Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 61:1-9 Doa untuk Raja
Kita sudah terlalu biasa dengan yang namanya doa dan pujian.
Karena terlalu biasanya dengan doa dan pujian, kita jadi terjebak dalam melakukannya hanya untuk sekadar formalitas dan rutinitas, sehingga kita tidak menikmati keindahan doa dan pujian dalam kehidupan kita.
Padahal kita semua tahu, bahwa sesungguhnya doa dan pujian itu menjadi sumber kekuatan orang percaya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Di saat kita lemah, kita berdoa. Ketika doa kita dikabulkan Tuhan, di sana ada puji-pujian.
Ketika memuji Tuhan, di sana ada kekuatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk semakin sungguh-sungguh menjalani kehidupan bersama dengan Tuhan.
Mari kita bersama-sama memikirkan dan merenungkan tentang keindahan doa dan puji-pujian kepada Allah.
Mazmur 61:1-9 Doa untuk Raja
Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Dari Daud.
(61-2) Dengarkanlah kiranya seruanku, ya Allah, perhatikanlah doaku!
(61-3) Dari ujung bumi aku berseru kepada-Mu, karena hatiku lemah lesu; tuntunlah aku ke gunung batu yang terlalu tinggi bagiku.
(61-4) Sungguh Engkau telah menjadi tempat perlindunganku, menara yang kuat terhadap musuh.
(61-5) Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu! Sela
(61-6) Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Mu.
(61-7) Tambahilah umur raja, tahun-tahun hidupnya kiranya sampai turun-temurun;
(61-8) kiranya ia bersemayam di hadapan Allah selama-lamanya, titahkanlah kasih setia dan kebenaran menjaga dia.
(61-9) Maka aku hendak memazmurkan nama-Mu untuk selamanya, sedang aku membayar nazarku hari demi hari.
Mazmur ini adalah doa Daud di dalam masa-masa kesesakan. Bagian ini adalah ekspresi hatinya sebagai ratapan permohonan meminta perlindungan Tuhan.
Bagian ini terbagi menjadi dua. Yang pertama di ayat 1-7, adalah seruan doa pribadi memohon perlindungan Tuhan. Kemudian yang kedua di ayat 8-9, adalah doa syafaat dan puji-pujiannya kepada Tuhan.
Perhatikan ayat 1-3. Di sini Daud memanjatkan doanya dari tempat keterasingan, dari tempat kondisi di mana dikatakan dia sedang mempunyai suasana hati yang lemah lesu.
Kemungkinan Daud pada waktu itu dibuang, karena entah salah satu antara Saul atau Absalom, yang kita tahu ceritanya.
Saul mengejar Daud untuk membunuh Daud karena iri hati dan cemburu, yang berkaitan dengan tahta.
Atau Absalom yang adalah anak kandung Daud. Kita tahu, bahwa Absalom berusaha untuk mengkudeta ayahnya, untuk mendapatkan kedudukan.
Entah dengan salah satu yang mana, tetapi Daud berada dalam situasi yang sangat menyesakkan dia, di mana dia merasa letih lesu.
Kemudian dia meminta kepada Tuhan, untuk menuntun dia ke gunung batu yang kokoh. Gunung batu yang tinggi, yang memberikan kepadanya kekuatan dan perlindungan.
Gunung batu adalah simbol kekuatan dan perlindungan yang datang dari Tuhan.
Ayat 4-5, di sini Daud merefleksikan pengalaman masa lalunya, di mana Tuhan yang dia andalkan menjadi menara yang kuat terhadap musuh-musuhnya.
Artinya dia mengingat memori-memori masa lalu, bagaimana Tuhan dari waktu ke waktu, selalu menjadi andalannya untuk memberikan perlindungan kepadanya.
Lalu dia menyatakan kerinduannya untuk terus tinggal dalam kemah Tuhan, untuk berlindung di bawah naungan sayap-Nya di sepanjang masa.
Lalu di ayat ke-6, Daud mengingatkan nazar, bersyukur, bahwa Tuhan telah mendengar doa-doa nazarnya dan memberikannya perlindungan.
Ayat 7-9 sebagai penutup. Daud berdoa untuk keberlangsungan tahta dan umur panjang raja. Memang ada banyak tafsir, siapa raja yang dimaksudkan di sini.
Kemungkinan besar ini berbicara tentang dirinya sebagai raja. Daud memohon agar kasih setia Tuhan, dan kebenaran Tuhan senantiasa menjaga raja.
Oleh sebab itu, Daud memuji-muji Tuhan. Daud menaikkan keagungan kepada Tuhan dan bertekad melayani Tuhan selama-lamanya.
Menarik sekali yang dia katakan dalam ayat 9, di bawah ini.
Mazmur 61:9
Maka aku hendak memazmurkan nama-Mu untuk selamanya, sedang aku membayar nazarku hari demi hari.
Doa yang disampaikan oleh Daud, merupakan sebuah ekspresi dari orang yang betul-betul percaya dan berharap kepada Tuhan.
Doa adalah sarana yang Tuhan berikan bagi kita untuk bisa berkomunikasi dengan Tuhan. Doa adalah sarana yang Tuhan berikan bagi kita untuk bisa omong-omong dengan Tuhan.
Saya selalu mengingatkan diri saya tentang apa itu doa. Menurut Saudara, apa itu doa?
Doa terdiri dari 3 huruf, yaitu D, O, A.
D: Datang, O: Omong-omong, A: Allah. Jadi datang omong-omong sama Allah itulah doa.
Artinya doa tidak hanya sekedar kita meminta kepada Tuhan. Jika kita terus menerus menjadi orang yang meminta-minta, maka kita akan terjebak menjadi orang Kristen yang mengemis, yang hanya meminta-minta.
Doa itu sesungguhnya adalah bagaimana Tuhan memberikan kepada kita, sarana untuk kita berinteraksi dengan Tuhan, dan intimasi dengan Tuhan. Bersekutu dengan Tuhan, itu doa.
Tuhan ingin supaya ketika kita menikmati keindahan doa dalam hidup kita, kita mengalami keindahan Tuhan dalam kehidupan kita.
Pada waktu kita mengalami keindahan Tuhan, Tuhan tidak hanya menolong kita, tidak hanya menyediakan segala sesuatu yang kita perlukan.
Tetapi, keintiman itu juga membuat hati kita meluap dengan puji-pujian. Ada puji-pujian yang bersenandung. Melodi yang indah bersenandung dalam hati kita untuk memuji Tuhan.
Kenapa? Sekali lagi, tidak hanya karena doa kita dijawab, tetapi karena keintiman kita, kemesraan kita dengan Tuhan setiap hari.
Itulah yang membuat kita tetap memiliki kekuatan, memberikan ketangguhan, dan semangat dalam menjalani kehidupan kita sehari-hari.
Bukan menjalani kehidupan kita sendiri, tetapi menjadi kehidupan kita bersama-sama dengan Tuhan.
Ketika kita mengalami kebaikan Tuhan melalui doa dan pujian, di sanalah kita mengalami keindahan Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Biarlah aku menumpang di dalam kemah-Mu untuk selama-lamanya, biarlah aku berlindung dalam naungan sayap-Mu.
* Sungguh, Engkau, ya Allah, telah mendengarkan nazarku, telah memenuhi permintaan orang-orang yang takut akan nama-Mu.
Bersama Allah dalam kemahNya