Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 23 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 64:1-11

Hukum Allah kepada orang fasik


Mungkin Kita pernah mendengar kalimat ini, “Hukum tidak boleh tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.”


Maksudnya adalah kepada orang kecil yang melakukan kesalahan di hukum dengan sangat cepat, jelas dan dengan tegas.


Tetapi kepada orang besar, kesalahannya sangat sulit sekali untuk ditemukan bahkan belum tentu di dihukum, bisa saja dia dibenarkan atau dibebaskan.


Ketika kita melihat orang benar bisa di hukum, orang yang salah dibenarkan, kita berkata ini tidak adil.


Tentu semua orang tidak suka dengan yang namanya ketidakadilan.


Hari ini kita bersama-sama merenungkan keindahan kepastian hukum Allah.


Mazmur 64:1-1


1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.


2 Ya Allah, dengarlah suaraku pada waktu aku mengaduh, jagalah nyawaku terhadap musuh yang dahsyat.


3 Sembunyikanlah aku terhadap persepakatan orang jahat, terhadap kerusuhan orang-orang yang melakukan kejahatan,


4 yang menajamkan lidahnya seperti pedang, yang membidikkan kata yang pahit seperti panah,


5 untuk menembak orang yang tulus hati dari tempat yang tersembunyi; sekonyong-konyong mereka menembak dia dengan tidak takut-takut.


6 Mereka berpegang teguh pada maksud yang jahat, mereka membicarakan hendak memasang perangkap dengan sembunyi; kata mereka: "Siapa yang melihatnya?"


7 Mereka merancang kecurangan-kecurangan: "Kami sudah siap, rancangan sudah rampung."

Alangkah dalamnya batin dan hati orang!

8 Tetapi Allah menembak mereka dengan panah; sekonyong-konyong mereka terluka.


9 Ia membuat mereka tergelincir karena lidah mereka; setiap orang yang melihat mereka menggeleng kepala.


10 Maka semua orang takut dan memberitakan perbuatan Allah, dan mengakui pekerjaan-Nya.


11 Orang benar akan bersukacita karena TUHAN dan berlindung pada-Nya; semua orang yang jujur akan bermegah.


Mazmur ini adalah sebuah ungkapan keluhan Daud berkaitan dengan rencana rahasia kelicikan, dan fitnah orang-orang fasik.


Dan merupakan ungkapan permohonan Daud kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan perlindungan kepadanya dari ancaman musuh-musuh yang licik itu.


Kemudian Daud memberitahukan kepastian hukuman Allah atas mereka dan sukacita umat Tuhan yang percaya kepada-Nya karena keadilan Tuhan.


Kalau kita perhatikan di dalam bagian Firman Tuhan ini, mazmur 64 ini bisa kita bagi menjadi 3 bagian.


Bagian pertama, di ayat 2-7, ini berkaitan dengan permohonan keluhan Daud kepada Tuhan.


Daud berseru kepada Allah, dia berkata, “Tuhan lindungilah aku dari ancaman dan persepakatan orang-orang jahat itu. Mereka menyerang aku secara sembunyi melalui fitnah dan perkataan yang menyakiti aku.”


Kemudian Daud menggambarkan perkataan mereka itu seperti pedang dan panah yang dilepaskan kepada Daud.


Bagian kedua, di ayat 8-10, berbicara tentang tindakan dan hukuman Allah kepada orang-orang yang melakukan tindakan kejahatan.


Disini Allah bertindak membalikkan keadaan yang tadinya disasarkan kepada orang-orang benar tetapi disini membalikkan kepada orang-orang yang melakukan kejahatan,


“Dia menembakan panah, membuat lidah orang-orang jahat itu menjatuhkan mereka sendiri sehingga rencana mereka gagal dan orang-orang yang melihatnya menjadi takut serta mereka mengakui perbuatan Tuhan.”


Bagian ketiga, ayat 11 yang terakhir, disini sebuah respons orang yang percaya kepada Tuhan, orang benar.


Mazmur ditutup dengan sukacita sorak sorai, orang-orang yang tulus, yang jujur dan benar akan bersukacita karena Tuhan menyatakan keadilanNya dan memberikan perlindunganNya kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.


Mungkin selama ini kita pernah mengalami ketidakadilan dari seseorang, mungkin dari atasan karyawan, rekan bisnis, kita diperlakukan tidak adil.


Atau kalau kita coba melihat sampai relasi yang paling kecil di dalam keluarga kita merasa diperlakukan tidak adil, lalu kita merasa dirugikan, kita kecewa, marah ,gregetan, ingin membalasnya dengan cara kita.


Tetapi secara jujur, sehebat-hebatnya apa yang kita lakukan untuk membalas tindakan kejahatan orang lain, itu adalah hal yang sangat sepele dan sangat kecil.


Oleh sebab itu ketika kita berada dalam situasi yang sangat sulit kita belajar menyerahkannya kepada Tuhan.


Seperti Daud minta Tuhan untuk menunjukkan keadilan-Nya kepada orang-orang yang berlaku jahat.


Ingatlah, bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, Tuhan pasti tahu dan segala sesuatu yang kita lakukan Tuhan juga tahu semuanya.


Tuhan tidak pernah tidur, Dia berdaulat atas segala sesuatu dan atas semua orang, baik orang benar maupun tidak benar, termasuk seluruh hidup kita ada di dalam tangan Tuhan.


Dia Allah yang pasti membalasnya sesuai dengan keadilan-Nya kepada semua orang.


Seperti yang dikatakan Yeremia 20:12, “Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar,

yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku”.


Pesan Firman Tuhan bagi kita:

1. Maukan kita belajar menyerahkan segala perkara kita kepada Tuhan?

2. Izinkanlah Tuhan bertindak sesuai dengan keadilan-Nya.


Doakan dan renungkan


* Sembunyikanlah aku terhadap persepakatan orang jahat, terhadap kerusuhan orang-orang yang melakukan kejahatan.


* Mereka berpegang teguh pada maksud yang jahat, mereka membicarakan hendak memasang perangkap dengan sembunyi; kata mereka: "Siapa yang melihatnya?"


PerlindunganNya melingkupiku