Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Jumat, 21 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 62:1-13

Perasaan Tenang Dekat Allah.


Saudara, menanti atau menunggu itu sesuatu yang tidak mudah karena harus menahan diri dan bersabar untuk menanti.


Ada sebuah pepatah China yang mengatakan begini, “Satu saat kesabaran bisa menangkal bencana besar, satu momen ketidaksabaran bisa merusak seluruh hidup.”


Ternyata bersabar itu sangat mempengaruhi kehidupan kita, demikian juga di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya bahwa menantikan waktu Tuhan adalah sesuatu yang terbaik dalam hidup kita.


Mari kita merenungkan bagian firman Tuhan ini berkaitan dengan keindahan menantikan waktu Tuhan dari:


Mazmur 62:1-13


62:1 Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Daud.


62:2 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.


62:3 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.


62:4 Berapa lamakah kamu hendak menyerbu seseorang, hendak meremukkan dia, hai kamu sekalian, seperti terhadap dinding yang miring, terhadap tembok yang hendak roboh?


62:5 Mereka hanya bermaksud menghempaskan dia dari kedudukannya yang tinggi; mereka suka kepada dusta; dengan mulutnya mereka memberkati, tetapi dalam hatinya mereka mengutuki. Sela


62:6 Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.


62:7 Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.


62:8 Pada Allah ada keselamatanku dan kemuliaanku; gunung batu kekuatanku, tempat perlindunganku ialah Allah.


62:9 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela


62:10 Hanya angin saja orang-orang yang hina, suatu dusta saja orang-orang yang mulia. Pada neraca mereka naik ke atas, mereka sekalian lebih ringan dari pada angin.


62:11 Janganlah percaya kepada pemerasan, janganlah menaruh harap yang sia-sia kepada perampasan; apabila harta makin bertambah, janganlah hatimu melekat padanya.


62:12 Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya,


62:13 dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya.


Mazmur 63:1-13 ini adalah sebuah nyanyian Daud ataupun sebuah ungkapan kepercayaan Daud yang menekankan tentang Allah adalah satu-satunya yang menjadi sumber kekuatan, ketenangan, perlindungan, bahkan sumber keselamatan di tengah-tengah tekanan hidup ini.


Bagian ini mengajarkan kepada kita tentang bagaimana kita menanti-nantikan Tuhan dan tidak mengandalkan kekuatan manusia ataupun mengandalkan kekayaan duniawi.


Jika kita perhatikan ayat 1-5 di sini Daud menyatakan ketenangannya di dalam penantian akan pertolongan Tuhan.


Ayat 1-3 menyatakan bahwa Daud menegaskan jiwanya tenang dan hanya menantikan Allah saja sebab dia tahu keselamatan itu hanya datang dari Tuhan.


Dia berkata, "Hanya dekat Allah saja aku tenang." Di dalam pasal ini dua kali dia mengatakan hal tersebut di ayat 1 & 6,


dan di sini dia katakan “Allah itu ibaratkan sebagai gunung batu dan kota benteng yang kokoh baginya” Itu sebabnya dia yakin bersama dengan Tuhan dia ada rasa aman dan tenang.


Kemudian ayat 4-5 pemazmur sadar akan adanya ancaman musuh yang berusaha untuk menjatuhkan dia, namun dia tetap teguh percaya, tetap berharap dan berlindung kepada Tuhan.


Itu sebabnya dalam ayat 6-9 di sini Daud menyerukan untuk percaya kepada Tuhan atau sebuah seruan untuk tetap percaya kepada Tuhan.


Daud kembali menguatkan dirinya dan tentu meneguhkan umat Tuhan untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya harapan, sandaran, dan yang dapat diandalkan.


Itu sebabnya dia mengajak umat-Nya untuk selalu mencurahkan isi hati dan percaya penuh kepada Allah dalam setiap waktu.


Di ayat yang ke 9 itu dikatakan:


Mazmur 62:1-13


62:9 Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita. Sela


Ini merupakan ayat kunci, mengapa Daud dalam kesesakan dan ketakutannya tidak mengandalkan kekuatan manusia, tetapi dia mengandalkan kekuatan Tuhan.


Itu sebabnya dia katakan “Menanti-nantikan Tuhan dan pertolongan-Nya itu jauh lebih baik.”


Lalu, di ayat 10-13 merupakan peringatan terhadap dunia dan sebagai satu kesimpulan iman Daud percaya kepada Tuhan.


Ayat 10-11 merupakan peringatan keras supaya mereka tidak menaruh harap kepada kekerasan, hasil perampasan atau peringatan "Jikalau hartamu bertambah-tambah, jangan hatimu melekat kepadanya."


Jangan melekat kepadanya supaya kita tidak jatuh di dalam kesombongan ataupun keserakahan.


Lalu ayat yang ke-12-13 di sini Daud bersaksi bahwa kekuatan dan kasih setia Allah itu adalah bagian yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.


Oleh sebab itu dia katakan nantikanlah Tuhan, karena Allah akan bertindak sesuai dengan kasih dan setia-Nya, Allah akan bertindak sesuai dengan keadilan-Nya, dan Allah bertindak sesuai pada waktu-Nya.


Itu sebabnya ia menutup bagian ini dengan kepastian bahwa Tuhan akan membalas setiap perbuatan manusia dengan adil pada waktu-Nya.


Ketika kita berdoa tentu kita berharap doa kita segera dijawab oleh Tuhan.


Dalam kasus-kasus tertentu Tuhan bisa saja mengabulkan doa seseorang ataupun doa kita dengan segera pada waktu-Nya, tetapi kadang kala Tuhan mengabulkan doa kita tidak sesuai dengan waktu kita.


Tuhan mengabulkan doa kita menurut waktu Tuhan, artinya kita harus belajar untuk menantikan waktu Tuhan dalam hidup ini, karena Tuhan tahu waktu yang tepat untuk menjawab doa kita dan waktu yang terbaik untuk mengabulkan doa kita.


Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan juga tidak pernah terlalu cepat, karena waktu Tuhan itu adalah waktu yang terbaik untuk mengabulkan doa-doa kita.


Ada satu nyanyian yang seringkali kita nyanyikan, “Waktu Tuhan pasti yang terbaik. Walau kadang tak mudah dimengerti, lewati cobaan ku tetap percaya waktu Tuhan pasti yang terbaik.”


Lagu ini kita sering nyanyikan, marilah kita belajar untuk tidak hanya tahu menyanyikannya, tapi juga menghidupinya.


Lihatlah indahnya menantikan waktu Tuhan, yang terbaik dalam hidup kita, karena Dia memberikan pertolongan-Nya dan rasa aman bagi kita, tepat pada waktu Nya.


Doakan dan renungkan


* Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku.


* Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.


Dia tidak pernah terlambat