Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 51:1-21
Pengakuan dosa
Mengakui kesalahan itu bagaikan menelanjangi diri di hadapan seseorang dan itu tidak mudah. Karena kita membutuhkan kepercayaan atau kesadaran diri untuk mengakui kesalahan kita.
Selain itu, kita juga membutuhkan sikap kerendahan hati, keberanian mental, dan kedewasaan rohani untuk bisa jujur dan terbuka di hadapan Tuhan.
Renungan firman Tuhan hari ini akan membahas mengenai keindahan di dalam pertobatan yang terambil dari:
Mazmur 51:1-21
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
2 ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
3 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
4 Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku!
5 Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.
6 Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.
7 Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
8 Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku.
9 Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju!
10 Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!
11 Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku!
12 Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh!
13 Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
14 Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
15 Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
16 Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
17 Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
18 Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
20 Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
21 Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.
Mazmur 51:1-21 ini merupakan Mazmur yang berbicara tentang doa dan permohonan pertobatan Daud setelah ditegur oleh nabi Natan, akibat dosanya dengan Batsyeba.
Kita akan merenungkan bagaimana Daud menyampaikan permohonan dan meminta belas kasihan kepada Allah, mengakui dosanya secara mendalam di hadapan Tuhan, lalu meminta agar Tuhan memperbarui batinnya.
Lalu ia berkomitmen untuk melayani Tuhan dan doa syafaatnya bagi bangsa Israel.
Ayat 1-4 adalah permohonan Daud akan belas kasihan dan pengampunan Tuhan. Permohonan ini bukan berdasarkan kebaikannya, tetapi berdasarkan kasih setia dan rahmat Allah yang besar.
Daud datang dengan sebuah keyakinan akan kasih setia dan rahmat Tuhan baginya. Artinya, dia tahu Tuhan pasti mengampuni dia ketika dia mengakui dosanya.
Mazmur 51:3
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Ini adalah sikap kerendahan hati yang meminta agar Tuhan mengampuni dia dari segala dosa dan pelanggaran yang ia lakukan di hadapan Tuhan.
Datang kepada Tuhan berdasarkan kasih karunia dan anugerah-Nya, percaya bahwa Tuhan mau mendengar dan mengabulkan doa permohonannya.
Ayat 5-8 berisikan pengakuan dosa yang terbuka dengan jujur di hadapan Tuhan. Daud menyadari dan mengakui pelanggarannya secara pribadi. Dia mengungkapkan dan menguraikan secara detail apa yang telah ia lakukan.
Daud menyadari bahwa dosa pada hakikatnya adalah sikap pemberontakan terhadap Allah.
Ia mengakui bahwa dosa yang ia lakukan bukan hanya karena tindakan perbuatannya, tetapi dirinya sebagai orang yang berdosa, yaitu sifat dasar yang telah berdosa sejak dalam kandungan ibunya.
Mazmur 51:7
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan, dalam dosa aku dikandung ibuku.
Ini adalah kesadaran mendasar bahwa setiap orang membutuhkan anugerah dan belas kasihan Tuhan untuk pengampunan.
Mengapa? Karena dosa itu bukan karena tindakan atau perbuatan kita, melainkan karena natur dosa itu sudah melekat pada diri kita semenjak dalam kandungan ibu kita.
Apa yang sudah melekat, itulah yang lahir dari tindakan perbuatan ketika kita dewasa.
Ayat 9-14 berisikan permohonan agar Tuhan membersihkan dan memperbarui batinnya. Daud memohon penyucian dari Allah. Ini disamakan dengan penyucian yang memakai hisop agar tahir.
Jika kita perhatikan dalam Perjanjian Lama, contohnya dalam Imamat 14:4-6, hisop berasal dari tanaman yang digunakan untuk memercikkan air ataupun darah dalam ritual penyucian, baik menyucikan dari kesalahan, dosa, ataupun penyakit.
Ritual ini dilakukan oleh imam dan tidak boleh dilakukan sembarangan.
Daud meminta kepada Tuhan agar membasuh dan membersihkan dia dengan hisop, supaya ia tahir, bersih, dan suci di mata Tuhan. Ia pun meminta agar Tuhan memperbarui hatinya dengan roh yang teguh di dalam batinnya.
Ketika seseorang percaya akan anugerah Tuhan, lalu terbuka dengan jujur mengaku dosa di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan mengampuni dosa dan memperbarui batinnya, bahkan meneguhkan oleh Roh di dalam hidupnya.
Ia memohon agar Roh Kudus tidak diambil darinya, sehingga dia memiliki kehidupan yang dipulihkan dan ada sukacita keselamatan yang Tuhan anugerahkan kepadanya.
Ayat 15-21 merupakan komitmen, kesaksian, dan ketaatan Daud melakukan apa yang Tuhan kehendaki baginya. Daud berjanji akan mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang yang berdosa agar mereka berbalik kepada Tuhan.
Ketika kita mengalami pengampunan dari Tuhan, maka kita tidak hanya menikmati keindahan pertobatan secara pribadi, tetapi kita perlu memberitahukannya kepada orang lain.
Sehingga, mereka yang hidup dalam dosa bisa datang kepada Tuhan, mengakui dosa di hadapan Tuhan, dan mereka boleh menerima anugerah keselamatan dalam Tuhan.
Daud menyadari bahwa Allah tidak sekadar menginginkan korban sembelihan, tetapi Tuhan ingin jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk, seperti yang tertulis pada ayat berikut:
Mazmur 51:19
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Daud menutup dengan sebuah doa dan permohonan agar Allah berkenan memberkati Sion, umat-Nya.
Kiranya ini bisa menjadi suatu tekad kerinduan kita; ketika kita bertobat dan percaya pada Tuhan, mari kita berdoa supaya orang lain, mulai dari keluarga, tetangga, hingga orang-orang di sekitar kita mendapat anugerah dari Tuhan.
Pesan Firman Tuhan bagi kita
1. Tanpa kita mengakui dosa kita di hadapan Tuhan, sebenarnya Tuhan tahu apa yang ada di dalam diri kita.
Tuhan mengetahui apa yang kita pikirkan dan rasakan. Kenapa? Karena Tuhan kita adalah Mahatahu.
2. Tuhan ingin sebuah kesadaran dan kejujuran dari kita untuk mengakui segala dosa kita, untuk mengalami pertobatan yang sejati.
1 Yohanes 1:9
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Tuntutan hukum dosa dihapuskan dan segala kejahatan ditanggalkan, kemudian Tuhan mengampuni kita.
Artinya, Tuhan mendamaikan kita dengan diri-Nya dan hubungan kita dengan Allah dipulihkan, sehingga keindahan dalam pertobatan menjadi nikmat yang Tuhan sediakan bagi orang yang percaya kepada-Nya.
Maukah kita mengalami pertobatan yang sejati? Maukah kita mengalami keindahan dalam pertobatan?
Doakan dan renungkan
* Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
* Tuhan tahu semua dosa kita, Ia ingin kita jujur mengakui untuk mengalami pertobatan yang sejati.
Hapuskanlah kesalahanku