Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Jumat, 14 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 55:1-24

Doa Minta Tolong Terhadap Musuh.


Ada seorang anak kecil yang polos ketika ia bermain lalu jatuh, terluka dan ia menangis.


Lalu dia segera datang memanggil papanya dan memberitahukan apa yang dia rasakan, dan alami. Dia tunjukkan luka pada lututnya, dan mencurahkan isi hatinya kepada papanya.


Kemudian sebagai papa yang baik, ia langsung menolong anak itu, membersihkan luka dan menempelkan hansaplast, walaupun luka anak itu tidak serta-merta saat itu sembuh, namun ada perasaan lega karena papanya sudah menolongnya.


Hari ini kita akan memikirkan dan merenungkan tentang keindahan dalam mencurahkan isi hati kepada Tuhan, mari kita membaca:


Mazmur 55:1-24


55:1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud.


55:2 Berilah telinga, ya Allah, kepada doaku, janganlah bersembunyi terhadap permohonanku!


55:3 Perhatikanlah aku dan jawablah aku! Aku mengembara dan menangis karena cemas,


55:4 karena teriakan musuh, karena aniaya orang fasik; sebab mereka menimpakan kemalangan kepadaku, dan dengan geramnya mereka memusuhi aku.


55:5 Hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku.


55:6 Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku.


55:7 Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,


55:8 bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela


55:9 Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."


55:10 Bingungkanlah mereka, kacaukanlah percakapan mereka, ya Tuhan, sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan dalam kota!


55:11 Siang malam mereka mengelilingi kota itu di atas tembok-temboknya, dan di dalamnya ada kemalangan dan bencana;


55:12 penghancuran ada di tengah-tengahnya, di tanah lapangnya tidak habis-habisnya ada penindasan dan tipu.


55:13 Kalau musuhku yang mencela aku, aku masih dapat menanggungnya; kalau pembenciku yang membesarkan diri terhadap aku, aku masih dapat menyembunyikan diri terhadap dia.


55:14 Tetapi engkau orang yang dekat dengan aku, temanku dan orang kepercayaanku:


55:15 kami yang bersama-sama bergaul dengan baik, dan masuk rumah Allah di tengah-tengah keramaian.


55:16 Biarlah maut menyergap mereka, biarlah mereka turun hidup-hidup ke dalam dunia orang mati! Sebab kejahatan ada di kediaman mereka, ya dalam batin mereka.


55:17Tetapi aku berseru kepada Allah, dan TUHAN akan menyelamatkan aku.


55:18 --Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.


55:19 Ia membebaskan aku dengan aman dari serangan terhadap aku, sebab berduyun-duyun mereka melawan aku.


55:20 Allah akan mendengar dan merendahkan mereka, --Dia yang bersemayam sejak purbakala. Sela Karena mereka tidak berubah dan mereka tidak takut akan Allah.


55:21 Orang itu mengacungkan tangannya kepada mereka yang hidup damai dengan dia, janjinya dilanggarnya;


55:22 mulutnya lebih licin dari mentega, tetapi ia berniat menyerang; perkataannya lebih lembut dari minyak, tetapi semuanya adalah pedang terhunus.


55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.


55:24 Tetapi Engkau, ya Allah, akan menjerumuskan mereka ke lubang sumur yang dalam; orang penumpah darah dan penipu tidak akan mencapai setengah umurnya. Tetapi aku ini percaya kepada-Mu.


Mazmur ini merupakan curhatan isi hati Daud yang hancur akibat pengkhianatan teman dekatnya, yang diduga adalah ini Ahitophel.


Ahitophel ini adalah penasihat Daud ketika dia menjadi raja, tetapi dalam satu ketika dia mengkhianati Daud karena dia lebih cenderung untuk membela dan berpihak kepada Absalom anak Daud.


Kita tahu cerita itu, ketika Absalom mengkudeta dan dia ingin membunuh ayahnya supaya mendapatkan kekuasaan itu. Di sinilah Ahitophel yang tadinya penasihat dan dekat dengan Daud, mengkhianati Daud.


Jikalau kita mencermati Mazmur 55 hampir seluruh ayat ini merupakan isi hati Daud ataupun curahan isi hatinya kepada Tuhan, namun untuk memudahkan kita memahami dari seluruh ayat ini, kita membagi dalam tiga bagian.


Bagian Pertama


Bagian yang pertama adalah ayat 1-9, di sini Daud mengungkapkan perasaan dirinya sendiri dengan ratapan atau perasaan takut ataupun cemas atas pengkhianatan dan pengejaran musuhnya.


Ia merasa tertekan akibat ancaman dari musuh yang sangat serius hingga ia ingin melarikan diri ke padang gurun, bahkan dikatakan “Kalau aku punya sayap aku ingin terbang menjauh, mencari tempat yang lebih aman.”


Bagian Kedua


Lalu ayat yang ke 10-16 ini adalah bagian kedua curahan isi hati dari Daud. Di sini dia menyampaikan hal yang berkaitan dengan pengkhianatan orang terdekatnya.


