Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 56:1-14
Kepercayaan kepada Allah dalam kesusahan
Kita semua pasti pernah merasa takut, mungkin takut terhadap ancaman, kecelakaan, bencana, perang atau kematian.
Allah menciptakan rasa takut dalam diri kita sebagai mekanisme pertahanan, agar kita berjuang dan berusaha untuk bertahan hidup.
Tuhan menempatkan rasa takut dalam diri kita sebagai ujian iman, supaya kita belajar percaya.
Mari kita renungkan keindahan percaya kepada Tuhan disaat kita takut:
Mazmur 56:1-14
Kepercayaan kepada Allah dalam kesusahan
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Merpati di pohon-pohon terbantin yang jauh. Miktam dari Daud, ketika orang Filistin menangkap dia di Gat.
2 Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang-orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan mengimpit aku!
3 Seteru-seteruku menginjak-injak aku sepanjang hari, bahkan banyak orang yang memerangi aku dengan sombong.
4 Waktu aku takut, aku ini percaya kepada-Mu;
5 kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
6 Sepanjang hari mereka mengacaukan perkaraku; mereka senantiasa bermaksud jahat terhadap aku.
7 Mereka mau menyerbu, mereka mengintip, mengamat-amati langkahku, seperti orang-orang yang ingin mencabut nyawaku.
8 Apakah mereka dapat luput dengan kejahatan mereka? Runtuhkanlah bangsa-bangsa dengan murka-Mu, ya Allah!
9 Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
10 Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa Allah memihak kepadaku.
11 Kepada Allah, firman-Nya kupuji, kepada TUHAN, firman-Nya kupuji,
12 kepada Allah aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?
13 Nazarku kepada-Mu, ya Allah, akan kulaksanakan, dan korban syukur akan kubayar kepada-Mu.
14 Sebab Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, bahkan menjaga kakiku, sehingga tidak tersandung; maka aku boleh berjalan di hadapan Allah dalam cahaya kehidupan.
Mazmur ini adalah sebuah miktam atau puisi emas yang sangat berharga dari Daud, ketika ia berada dalam pelarian dari kejaran musuh, yang kemungkinan adalah Saul atau Absalom, anaknya.
Ketika orang-orang Filistin menangkap Daud di kota Gat, ia sangat ketakutan dan tertekan, tetapi dalam situasi itu ia percaya kepada Tuhan.
Ayat 4 merupakan pengakuan iman Daud yang percaya kepada janji yang telah Tuhan katakan, sehingga ia tetap kuat, tidak takut pada yang terjadi yang dilakukan manusia kepadanya.
Ada dua hal penting yang perlu kita pikirkan:
1. Karena Daud mengaku percaya kepada Tuhan, maka ia berdoa dan berseru kepada Tuhan.
Ayat 2-4 Daud memulai dengan memohon belas kasihan kepada Tuhan. Ia menyampaikan keluhannya terhadap musuh yang terus menerus menginjak-injak, memerangi dan menghimpit dia dengan sombong.
Tuhan menolong dan melepaskan Daud dari rasa takut. Mari kita belajar untuk menyampaikan ketakutan kita kepada Tuhan.
2. Daud yakin akan pertolongan Tuhan.
Ayat 9-12 merupakan keyakinan Daud akan perhatian dan kepedulian Allah kepada dia, dikatakan air matanya ditampung dalam kirbat-Nya.
Kirbat adalah kantong atau pundi-pundi dari kulit binatang yang dipakai untuk menampung cairan.
Daud menggambarkan secara puitis, setiap air mata umat-Nya sangat berharga di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan menyimpannya dalam kirbat-Nya.
Ada 3 prinsip penting:
1. Tuhan itu mengetahui setiap penderitaan kita;
Ada penderitaan yang bisa dan tidak bisa kita ekspresikan, tapi tidak ada satupun tetes air mata yang luput dari perhatian Tuhan.
2. Tuhan menghargai setiap pergumulan orang-orang percaya;
Air mata kita tidak sia-sia di hadapan Tuhan, bila kita sungguh-sungguh bergumul di hadapan Tuhan.
3. Tuhan mengingat dan Dia pasti bertindak pada waktu-Nya.
Tuhan tidak hanya mengetahui penderitaan dan menghargai setiap tetes air mata kita, tetapi Ia pasti bertindak memberi penghiburan, kekuatan dan keadilan kepada orang-orang yang percaya.
Ayat 13 dan 14 merupakan nazar syukur Daud, ia mengakhiri doanya dengan janji dan menepatinya untuk memuji-muji Allah. Ia yakin dan percaya Tuhan pasti memberikan pertolongan pada waktu-Nya.
Ketika kita merasa takut, wajar bila kita mencari sesuatu, tempat aman untuk mengatasi persoalan kita. Inilah mekanisme pertahanan diri.
Namun, indah sekali bila kita percaya kepada Tuhan.
Kita berseru mencurahkan isi hati, beban kita kepada Tuhan, Tuhan menghargai air mata, mengingat pergumulan dan memberi pertolongan pada waktu-Nya.
Waktu kita datang kepada Tuhan, Ia tidak pernah sibuk, akses kita terbuka 24 jam setiap hari.
Jika kita takut, percayalah dan datanglah kepada Tuhan.
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28
Jangan pendam rasa takut kita, mari kita datang dan serahkan kepada Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?
* Ketika kita berseru mencurahkan isi hati dan beban kita kepada Tuhan, Dia menghargai air mata kita, mengingat pergumulan kita dan memberi pertolongan pada waktu-Nya.
Kau tak akan Aku lupakan