Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 13 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 54:1-9

Doa dalam Menghadapi Musuh


Ada sebuah kesaksian seseorang yang dikhianati oleh temannya. Dia dituduh melakukan suatu tindakan yang tidak ia lakukan di pekerjaannya.


Kemudian dia diproses secara hukum dan dituntut hukuman penjara selama 2,5 tahun. Namun, dalam perjalanan proses pra peradilan sampai selesai, hasilnya dia dinyatakan tidak bersalah.


Ketika dia bebaskan dan dilepaskan, dia sangat bersukacita, dia senang sekali, dan dia memberi kesaksian ke mana-mana.


Dia juga mengadakan acara syukuran di rumahnya, karena ia senang dibebaskan.


Hari ini, saya ingin mengajak kita merenungkan suatu bagian firman Tuhan tentang keindahan atas kelepasan yang diberikan Tuhan.


Mazmur 54:1-9 Doa dalam Menghadapi Musuh


1 Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi. Nyanyian pengajaran Daud,


(54-2) ketika orang Zifi datang mengatakan kepada Saul: "Daud bersembunyi kepada kami."


(54-3) Ya Allah, selamatkanlah aku karena nama-Mu, berilah keadilan kepadaku karena keperkasaan-Mu!


(54-4) Ya Allah, dengarkanlah doaku, berilah telinga kepada ucapan mulutku!


(54-5) Sebab orang-orang yang angkuh bangkit menyerang aku, orang-orang yang sombong ingin mencabut nyawaku; mereka tidak mempedulikan Allah. Sela


(54-6) Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku.


(54-7) Biarlah kejahatan itu berbalik kepada seteru-seteruku; binasakanlah mereka karena kesetiaan-Mu!


(54-8) Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.


(54-9) Sebab Ia melepaskan aku dari segala kesesakan, dan mataku memandangi musuhku.


Mazmur 54 ditulis oleh Daud, ketika orang-orang Zifi mengkhianatinya, dengan melaporkan tempat persembunyiannya kepada raja Saul.


Memang ketika itu, raja Saul sedang mengejar Daud yang sedang dalam pelarian. Saul ingin menangkap Daud, karena sakit hati dan cemburu.


Dalam kondisi dikhianati, Daud sangat tertekan. Tetapi, ketika dia menyadari akan kehadiran Tuhan yang membebaskannya, maka di sini Daud memberikan sebuah kesaksian, sebuah puji-pujian kepada Tuhan.


Ada sebuah peralihan dari ratapan ketakutan menjadi pujian yang ia naikkan kepada Tuhan.


Perhatikan dalam ayat 3-5, di sini Daud mulai dengan memohon pertolongan kepada Tuhan. Sebuah ratapan yang dia naikkan kepada Tuhan.


Daud meminta keselamatan dan keadilan kepada Allah, karena dia sedang diserang. Ia sedang dikejar-kejar oleh orang-orang yang angkuh, yang tidak percaya kepada Tuhan, dan tidak peduli kepada Tuhan.


Jika kita perhatikan latar belakang dari bagian ini, kasusnya mirip dengan apa yang dilakukan oleh orang Edom itu kepada Daud.


Orang Zifi adalah orang-orang yang tinggal di padang gurun. Mereka mendukung raja Saul tentunya.


Ketika Daud berada dalam pelarian karena dikejar-kejar oleh Saul, orang Zifi ini melaporkan kepada Saul, tempat persembunyian Daud.


Tentu di saat-saat seperti ini, Daud merasa ketakutan dan tertekan. Tetapi menariknya di ayat 6 dan 7 ini, Daud menegaskan, bahwa Allah adalah pembelanya.


Dia sadar, bahwa Allah adalah Allah yang tahu setiap pergumulannya, dan Allah yang sanggup untuk menolong dia.


Dia mengungkapkan Tuhan sebagai penolong. Tuhan sebagai penopang yang akan membalas kejahatan musuh-musuh-Nya.


Lalu di ayat 8-9, Daud menaikkan ucapan syukur kepada Tuhan.


Daud bersukacita, karena Allah ada dipihak dia. Karena Allah membela dia, maka dia berniat mempersembahkan korban syukur, serta memuji nama Tuhan atas kelepasan yang Tuhan berikan kepadanya


Di sini, Tuhanlah yang datang dan hadir untuk membebaskan Daud.


Ini adalah respon yang spontan. Ketika seseorang dibebaskan dan dilepaskan, maka ada ungkapan syukur. Ada ungkapan puji-pujian yang dinaikkan kepada Tuhan.


Tidak ada sukacita yang lebih besar dalam kehidupan seseorang daripada sukacita karena dibebaskan dari pengkhianatan orang yang membencinya.


Atau karena dibebaskan dari tuntutan hutang. Atau karena dibebaskan dari penjara.


Tetapi, sukacita yang lebih besar dari semuanya itu adalah ketika kita dibebaskan dari tuntutan hukum dosa, yaitu kematian kekal selama-lamanya.


Roma 3:23

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,


Roma 6:23

Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.


Dari kedua ayat di atas, artinya konsekuensi dosa adalah kematian kekal selama-lamanya.


Selama kita hidup dalam dosa, kita hidup dalam kegelisahan. Selama kita hidup dalam dosa, kita tidak pernah tenang.


Selama kita hidup dalam dosa, kita tidak pernah merasakan yang namanya kebebasan. Kenapa? Karena dosa terus menerus membayangi hidup kita.


Konsekuensi dosa adalah kematian kekal selama-lamanya.


Ketika kita percaya kepada Kristus dan menjadikan Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, maka Dia pasti akan mengampuni kita dari segala dosa kita, dari segala kejahatan kita.


Dan kita akan dibebaskan dari hukum dosa dan hukum maut. Di saat itu, kita akan mengalami keindahan kelepasan yang total dari Tuhan dalam hidup kita.


Jika hari ini Saudara masih merasa ada sesuatu yang membelenggu, atau ada sesuatu yang masih mengikat, atau Saudara tidak pernah merasa bebas dan tidak merasa lega, maka mari datang kepada Tuhan.


Datang kepada Tuhan, berseru kepada Dia, dan yakinlah, Dia pasti akan memberikan kelegaan kepada Saudara.


Doakan dan renungkan


* Dengan rela hati aku akan mempersembahkan korban kepada-Mu, bersyukur sebab nama-Mu baik, ya TUHAN.


* Sebab Engkau melepaskan aku dari segala kesesakan.


Kelegaan ganti kesesakan