Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Selasa, 18 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 59: 1-18

Minta pertolongan melawan musuh


Ketika masalah kita bertambah banyak, beban semakin berat, dan masalah tidak kunjung berakhir, tidak tahu di mana ujungnya.


Kita akan terseret di dalam situasi yang semakin berat dan merasakan kesesakan. Ketika kesesakan itu semakin lama, kita akan mengalami stres.


Jika stres itu berkepanjangan, kita menjadi depresi. Di tahap itu, hal yang terburuk bisa terjadi dalam hidup kita.


Memang kita sadari saat masalah biasa-biasa saja, kepekaan kita kepada Tuhan tidak terlalu terasa.


Tetapi ketika beban kita semakin berat dan kita merasa tidak berdaya, di sanalah kepekaan kita akan Tuhan itu menjadi sangat kuat.


Hari ini saya ingin mengajak kita bersama-sama merenungkan salah satu bagian Firman Tuhan.


Bagaimana kita menikmati keindahan kekuatan yang daripada Tuhan di saat-saat kita berada dalam kesesakan.


Mazmur 59 : 1-18


1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud, ketika Saul menyuruh orang mengawasi rumahnya untuk membunuh dia.


2 Lepaskanlah aku dari pada musuhku, ya Allahku; bentengilah aku terhadap orang-orang yang bangkit melawan aku.


3 Lepaskanlah aku dari pada orang-orang yang melakukan kejahatan dan selamatkanlah aku dari pada penumpah-penumpah darah.


4 Sebab sesungguhnya, mereka menghadang nyawaku; orang-orang perkasa menyerbu aku, padahal aku tidak melakukan pelanggaran, aku tidak berdosa, ya TUHAN,


5 aku tidak bersalah, merekalah yang lari dan bersiap-siap. Marilah mendapatkan aku, dan lihatlah!


6 Engkau, TUHAN, Allah semesta alam, adalah Allah Israel. Bangunlah untuk menghukum segala bangsa; janganlah mengasihani mereka yang melakukan kejahatan dengan berkhianat! Sela


7 Pada waktu senja mereka datang kembali, mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.


8 Sesungguhnya, mereka menyindir dengan mulutnya; cemooh ada di bibir mereka, sebab — siapakah yang mendengarnya?


9 Tetapi Engkau, TUHAN, menertawakan mereka, Engkau mengolok-olok segala bangsa.


10 Ya kekuatanku, aku mau berpegang pada-Mu, sebab Allah adalah kota bentengku.


11 Allahku dengan kasih setia-Nya akan menyongsong aku; Allah akan membuat aku memandang rendah seteru-seteruku.


12 Janganlah membunuh mereka, supaya bangsaku tidak lupa, halaulah mereka kian ke mari dengan kuasa-Mu, dan jatuhkanlah mereka, ya Tuhan, perisai kami!


13 Karena dosa mulut mereka adalah perkataan bibirnya, biarlah mereka tertangkap dalam kecongkakannya. Oleh karena sumpah serapah dan dusta yang mereka ceritakan,


14 habisilah mereka dalam geram, habisilah, sehingga mereka tidak ada lagi, supaya mereka sadar bahwa Allah memerintah di antara keturunan Yakub, sampai ke ujung bumi. Sela


15 Pada waktu senja mereka datang kembali, mereka melolong seperti anjing dan mengelilingi kota.


16 Mereka mengembara mencari makan; apabila mereka tidak kenyang, maka mereka mengaum.


17 Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.


18 Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.


Mazmur ini adalah doa permohonan Daud. Dia minta Tuhan memberikan perlindungan, ketika Saul mengutus orang untuk mengawasi rumahnya, mencari kesempatan untuk membunuhnya.


Kemudian kalau kita perhatikan, Mazmur ini mirip dengan 6 atau 7 Mazmur sebelumnya.


Semuanya berisi ratapan atas musuh yang begitu kejam dan licik.


Daud meminta keadilan Tuhan dan dia mengekspresikan keyakinan yang teguh kepada Tuhan yang dapat diandalkan untuk memberikan perlindungan di saat Daud merasa kesesakan.


Ayat 2 sampai 6 ini adalah ratapan dan permohonan Daud minta perlindungan dari Tuhan.


Ada satu pola yang sama di setiap doa Daud. Ia selalu mengawalinya dengan menggambarkan kondisi dirinya. Dia sedang berada dalam ancaman maut dari musuh.


Katanya, orang-orang yang mengancam dia adalah orang yang haus darah. Dia katakan, "Aku tidak bersalah. Aku tidak berdosa."


