Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Selasa, 25 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 66 : 1-20

Nyanyian syukur karena orang Israel tertolong


Saya kira tidak ada satu pun peristiwa dalam hidup ini yang terjadi secara kebetulan. Apa pun yang terjadi, atas kehendak Tuhan atau seizin Tuhan.


Memang Tuhan tidak pernah merancangkan rancangan kecelakaan bagi kita. Tetapi kadang kala Tuhan izinkan saat-saat sulit terjadi dalam hidup kita. Mengapa? Supaya kita belajar untuk percaya kepada Tuhan, belajar untuk mengalami kuasa dan kasih Tuhan.


Ketika kita menghadapi pertolongan Tuhan di dalam kesulitan dan persoalan kita, di situ kita kagum akan kebaikan dan keajaiban Tuhan.


Tujuannya adalah supaya kita sungguh percaya kepada Tuhan, mengalami kebaikanNya dan kemudian bersaksi bagi dunia ini, menceritakan tentang keajaiban kuasa Tuhan yang terjadi dalam hidup kita.


Mazmur 66 : 1-20


1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian Mazmur. Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi,


2 mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian!


3 Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu; oleh sebab kekuatan-Mu yang besar musuh-Mu tunduk menjilat kepada-Mu.


4 Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." Sela


5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:


6 Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia,


7 yang memerintah dengan perkasa untuk selama-lamanya, yang mata-Nya mengawasi bangsa-bangsa. Pemberontak-pemberontak tidak dapat meninggikan diri. Sela


8 Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya!


9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.


10 Sebab Engkau telah menguji kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak.


11 Engkau telah membawa kami ke dalam jaring, mengenakan beban pada pinggang kami;


12 Engkau telah membiarkan orang-orang melintasi kepala kami, kami telah menempuh api dan air; tetapi Engkau telah mengeluarkan kami sehingga bebas.


13 Aku akan masuk ke dalam rumah-Mu dengan membawa korban-korban bakaran, aku akan membayar kepada-Mu nazarku,


14 yang telah diucapkan bibirku, dan dikatakan mulutku pada waktu aku susah.


15 Korban-korban bakaran dari binatang gemuk akan kupersembahkan kepada-Mu, dengan asap korban dari domba-domba jantan; aku akan menyediakan lembu-lembu dan kambing-kambing jantan. Sela


16 Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.


17 Kepada-Nya aku telah berseru dengan mulutku, kini dengan lidahku aku menyanyikan pujian.


18 Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar.


19 Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan.


20 Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.


Mazmur 66 ayat 1 sampai 20 ini adalah nyanyian puji-pujian yang disertai dengan ucapan syukur kepada Tuhan.


Merayakan karya Tuhan, perbuatan Tuhan dan juga pertolongan Tuhan di saat kita menghadapi kesulitan dan penderitaan hidup.


Pemazmur ingin menyampaikan undangan kepada seluruh bumi untuk memuji karya-Nya yang dahsyat dalam sejarah.


Lalu diikuti dengan kesaksian pribadi pemazmur tentang pemurnian hidupnya dan doa yang dijawab oleh Tuhan.


Kalau kita perhatikan ayat 1-4, ayat ini adalah ajakan kepada umat untuk bersorak-sorak memuji Tuhan.


Ajakan untuk seluruh bumi untuk bersorak-sorai memuji Tuhan dan memuliakan nama Tuhan karena perbuatan-perbuatanNya yang Maha Dahsyat.


Daud mengungkapkan pujiannya bukan hanya karena perbuatan-perbuatan-Nya saja, tetapi karena kuasa-Nya yang membuat musuh-musuhnya itu tunduk dan umat-Nya sujud untuk menyembah kepada Dia.


Lalu ayat yang keenam sampai 12, Daud memberikan kesaksian tentang karya Allah yang begitu indah dalam kehidupan umat Tuhan. Ayat 5-7 mengingatkan kembali akan perbuatan Allah yang menakjubkan di masa lampau.


Dia mengingatkan bagaimana Tuhan telah menolong mereka dengan karya-Nya yang dahsyat dalam sejarah, yaitu di mana Tuhan memimpin umat Tuhan dan membelah Laut Teberau, lalu mereka berjalan di tanah yang kering.


Pada ayat 8-12, dia mengakui bahwa Allah telah menguji orang-orang benar untuk memurnikan umat-Nya seperti perak dimurnikan dalam api sehingga muncul menjadi emas yang cemerlang, dan keluar dari perapian menuju tempat yang begitu indah.


Ayat yang 13-20 berbicara tentang ucapan syukur, tentang kesaksian pribadi daripada Daud.


Pada ayat 13-15, Daud datang ke Bait Allah untuk mempersembahkan korban syukur untuk memenuhi nazarnya kepada Tuhan, yang diucapkannya ketika dia datang kepada Tuhan, memohon untuk melepaskan dia dari kesesakan.


Pada ayat 16-20, pemazmur bersaksi bahwa Allah tidak menolak permohonan doa umat-Nya. Allah adalah Allah yang mendengar doa umat-Nya, yang tidak menjauh dari kasih setia-Nya.


Dia menyatakan bahwa Tuhan itu adalah Tuhan yang menjaga hati mereka, niat mereka tetap melekat kepada Tuhan.


Mazmur 66 : 16


Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.


Daud ingin memberitakan pengalaman pribadinya tentang kebaikan, kuasa, dan pertolongan Tuhan. Dia mau beritakan kepada dunia supaya dunia boleh mengenal Allah yang dia percaya.


Tuhan ingin agar apa yang kita percaya dan alami di dalam Tuhan membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, supaya kita kembali kepada Dia dan beribadah kepada Dia.


Ketika kita mengalami pengalaman-pengalaman yang indah bersama dengan Tuhan, mengalami kuasa Tuhan terjadi dalam hidup kita, tidak hanya kita mengalaminya, tetapi Tuhan ingin kita menyaksikan tentang kebaikan Tuhan.


Kita menceritakan tentang keajaiban Tuhan. Kita mau bersaksi bagi dunia supaya melalui pengalaman hidup kita bersama dengan Tuhan, dunia boleh mengenal siapa Tuhan kita, tentu mengenal Tuhan kita, di dalam Yesus Kristus.


Tuhan memanggil engkau dan saya menjadi saksi Kristus, baik secara langsung atau tidak langsung, baik dengan kata-kata ataupun dengan perbuatan, baik dalam lingkungan keluarga ataupun dalam pergaulan, bahkan dalam lingkungan dunia profesi.


Kenapa kita ada di sana? Supaya kita menjadi saksi Kristus dan orang boleh mengenal Kristus melalui kehidupan kita. Mari kita jadi saksi Kristus di tengah dunia.


Doakan dan renungkan


* Marilah, dengarlah, hai kamu sekalian yang takut akan Allah, aku hendak menceritakan apa yang dilakukan-Nya terhadap diriku.


* Sesungguhnya, Allah telah mendengar, Ia telah memperhatikan doa yang kuucapkan. Terpujilah Allah, yang tidak menolak doaku dan tidak menjauhkan kasih setia-Nya dari padaku.


Dengarlah Cerita Hidupku