Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 58:1-12
Terhadap pembesar yang lalim
Setiap kita pasti setuju bahwa orang yang melakukan kejahatan itu harus dihukum. Tetapi kadang kala kita menyaksikan ada orang yang melakukan kejahatan namun tidak dihukum dan akan ada ucapan, “Ah, itu tidak adil.”
Sebaliknya, ada orang yang tidak melakukan kejahatan namun dituduh dan dihukum, kita pun akan mengatakan bahwa ini tidak adil. Kita bisa saja mencela lembaga peradilan yang tidak berlaku adil.
Sewajarnya tidak ada seorang pun di antara kita yang suka dengan ketidakadilan atau diperlakukan secara tidak adil. Kenapa? Karena ketidakadilan itu akan berdampak buruk dan merugikan bagi orang lain.
Sebaliknya, kita menginginkan baik kita maupun orang lain melakukan segala sesuatu secara adil.
Renungan firman Tuhan hari ini akan membahas mengenai keindahan keadilan Allah yang terambil dari:
Mazmur 58:1-12
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Jangan memusnahkan. Miktam dari Daud.
2 Sungguhkah kamu memberi keputusan yang adil, hai para penguasa? Apakah kamu hakimi anak-anak manusia dengan jujur?
3 Malah sesuai dengan niatmu kamu melakukan kejahatan, tanganmu, menjalankan kekerasan di bumi.
4 Sejak lahir orang-orang fasik telah menyimpang, sejak dari kandungan pendusta-pendusta telah sesat.
5 Bisa mereka serupa bisa ular, mereka seperti ular tedung tuli yang menutup telinganya,
6 yang tidak mendengarkan suara tukang-tukang serapah atau suara pembaca mantera yang pandai.
7 Ya Allah, hancurkanlah gigi mereka dalam mulutnya, patahkanlah gigi geligi singa-singa muda, ya TUHAN!
8 Biarlah mereka hilang seperti air yang mengalir lenyap! Biarlah mereka menjadi layu seperti rumput di jalan!
9 Biarlah mereka seperti siput yang menjadi lendir, seperti guguran perempuan yang tidak melihat matahari.
10 Sebelum periuk-periukmu merasakan api semak duri, telah dilanda-Nya baik yang hidup segar maupun yang hangus.
11 Orang benar itu akan bersukacita, sebab ia memandang pembalasan, ia akan membasuh kakinya dalam darah orang fasik.
12 Dan orang akan berkata: "Sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, sesungguhnya ada Allah yang memberi keadilan di bumi."
Mazmur 58:1-12 ini merupakan Mazmur ratapan dan permohonan minta keadilan Tuhan. Daud mengecam para pemimpin dan hakim yang korup.
Pemazmur juga memohon agar orang-orang yang melakukan kejahatan dan meremehkan hukum ditindak dan dihukum oleh Allah sebagai bentuk keadilan-Nya.
Pada ayat 2-6, Daud mengecam para hakim dan penguasa yang lalim, di mana ayat 1-2 merupakan kritik atas ketidakadilan.
Daud mempertanyakan integritas para pemimpin dan hakim yang seharusnya menjadi penegak hukum, namun justru mereka mengambil keputusan yang tidak adil dan bahkan merancangkan kejahatan. Mereka mempermainkan hukum.
Jika kita perhatikan apa yang terjadi di sekitar kita hari ini, itu juga yang menjadi pertanyaan banyak orang bahkan kritik tentang ketidakadilan yang terjadi.
Ayat 4-6, Daud menggambarkan tentang karakter orang fasik, dikatakan kejahatan mereka digambarkan sudah mendarah daging sejak lahir. Seperti racun ular berbisa yang menutup telinga terhadap kebenaran.
Walaupun banyak orang yang menyampaikan kritik, tetapi mereka menutup pendengaran mereka tentang kebenaran sehingga mereka terus-menerus hidup di dalam ketidakadilan.
Pada ayat 7-10 merupakan doa pembalasan dan hukuman atas orang-orang fasik.
Jika kita perhatikan ayat 7-8, Daud menyampaikan permohonannya kepada Tuhan untuk menghancurkan kekuatan jahat yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak menegakkan keadilan atau mempunyai kekuatan untuk melakukan penindasan.
