Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 53:1-7
Kebobrokan manusia
Dalam dunia teologis, orang yang tidak megakui eksistensi Allah disebut sebagai ateis. “A” artinya tidak. “Teis” artinya Tuhan. Sebuah paham yang tidak mengakui bahwa Allah itu ada.
Jika dicermati secara filosofi, saat ada pengakuan bahwa sesuatu tidak ada, maka hal yang diakui tidak ada itu, sebenarnya ada. Kalau Tuhan itu tidak ada, tidak perlu diakui tidak ada. Justru karena Dia ada, maka Dia diakui tidak ada.
Paham ini percaya bahwa orang yang mengakui adanya Tuhan, berada dalam ilusi atau obat untuk menenangkan jiwa manusia yang gelisah dari tuduhan-tuduhan hati nurani.
Hati nurani sebenarnya menentukan sikap kita tentang pengakuan atau keyakinan akan Allah. Jika dicermati, sesungguhnya jauh di dalam lubuk hati manusia, ada sebuah ruang ingin mencari Tuhan.
Mari kita renungkan Firman Tuhan mengenai keindahan mencari Allah di dalam hidup ini.
Mazmur 53:1-7
1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Mahalat. Nyanyian pengajaran Daud.
2 Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah!" Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
3 Allah memandang ke bawah dari sorga kepada anak-anak manusia, untuk melihat apakah ada yang berakal budi dan yang mencari Allah.
4 Mereka semua telah menyimpang, sekaliannya telah bejat; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
5 Tidak sadarkah orang-orang yang melakukan kejahatan, yang memakan habis umat-Ku seperti memakan roti, dan yang tidak berseru kepada Allah?
6 Di sanalah mereka ditimpa kekejutan yang besar, padahal tidak ada yang mengejutkan; sebab Allah menghamburkan tulang-tulang para pengepungmu; mereka akan dipermalukan, sebab Allah telah menolak mereka.
7 Ya, datanglah kiranya dari Sion keselamatan bagi Israel! Apabila Allah memulihkan keadaan umat-Nya, maka Yakub akan bersorak-sorak, Israel akan bersukacita.
Mazmur 53:1-7 adalah nyanyian pengajaran Daud yang menyoroti tentang kebodohan dan kebobrokan moral umat manusia, akibat penolakan mereka terhadap Tuhan.
Ayat 1-5, pemazmur atau Daud menggambarkan orang bebal dan bodoh, menyangkal keberadaan Tuhan di dalam hati mereka. Paham tentang Allah, sangat mempengaruhi moralitas.
Sikap mereka tidak mengakui Allah, berujung pada kerusakan moral total. Manusia menjadi cemar dan tidak ada satupun yang berbuat baik di hadapan Tuhan.
Ayat 6, Daud menjelaskan konsekuensi dari perbuatan orang-orang yang tidak mengenal Allah, atau hukuman bagi orang-orang fasik. Bagian ini menyatakan realitas bahwa kejahatan tidak akan pernah luput dari pengawasan Tuhan.
Pemazmur menegaskan bahwa orang-orang yang menindas dan berbuat jahat; akan mengalami ketakutan dan kehancuran yang luar biasa karena menolak Tuhan.
Ayat 7, Daud menyingkapkan konsekuensi kelakuan orang-orang yang tidak percaya kepada Allah.
Namun, pemazmur menyampaikan bahwa masih ada pengharapan akan keselamatan yang Tuhan berikan, bagi mereka yang merindukan dan mencari Tuhan.
Kemudian, bagian ini ditutup dengan seruan kerinduan dan sukacita sang pemazmur akan pemulihan dan keselamatan yang datang hanya dari Tuhan bagi umat-Nya.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Pengakuan akan ada Allah atau tidak, sangat menentukan nilai moralitas seseorang.
Mereka yang tidak mengakui adanya Tuhan, akan membuat norma-norma sesuai dengan kehendak bebas mereka, khususnya dalam melakukan segala hal yang disukai dan disenangi.
Namun, Allah pasti membuktikan eksistensi dan otoritasnya dengan menghukum orang-orang yang fasik, sebagai konsekuensi dari penolakan mereka akan Tuhan.
2. Ada anugerah Tuhan yang disediakan dan selalu cukup bagi kita.
Seburuk, sebodoh, atau sejahat apapun seseorang di masa lampau; saat ia memiliki kesadaran
bahwa ia membutuhkan dan mencari Tuhan dalam hidupnya, maka ia akan menemukan Tuhan dalam hidupnya.
Tuhan akan memberikan pengampunan dan pemulihan kepada orang-orang yang demikian.
Saat seseorang mengalami pemulihan dan keselamatan jiwa dari Tuhan, ia pasti mengalami keindahan ketika mencari Tuhan di dalam hidupnya.
Zefanya 2:3
3 Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN.
Saat kita memiliki kesadaran untuk membutuhkan dan mencari Tuhan dalam kehidupan, maka kita akan menemukan Tuhan dalam kehidupan kita.
Doakan dan renungkan
* Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah!" Busuk dan jijik kecurangan mereka, tidak ada yang berbuat baik.
* Mereka yang tidak mengakui adanya Allah, akan membuat norma-norma sesuai dengan kehendak bebas mereka, yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.
Kesadaran yang dimatikan