Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 52 : 1-11
Hukuman terhadap orang fasik
Setuju atau tidak, kita ini sedang hidup dalam dunia yang jahat. Dunia kita adalah dunia yang manipulatif dan penuh dengan kepura-puraan, kepalsuan, dan kemunafikan. Boleh kita simpulkan, dunia kita ini memang dunia yang jahat.
Kita adalah orang-orang yang ada di tengah-tengah situasi yang demikian. Bagaimana caranya kita sebagai orang percaya hidup di tengah dunia yang demikian?
Mazmur 52 : 1-11
1 Untuk pemimpin biduan. Nyanyian pengajaran Daud,
2 ketika Doëg, orang Edom itu, datang memberitahukan kepada Saul, bahwa Daud telah sampai di rumah Ahimelekh.
3 Mengapa engkau memegahkan diri dengan kejahatan, hai pahlawan, terhadap orang yang dikasihi Allah sepanjang hari?
4 Engkau merancangkan penghancuran, lidahmu seperti pisau cukur yang diasah, hai engkau, penipu!
5 Engkau mencintai yang jahat lebih dari pada yang baik, dan dusta lebih dari pada perkataan yang benar. Sela
6 Engkau mencintai segala perkataan yang mengacaukan, hai lidah penipu!
7 Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya, Ia akan merebut engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah, membantun engkau dari dalam negeri orang-orang hidup. Sela
8 Maka orang-orang benar akan melihatnya dan menjadi takut, dan mereka akan menertawakannya:
9 "Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya, yang percaya akan kekayaannya yang melimpah, dan berlindung pada tindakan penghancurannya!"
10 Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
11 Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya,sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!
Kalau kita perhatikan bagian Firman Tuhan ini, khususnya ayat 1 sampai 6, di sini Daud menjelaskan tentang kelakuan orang-orang fasik.
Dalam hal ini tentu berbicara tentang Doeg, orang Edom itu, yang telah mengkhianatinya.
Sedikit kita ketahui, Doeg ini adalah kepala penjaga ternak Raja Saul. Tentu dia berpihak kepada Saul ketika Saul mengejar ataupun mencari di mana Daud bersembunyi.
Doeg yang berpihak kepada raja, orang-orang penting dan berkuasa, memegahkan diri. Mereka bangga dengan kelicikan mereka. Perkataan mereka jahat, menipu dan berdusta.
Bahkan digambarkan bahwa perkataan mereka seperti pisau cukur yang diasah, yang digunakan untuk menghancurkan kehidupan orang lain.
Menarik sekali ketika Daud menjelaskan tentang karakter orang-orang fasik dan munafik itu. Pada ayat 7 sampai 11, Daud menjelaskan bagaimana seharusnya sikap orang benar menghadapi kelakuan orang-orang tersebut.
Ada dua hal yang Daud sampaikan.
1. Orang benar tidak reaktif membalas kejahatan dengan kejahatan.
Orang benar memberikan kepada Allah hak untuk membalas perbuatan orang fasik. Ketika kita mungkin diolok atau difitnah, kita ingin bertindak sendiri dengan cara kita.
Tetapi Daud menyerahkan pembalasan kepada Tuhan karena Daud yakin bahwa Allah pasti tidak tinggal diam. Daud sangat yakin akan keadilan dan pembalasan Tuhan pada waktunya.
Mazmur 52 : 7
Tetapi Allah akan merobohkan engkau untuk seterusnya, Ia akan merebut engkau dan mencabut engkau dari dalam kemah, membantun engkau dari dalam negeri orang-orang hidup. Sela
2. Orang benar tidak mudah terpengaruh dengan keadaan apa pun.
Orang benar tetap dan terus bertumbuh dalam kasih karunia Tuhan di saat-saat yang sulit.
Mazmur 52 : 10
Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
Menarik sekali bahwa Daud menggambarkan dirinya seperti pohon zaitun. Pohon zaitun adalah salah satu tanaman di Timur Tengah yang tahan terhadap musim apa pun.
