Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 27 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 68:1-19

Perarakan Kemenangan Allah; Part 1


Sadar atau tidak, kita hidup di tengah-tengah dunia yang tidak baik-baik saja. Karena itu, setiap kita sangat membutuhkan yang namanya rasa aman dan nyaman.


Kita butuh rasa aman dan nyaman dari bencana alam yang mungkin terjadi. Kita butuh rasa aman dari bencana peperangan. Kita juga butuh rasa aman dari mungkin bencana kelaparan atau sakit penyakit.


Namun, kita bersyukur sebagai orang percaya, karena Allah kita adalah Allah yang berjanji, dan Dia setia pada janji-Nya. Dia berjanji untuk membela kita dan memelihara kita sebagai umat-Nya.


Untuk itu, mari kita membaca firman Tuhan di bawah ini:


Mazmur 68:1-19 Perarakan Kemenangan Allah


Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Nyanyian.


(68-2) Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.


(68-3) Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.


(68-4) Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.


(68-5) Bernyanyilah bagi Allah, mazmurkanlah nama-Nya, buatlah jalan bagi Dia yang berkendaraan melintasi awan-awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!


(68-6) Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus;


(68-7) Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia, tetapi pemberontak-pemberontak tinggal di tanah yang gundul.


(68-8) Ya Allah, ketika Engkau maju berperang di depan umat-Mu, ketika Engkau melangkah di padang belantara, Sela


(68-9) bergoncanglah bumi, bahkan langit mencurahkan hujan di hadapan Allah; Sinai bergoyang di hadapan Allah, Allah Israel.


(68-10) Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; Engkau memulihkan tanah milik-Mu yang gersang,


(68-11) sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas, ya Allah.


(68-12) Tuhan menyampaikan sabda; orang-orang yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar:


(68-13) Raja-raja segala tentara melarikan diri, melarikan diri, dan perempuan di rumah membagi-bagi jarahan.


(68-14) Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas berkilau-kilauan.


(68-15) Ketika Yang Mahakuasa menyerakkan raja-raja di sana, turunlah salju di atas gunung Zalmon.


(68-16) Gunung Allah gunung Basan itu, gunung yang berpuncak banyak gunung Basan itu!


(68-17) Hai gunung-gunung yang berpuncak banyak, mengapa kamu menjeling cemburu, kepada gunung yang dikehendaki Allah menjadi tempat kedudukan-Nya? Sesungguhnya TUHAN akan diam di sana untuk seterusnya!


(68-18) Kereta-kereta Allah puluhan ribu, bahkan beribu-ribu banyaknya; Tuhan telah datang dari Sinai, masuk ke tempat kudus!


(68-19) Engkau telah naik ke tempat tinggi, telah membawa tawanan-tawanan; Engkau telah menerima persembahan-persembahan di antara manusia, bahkan dari pemberontak-pemberontak untuk diam di sana, ya TUHAN Allah.


Mazmur ini merupakan nyanyian kemenangan yang ditulis oleh Daud, untuk menyatakan keagungan kuasa Allah yang telah bangkit setelah menceraiberaikan semua musuh umat-Nya.


Ada puji-pujian yang dinaikkan kepada Tuhan, karena pemeliharaan Allah dan pembelaan Allah bagi umat-Nya yang lemah.


Di ayat 1-4, berbicara tentang kemenangan Allah atas musuh-musuhNya. Di sini pemazmur menyatakan, bahwa saat Allah bangkit, maka musuh-musuhNya tercerai berai, seperti asap yang tertiup angin dan lilin yang meleleh di depan api.


Di sini pemazmur mengajak umat-Nya bersukacita, karena kemenangan yang Allah kerjakan, dan yang Allah lakukan terhadap orang-orang fasik.


Pemazmur membawa umat Tuhan bersorak-sorak dan bersukacita untuk memuji Tuhan dan mengagungkan Dia di tengah-tengah orang benar.


Ayat 5-11, Allah telah memberikan kemenangan kepada umat-Nya, dan Allah sudah mengerjakan karya untuk melepaskan umat-Nya dari ancaman musuh-musuh.