Di saat Daud berada dalam kesesakan, dia datang kepada Tuhan. Dia memohon dan minta agar Tuhan bertindak melawan orang-orang yang berlaku jahat terhadap Dia.


Lalu di dalam ayat yang ke-7 sampai 16, di sini Daud memberikan gambaran tentang ancaman musuh sekaligus minta Tuhan menghakimi mereka.


Di bagian pertama itu dia menggambarkan tentang kondisi dirinya yang hidup dalam ketakutan dan kesesakan.


Setelah dia memberikan gambaran itu, dia memberikan gambaran seperti apa ancaman musuh itu atau ancaman itu, yang dilakukan oleh orang berkali-kali, berulang-ulang.


Daud menggambarkan bahwa musuh mereka itu seperti anjing liar yang melolong. Mereka mengelilingi kota dan mengandalkan lidah atau mulut mereka yang penuh sumpah serapah untuk menyakiti hati Daud.


Pada ayat 9 Daud menggambarkan respons Tuhan. Ternyata Tuhan pun memberikan respons terhadap permohonan Daud untuk menyatakan keadilan.


Dikatakan bahwa Tuhan akan menertawakan dan mengolok-olok musuh-musuh mereka itu karena kesombongan mereka.


Ternyata memang dalam konteks bagian Firman Tuhan, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Allah benci terhadap orang yang sombong.


Ayat ke-10 sampai 13 adalah permohonan keadilan. Daud minta agar musuhnya tidak dibunuh seketika. Dia ingin supaya orang Israel itu bisa melihat kuasa Allah.


Daud minta supaya mereka diombang-ambingkan lalu mereka dihukum atas dosa-dosa perkataan yang mereka lakukan.


Ternyata di sini kita perhatikan bahwa Allah itu peduli kepada umat-Nya di saat-saat tidak berdaya.


Allah itu selalu turun tangan di saat-saat kita berada dalam kesesakan karena Allah itu Allah yang mengerti.


Allah itu adalah Allah yang penuh kasih setia, kebenaran, dan keadilan. Keadilan Allah yang sangat nyata bagi orang-orang benar membuat Daud tetap taat, tegar, dan kuat di saat-saat berada di dalam kesesakan.


Itu sebabnya, ayat yang 17 sampai 18, Daud menutup Mazmur ini dengan keyakinan yang kokoh dan menaikkan puji-pujian bagi Tuhan.


Mazmur 59 : 17-18


17 Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.


18 Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur; sebab Allah adalah kota bentengku, Allahku dengan kasih setia-Nya.


Kalau hari ini kita sebagai anak-anak Tuhan yang percaya kepada Tuhan menghadapi situasi yang sulit, mungkin tidak sama dengan apa yang dialami oleh Daud.


Tetapi saya kira setiap kita punya fase-fase di mana kita menghadapi kesulitan.


Memang kita tidak bisa menghindari kesulitan dalam hidup ini. Walaupun mungkin persoalan pribadi kita beda-beda; persoalan keluarga, tempat kerja, usaha, atau mungkin persoalan di tengah masyarakat yang membuat kita terseret di dalam penderitaan dan kesusahan.


Namun, sebagai orang yang percaya, kita punya Tuhan yang kita andalkan. Mari kita belajar untuk datang kepada Tuhan. Beritahukan kepada Tuhan persoalan-persoalan yang engkau hadapi.


Apakah kita boleh menyampaikan juga tentang orang-orang yang membuat kita berada dalam situasi sulit?


Daud melakukan hal itu, tetapi bukan berarti kita membalas, melainkan menyerahkannya kepada tindakan keadilan Allah untuk memberikan pembalasan.


Di saat kita berada dalam kesesakan, jangan lupa Tuhan kita adalah Tuhan yang selalu hadir di tengah-tengah pergumulan kita.


Dia adalah Tuhan yang kasih setia-Nya tidak pernah habis, yang selalu membela kebenaran dan bertindak adil di dalam jalan-Nya.


Tuhan tahu segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. Tetapi Tuhan juga ingin kita percaya kepada Tuhan.


Sebagai bukti kita percaya kepada Tuhan, mari kita menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada-Nya.


Percayalah, bersama dengan Tuhan, kita dapat melakukan perkara-perkara yang di luar kemampuan kita.


Kita akan melihat dan kagum akan perbuatan Tuhan yang ajaib dalam hidup kita. Justru di saat kita merasa lemah, kita menjadi kuat di dalam Tuhan.


Doakan dan renungkan


* Pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku.


* Ya kekuatanku, bagi-Mu aku mau bermazmur.


Tuhan tempat pelarianku