Pohon ini mampu bertahan hidup kurang lebih 3.000 tahun. Artinya, pohon zaitun ini melambangkan kehidupan yang kuat, yang tangguh, yang tahan lama, tetapi juga terus-menerus menghasilkan buah.
Kita perhatikan dua hal. Pertama, orang benar itu adalah orang yang tidak mudah terpengaruh dengan olokan, tidak mudah terpengaruh dengan fitnah, dan tidak mudah terpengaruh dengan pengkhianatan.
Apa pun kata orang tentang dirinya, dia tahu dia orang benar, dan Tuhan itu cukup.
Kedua, orang yang bertahan terhadap segala musim adalah orang yang tidak berhenti berbuah.
Artinya, walaupun dalam keadaan baik atau tidak baik, dia diolok atau tidak diolok, dia difitnah atau tidak difitnah, dia tetap menghasilkan buah yang baik.
Dia tetap melakukan perbuatan yang baik, ataupun bertindak baik kepada orang-orang yang ada di sekitarnya, termasuk orang yang mengkhianatinya.
Saya kira sesuatu hal yang tidak gampang, tetapi orang benar harusnya demikian.
Kita melihat kontras yang sangat kuat yang Daud mau sampaikan. Orang fasik mengandalkan kekayaan dan kejahatannya, dan akhirnya menuju kepada kehancuran.
Tetapi orang yang benar adalah orang yang meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada Allah, dan Allah memberkati kehidupan orang-orang yang benar.
Itu sebabnya di dalam ayat 11 Daud menutup dengan komitmen untuk senantiasa memuji Tuhan, bersyukur kepada Tuhan atas segala perbuatan Tuhan yang baik.
Ayat 11 berkata begini:
Mazmur 52 : 11
Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya,sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi!
Kita tidak pungkiri bahwa kita ini ada di tengah-tengah dunia yang jahat. Kadang-kadang kita harus menghadapi situasi yang sulit.
Mungkin kita mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman, diolok-olok, dilecehkan, dimaki-maki, difitnah, ataupun dikhianati, mungkin oleh orang yang dekat dengan kita.
Mungkinkah itu suami atau istri? Mudah-mudahan tidak, tetapi bisa terjadi seperti itu.
Mungkin juga pengkhianatan dari orang-orang yang biasa bergaul dengan kita dalam dunia kerja atau dalam lingkungan pergaulan kita di tengah-tengah masyarakat.
Pada waktu kita menghadapi situasi seperti ini, kita tidak nyaman. Kita pasti bisa kesal, marah, kecewa, dan sakit hati.
Namun sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, ketika kita percaya kepada Kristus, dosa kita diampuni dan kita dibenarkan di hadapan Tuhan.
Mari kita belajar hidup benar di tengah-tengah situasi dunia kita hari ini. Artinya, kita tidak reaktif membalas kejahatan dengan kejahatan.
Kita belajar untuk bersandar kepada Tuhan, meminta kekuatan ekstra kepada Tuhan supaya kita mampu tetap tegar, tetap kokoh, tetap kuat, dan tidak terpengaruh dengan situasi.
Kita juga meminta Tuhan supaya di tengah-tengah situasi seperti ini kita mampu berbuat baik ataupun melakukan hal-hal yang baik bagi orang-orang di sekitar kita.
Ketika kita tetap tegar dan menghasilkan buah perbuatan baik bagi orang-orang di sekitar kita, bahkan bagi yang menyakiti hati kita, kualitas hidup kita tampak berbeda dengan dunia ini.
Di situlah orang melihat keindahan kebaikan yang muncul dari hidup kita.
Dengan demikian, kita akan menikmati indahnya atau keindahan hidup benar di tengah-tengah dunia yang jahat ini.
Kiranya kita ditolong oleh Tuhan untuk tetap menjaga hidup kita benar di tengah-tengah pergaulan kita.
Doakan dan renungkan
* "Lihatlah orang itu yang tidak menjadikan Allah tempat pengungsiannya, yang percaya akan kekayaannya yang melimpah, dan berlindung pada tindakan penghancurannya!"
* Tetapi aku ini seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah; aku percaya akan kasih setia Allah untuk seterusnya dan selamanya.
Tetap Berbuah Baik