Di sini Allah tampil menyatakan dan memperkenalkan diri-Nya sebagai pembela dan pemelihara umat-Nya.


Umat Tuhan diajak untuk bersorak sorai meninggikan nama Tuhan. Kata Tuhan di sini dalam huruf kapital, biasanya diterjemahkan dari kata “Yahweh”. Artinya adalah yang ada sebelum segala sesuatu ada, Dia sudah ada.


Segala sesuatu ada, karena Dia ada. Dia ada dari awal. Dia terus menerus ada sepanjang masa. Bahkan di masa yang akan datang pun, Dia tetap ada.


Dia dikenal sebagai Bapa yang baik terhadap anak yatim piatu. Dia adalah Allah yang juga melindungi para janda. Bahkan digambarkan sebagai Pribadi yang memberikan tempat tinggal kepada mereka yang sebatang kara.


Di sini pemazmur mengenang kembali tentang tindakan dan perbuatan Allah.


Bagaimana Allah memelihara umat-Nya di masa lampau dengan memberikan hujan kepada mereka. Tuhan memelihara mereka dengan ajaib, ketika mereka berada di padang gurun.


Ini merupakan bukti, bagaimana Allah adalah Allah yang setia pada janji-Nya untuk memelihara umat-Nya dan membela umat-Nya.


Ayat 12-19, merupakan perarakan kemenangan Allah. Ini berita kemenangan yang dinyatakan oleh pemazmur, sebagai orang-orang yang telah mengalami kuasa Tuhan.


Dikatakan, Tuhan memberikan firman-Nya. Firman-Nya menghasilkan kemenangan besar, karena ketika Tuhan maju berperang, oleh firman-Nya, musuh itu lari terbirit-birit.


Ini merupakan bagian yang penting sekali, di mana pemazmur menyatakan kuasa dan keagungan Tuhan.


Dia memberikan pertolongan kepada umat-Nya. Dia menaklukkan segala musuh-musuh. Sebuah gambaran tentang kemenangan besar, yang Allah memberikan bagi umat-Nya.


Kemenangan Allah yang besar. Dia melintasi berbagai wilayah dan menaklukkan raja-raja yang besar.


Hari ini memang kita tidak seperti bangsa Israel, yang menghadapi musuh yang kelihatan secara fisik. Tetapi, hari ini kita menghadapi musuh yang bersifat rohani.


Kita tidak menghadapi musuh lahiriah, tapi kita menghadapi musuh rohaniah. Yang mungkin sewaktu-waktu ketika kita mengaku percaya Tuhan Yesus, kita masih terus mengalami ketidaknyamanan.


Ketidaknyamanan, yang mungkin karena tantangan godaan dari luar, atau mungkin karena tuduhan-tuduhan terhadap kita, atau mungkin karena hal-hal yang sifatnya menyerang kita, yang tujuannya berusaha merebut sukacita dan damai sejahtera dalam hidup kita ketika kita percaya kepada Tuhan.


Ketika kita berada di situasi macam ini, ingatlah, bahwa ketika Yesus Kristus mengerjakan karya keselamatan bagi Saudara dan saya.


Dia, Allah yang tidak membiarkan Saudara berjuang sendiri. Dia, Allah yang bertanggung jawab. Dia memelihara Saudara. Dia menjaga dan membela Saudara.


Bahkan Dia berjanji akan melindungi Saudara dengan kuasa-Nya. Dia berjanji untuk tidak pernah meninggalkan dan membiarkan Saudara sekali pun.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Tuhan tidak pernah membiarkan kita berjuang sendiri. Dia setia menyertai kita sampai akhir zaman.


Ibrani 13:5b


Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."


Pada waktu kita menghadapi kesulitan menghadapi tantangan, mungkin merasa sendiri, berjuang sendiri, tetapi ingatlah, bahwa engkau tidak pernah berjuang sendiri. Kenapa?


2.
KarenaTuhan sudah berjanji, tidak akan membiarkan dan meninggalkan kita.


Percayalah Tuhan kita adalah Tuhan yang setia pada janji-Nya.


Doakan dan renungkan


* Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah.


* Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita.


Sukacita bagi orang benar