Digambarkan seperti mematahkan gigi singa atau melumpuhkan mereka agar tidak lagi berdaya.
Ayat 9-10 Daud memohon kepada Tuhan supaya penghukuman itu dilakukan dengan cepat.
Bagian ini menggambarkan keinginan Daud supaya orang-orang jahat itu dibinasakan secara cepat seperti air mengalir lalu lenyap atau seperti semak berduri yang terbakar sebelum sempat terasa panas.
Ini merupakan ekspresi kemarahan seseorang yang merasa tidak diperlakukan adil, atau merupakan kemarahan dari orang yang mengkritik tentang kelaliman/kefasikan orang-orang yang menindas orang lain.
Pada ayat 11-12 merupakan keyakinan Daud akan keadilan Allah untuk memberikan upah kepada orang-orang benar.
Ayat 11 menyatakan sukacita atas keadilan yang Tuhan nyatakan. Sehingga ia berkata umat Allah akan bersukacita melihat keadilan Allah di tengah-tengah pembalasan atau tindakan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang tidak adil.
Ayat 12 menyatakan bahwa Allah itu hakim yang adil. Daud menutup dengan suatu kesimpulan bahwa kekuatan dan ketangguhan seseorang itu pada akhirnya terletak pada tindakan keadilan Allah yang membela orang-orang benar.
Sehingga dikatakan ada pahala bagi orang-orang benar dan Allah kita adalah Allah yang adil untuk menghakimi dunia ini.
Kita mungkin setuju jika korupsi adalah sesuatu hal yang sudah biasa di sekitar kita, mungkin dapat dikatakan sudah membudaya di setiap lini kehidupan masyarakat saat ini.
Ada ungkapan, “kalau tidak seperti ini, kalau kita tidak ikut orang lain, kita tidak akan cepat menjadi kaya.”
Hal ini membuat orang menghalalkan segala cara untuk apa pun yang ia inginkan, termasuk melakukan korupsi, mulai dari kecil sampai besar.
Apa pun yang kita lakukan dalam hidup kita, baik hal kecil maupun besar yang kira-kira merugikan orang lain atau kita mengingini sesuatu yang bukan milik kita, itu adalah suatu tindakan ketidakadilan.
Ketika kita melakukan ketidakadilan, dimulai dari yang kecil menjadi sedang, kemudian besar dan lebih besar lagi, itu adalah sesuatu yang sangat berbahaya dan kita akan terbiasa dengan hal yang dinamakan korupsi tersebut.
Apa pun yang kita lakukan dalam ketidakadilan, pasti ada konsekuensi yang Allah berikan. Tentu, Allah menyatakan tindakan keadilan-Nya bagi setiap anak manusia.
Mungkin hari ini kita juga melakukan hal yang sama secara diam-diam atau tersembunyi, tetapi kita perlu ingat bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang Mahatahu.
Tuhan tahu segala sesuatu yang kita lakukan, baik atau tidak baik, benar atau tidak benar, adil atau tidak adil.
Oleh sebab itu, jika hari ini kita diperlakukan dengan tidak adil, merasa dirugikan, terabaikan, mungkin kita tidak bisa menerimanya, merasa tidak senang, bahkan kita bisa marah.
Tetapi kiranya melalui firman Tuhan hari ini, dapat menolong kita untuk tidak terus-menerus kecewa, merasa marah, dan jangan pernah membalas kejahatan dengan kejahatan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Biarlah kita mengijinkan tindakan keadilan Allah itu dinyatakan kepada setiap orang.
Sebaliknya, jika kita yang melakukan ketidakadilan kepada orang lain, berhati-hatilah karena Tuhan pun akan menyatakan keadilan itu kepada kita.
2. Mari kita belajar untuk menghidupi Firman Tuhan dan kita menikmati keindahan keadilan Allah di dalam hidup kita.
Doakan dan renungkan
* Orang benar itu akan bersukacita, sesungguhnya ada pahala bagi orang benar, ada Allah yang memberi keadilan di bumi.
* Dalam dunia penuh ketidakadilan, mari kita tetap berharap dan menantikan keindahan keadilan Allah dinyatakan.
Pahala orang benar