68:36 Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!
Mazmur ini merupakan nyanyian kemenangan yang menggambarkan keagungan Allah.
Bagian ini menyoroti arak-arakan kemenangan Tuhan karena kuasa-Nya yang menaklukan musuh.
Pemeliharaan-Nya nyata bagi orang-orang yang tertindas, serta seruan bagi segala bangsa untuk memuji kebesaran Allah dan kedualatan Allah di tengah-tengah umat-Nya.
Ayat yang ke 20-24 berbicara tentang ungkapan pujian kepada Allah atas kemenangan dan kesetiaan memelihara umat-Nya.
Jikalau kita perhatikan di sini Daud menjelaskan tentang Allah yang memberikan kemenangan kepada mereka.
Allah yang memelihara mereka dan Allah juga yang menerima persembahan dari antara anak manusia bahkan dari orang-orang pemberontak.
Kenapa? Karena memang ketika Allah memenangi peperangan bagi umat-Nya, di sanalah orang-orang dan musuh-musuhnya tunduk kepada kedaulatan Allah tentu bagi umat-Nya.
Kemudian ada puji-pujian kepada Allah menunjukkan tentang bagaimana Allah yang telah memimpin mereka dan memberikan keselamatan kepada umat-Nya.
Di sini, Allah dinyatakan sebagai Pribadi yang setiap hari menanggung beban umat-Nya, dan setiap hari Dia memberikan jalan keluar bagi umat-Nya di tengah-tengah menghadapi ancaman maut.
Satu hal yang menarik sekali di sini adalah keyakinan pemazmur tentang kesetiaan Allah itu tidak hanya sesekali, tidak hanya sewaktu-waktu, tidak hanya waktu genting, tetapi dikatakan setiap hari Dia menanggung beban umat-Nya.
Kemudian ayat 25-28 ini menjelaskan tentang arak-arakan ibadah akan kedaulatan dan kuasa Allah bagi umat-Nya.
Di sini Daud menggambarkan tentang prosesi yang begitu ramai, meriah, umat Tuhan bersorak-sorai dengan penyanyi-penyanyi, pemetik-pemetik alat musik, dan mereka bersukacita merayakan kebesaran Tuhan.
Lalu pujian dari umat Tuhan ini mengajak supaya mereka menjadi satu bersama-sama dengan semua orang untuk memuliakan Allah dalam persekutuan jemaat dan memuji nama Tuhan sebagai sumber kemenangan bagi bangsa Israel dan bagi umat Tuhan.
Kemudian ayat 29-36 ini adalah berbicara tentang kedaulatan Allah atas bangsa-bangsa dan tentang kemuliaan Allah yang dinyatakan kepada umat-Nya dan bangsa-bangsa.
Di sini Daud menjelaskan tentang kekuatan Allah yang dinyatakan oleh Allah dari bait suci-Nya. Dikatakan bahwa Allah memberikan kuasa dan kekuatan-Nya kepada umat-Nya dari tempat kudus-Nya di Yerusalem.
Lalu di sini dinyatakan bahwa Dialah yang berkuasa menaklukkan kuasa dunia ini, kerajaan-kerajaan dan bangsa-bangsa di bumi tunduk serta membawa persembahan kepada Allah Israel.
Ketika musuh-musuh itu dikalahkan maka mereka tunduk kepada Allah Israel.
Mereka membawa persembahan sebagai tanda hormat mereka, bakti mereka, dan tentu sekaligus pujian kepada Allah Israel yang memenangkan pertempuran dan juga memberikan kepada mereka keselamatan itu.
Kemudian di sini pemazmur menutup bagian ini dengan seruan kepada seluruh kerajaan di bumi, untuk menaikkan puji-pujian kepada Allah yang melintasi segala langit yang kekal itu.
Dia adalah Allah yang dahsyat, Allah yang memberikan kemenangan kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.
Peperangan kita sekali lagi bukanlah dari darah dan daging, melainkan peperangan melawan kuasa dan roh yang ada di angkasa., tetapi Kristus kita adalah pahlawan yang memberikan kemenangan kepada kita.
Kristus juga yang bertanggung jawab untuk menganugerahkan kepada kita kekuatan, Dia sebagai pembela, dan tiap hari Dia juga menyertai kita menghadapi peperangan hidup kita.
Ingatlah pada waktu kita sedang bergumul dan berjuang menghadapi kesulitan tantangan hidup, kita tidak berjuang sendiri, ada Dia yang setia berperang untuk kita, serta setia membela kita.
Terkadang ketika kita sedang bergumul, konsentrasi kita terpusat kepada beban dan masalah yang begitu berat, sehingga kita lupa Tuhan kita adalah Tuhan yang telah berjanji untuk setia menemani kita di dalam pergumulan kita.
Kiranya pada waktu kita sedang mengalami kesulitan, tantangan, atau menghadapi ancaman apapun, ingatlah bahwa Tuhan kita selalu ada dan hadir untuk menuntun.
Ia memberikan kekuatan serta kemampuan kepada kita untuk melewati saat-saat sulit bahkan mengalami kemenangan demi kemenangan bersama dengan Tuhan.
Sekali lagi jika kita sudah mengalami kemenangan itu, pasti ada ungkapan syukur yang spontan dari hati kita untuk memuji Tuhan.
Ketika kita mengalami kemenangan itu pantas sekali bagi kita untuk memuji dan menyembah Tuhan.
Pada waktu kita datang beribadah kepada Tuhan setiap minggu, dan kita diajak untuk memuji dan menyembah Tuhan itu bukan hanya sekedar liturgi ibadah, tetapi pujian dan penyembahan kita kepada Tuhan.
Ibadah itu merupakan ekspresi orang-orang yang telah mengalami kemenangan demi kemenangan yang Tuhan sudah kerjakan bagi kita.
Apalagi ketika kita menyadari bahwa kita telah diberikan kemenangan atas segala kuasa dosa dan kuasa maut.
Tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memuji Tuhan, dan pujian kemenangan yang kita naikkan kepada Tuhan tentu menyenangkan hati Tuhan.
Mari kita bersama-sama menyadari bahwa pada waktu kita menghadapi perjuangan dan pergumulan hidup ini, kita tidak pernah sendiri, Dia selalu hadir untuk memberikan kemenangan kepada kita.
Doakan dan renungkan
* Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan.
* Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!
Tuhan mengaruniakan kekuatan