Daud menggambarkan penderitaan bukan sekedar musuh yang dari luar ataupun musuh dari jauh, dia menggambarkan tentang musuh dari sahabat karibnya, dari orang yang dekat dengan dia, yang mengkhianati dia dengan bermulut manis.


Di sini kita melihat bahwa ternyata ada orang yang dekat dengan dia, biasa bersama dengan dia.


Tidak setia dan mengkhianati dia, dan lebih mendukung orang lain/Absalom yang ketika itu ingin mengambil alih takta ayahnya.


Bagian Ketiga


Kemudian yang ketiga adalah ayat 17-23, di sini Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan tentang keyakinannya kepada Tuhan dan berkaitan dengan penyerahan diri percaya kepada Tuhan.


Di puncak penderitaannya, Daud yakin kepada Tuhan bahwa Tuhan pasti mendengar dan menjawab doanya, itu sebabnya dia terus berseru-seru kepada Tuhan, dari pagi sampai petang.


Mazmur 55:1-24


55:23 Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.


Ini merupakan ayat kunci yang dipegang erat oleh Daud ketika dia berada di dalam kegalauan, dan ketakutan dikejar-kejar musuh.


Ayat ini juga penting sekali untuk kita pegang, di saat kita lemah, susah, mungkin saat ada ancaman, “Serahkanlah kuatirmu kepada Tuhan, maka Ia akan memelihara engkau!”


Kata ”Serahkanlah” di dalam Alkitab terjemahan baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru itu seperti orang melempar bola, kita lemparkan sesuatu.


Ketika kita lempar suatu benda, maka benda itu terlepas dari tangan kita dan benda itu menuju kepada sasaran di mana kita lemparkan.


Ketika Daud berkata, "Serahkanlah" artinya lemparkanlah rasa khawatir, cemas, takut itu kepada Tuhan dan tidak ada lagi yang kita pegang semuanya kita serahkan kepada Tuhan, tidak ada yang tersisa.


Ini satu prinsip penting ketika kita menghadapi juga kesulitan dalam hidup kita.


Kadang-kadang kita serahkan, tetapi kita masih pegang buntutnya. Ibaratnya kalau kita kasih ular, kepalanya kita lempar ke depan, tapi ekornya kita masih tahan, itu sangat berbahaya karena kepalanya akan kembali untuk memagut kita.


Jadi, serahkanlah dengan total, tidak ada yang tersisa.


Di dalam ayat 24 dia berbicara tentang keyakinannya akan kepastian keadilan Allah.


Daud sangat percaya bahwa Allah itu adalah yang adil, Dia akan menjatuhkan hukuman kepada orang-orang yang menumpahkan darah, yang curang, yang jahat pasti dilemparkan ke jurang kebinasaan.


Sebaliknya dia sangat yakin bahwa Allah yang adil, dan penolong akan memelihara orang-orang benar.


Di sinilah Daud mengalami keindahan Tuhan ketika ia mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan.


Setiap kita pasti ada persoalan. Tidak ada manusia yang tidak punya persoalan. Dan persoalan kita tentu berbeda-beda, kasusnya juga berbeda-beda. bahkan kadarnya juga berbeda-beda.


Ada yang ringan, ada yang berat, ada yang pendek waktunya, ada yang panjang waktunya, namun yang namanya beban pasti tidak nyaman, dan kita ingin supaya kita bebas dan terlepas dari beban-beban yang menimpa kita.


Oleh sebab itu, jika hari ini kita rasa takut, kecewa, marah dengan orang-orang yang mengganggu kita, orang-orang yang mengkhianati kita, apapun itu bebanmu, mari kita datang curhat sama Tuhan, ungkapkan seluruh perasaan kita secara detail kepada Tuhan.


Lalu kita bertanya, "Apakah Tuhan tidak tahu saya punya persoalan?”


Tuhan tahu, tapi yang Tuhan inginkan adalah bagaimana kita sebagai orang percaya melakukan ekspresi iman kita dengan penyerahan total kepada Tuhan.


Beritahukan kepada Tuhan secara detail persoalanmu, bebanmu, kesulitanmu, dan tantangan yang kamu sedang hadapi.


Mari kita datang kepada Tuhan, beritahukan semua apa yang menjadi pergumulan kita kepada Dia.


Dalam dunia kaunseling menurut para ahli ketika kita mencurahkan isi hati kita, unek-unek kita, atau beban yang tertumpuk di dalam hati kita kepada si kaunselor, maka setengah persoalan kita sudah selesai.


Mungkin dengan setengah persoalan kita sudah bisa release, kita bisa lega kembali.


Ketika datang kepada Tuhan, mari kita curahkan isi hati kita dan menyerahkannya secara detail kepada Tuhan.


Tuhan pasti mendengar keluhan, tangis dan ceritanya kita, dan Tuhan pasti mengerti kerinduan kita hari ini, Tuhan pasti menjawab dan memberikan kita kasih karunia.


Doakan dan renungkan


* Di waktu petang, pagi dan tengah hari aku cemas dan menangis; dan Ia mendengar suaraku.


* Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.


Serahkanlah=>Lemparkanlah