Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Minggu, 09 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 50:16-23

Ibadah yang sejati (part 2)


Teguran adalah sesuatu yang paling tidak kita sukai, karena teguran menyinggung perasaan kita, membuat kita tidak nyaman dan bisa membuat kita sakit hati dan marah.


Tetapi kalau kita mencermati, sebenarnya teguran itu adalah suatu bentuk kepedulian Tuhan kepada kita.


Tuhan menegur kita bukan tanda benci tetapi sebagai tanda kasih-Nya kepada kita dan mendatangkan kebaikan bagi kita.


Teguran itu menolong kita agar terhindar dari segala masalah, kesulitan dan dari segala kejahatan.


Hari ini mari kita merenungkan tentang keindahan Tuhan di dalam teguran.


Mazmur 50:16-23


16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,


17 padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?


18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah.


19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat, dan pada lidahmu melekat tipu daya.


20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu.


21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau. Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.


22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.


23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."


Mazmur 50:1-13 yang kemaren sudah kita ketahui adalah mazmur pengajaran dari Bani Asaf yang menegur umat Allah karena menjadikan ibadah itu sebagai suatu ritual belaka taupun ibadah yang sifatnya formalitas.


Kemarin kita merenungkan tentang keindahan Tuhan dalam komitmen ayat 1-15, hari ini kita akan bersama-sama melihat keindahan Tuhan di dalam teguran.


Di sini Tuhan menegur umat-Nya tentang sikap ibadah mereka yang hanya bersifat ritual belaka ataupun yang sifatnya formalitas.


Kalau kita perhatikan di ayat 16-22, ini adalah teguran Tuhan terhadap orang fasik. Bagian ini menyoroti tentang sikap kefasikan dan kemunafikan dari umat Tuhan.


Apa yang dimaksud dengan Fasik dan Munafik? apa bedanya?


Fasik adalah orang yang tahu kebenaran tetapi tidak melakukan kebenaran.


Munafik adalah orang yang melakukan kejahatan tetapi pura-pura kelihatan baik.


Atau orang yang hanya tampak luarnya kelihatan agamais atau sangat rohani tetapi kehidupan nyatanya dia sama saja dengan orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan atau yang tidak melakukan kebenaran Firman Tuhan.


Sorotan dari Firman Tuhan disini adalah orang fasik yang melakukan kebenaran tetapi melakukan kejahatan juga.


Sedangkan yang Tuhan mau mereka supaya apa yang mereka tahu tentang kebenaran mereka melakukannya seperti apayang Tuhan inginkan.


Untuk itu di sini Tuhan menegur mereka dengan begitu jelas dan tegas.


Perhatikan di Ayat 16, “Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu”,


Ayat 17, “padahal engkaulah yang membenci teguran”, kita lihat, mereka tahu tentang kebenaran, mereka adalah umat Tuhan tetapi mereka benci teguran.


Inilah persoalan kita, seringkali kita mendengarkan Firman Tuhan, baik itu kita baca ataupun kita dengar langsung, kalau Firman Tuhan menyinggung masalah kita, kita tidak suka, kita membenci teguran.


dan lalu dikatakan, “dan mengesampingkan firman-Ku?”.


Ayat 18, “Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia, dan bergaul dengan orang berzinah”. “Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat”.


Mereka tahu apa yang benar, berkata-kata yang benar, tetapi mereka mengatakan yang jahat dari mulut mereka.


“dan pada lidahmu melekat tipu daya”, ayat 20, “Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu, memfitnah anak ibumu”.


Ayat 21, “Itulah yang engkau lakukan”, perhatikan mereka melakukan hal-hal yang jahat bukan apa yang Firman Tuhan katakan.


“Tetapi Aku berdiam diri; engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau”.


Ayat 22, “Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu. Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah; supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan”.


Disini Allah mengecam perbuatan orang-orang yang menolak teguran.

Mengecam orang-orang yang gemar berbuat jahat dan dosa, yang mencuri, yang berzinah, yang menipu, yang memfitnah ataupun yang mengabaikan Firman Tuhan dan yang melakukan segala kejahatan.


Teguran di sini adalah teguran yang begitu keras tetapi berisikan cinta kasih.


Teguran di sini bukan karena Tuhan benci kepada mereka, tetapi karena Tuhan sangat mencintai mereka agar mereka berbalik kepada Tuhan.


Oleh sebab itu di ayat 23 merupakan janji keselamatan yang Tuhan sediakan bagi umat-Nya.


“Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku; siapa yang jujur jalannya, keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya."


Walaupun Tuhan menegur dengan keras tetapi ada anugrah Tuhan, Tuhan janjikan keselamatan bagi umat-Nya.


Ini adalah peringatan yang Tuhan berikan kepada umat Tuhan supaya memanggil mereka kembali kepada Tuhan dan bertobat.


Ayat penutupan di sini menegaskan bahwa siapa yang mempersembahkan syukur korban kepada Tuhan, ia memuliakan Tuhan.


Di sini sebuah komitmen hidup yang mempersiapkan jalan untuk mengalami pengampunan dan keselamatan kekal bahkan pemulihan yang Tuhan anugrahkan kepada umat-Nya.


Teguran Tuhan seperti pil pahit yang harus kita minum, walaupun kita tidak suka tetapi harus di minum.


Kita merasa terpaksa untuk meminumnya, kita berjuang untuk bisa meminumnya karena rasanya tidak enak.


Tetapi ketika kita sudah meminumnya lalu dicerna, ia akan mendatangkan kebaikan, memberikan kesehatan dan kesembuhan bagi kita.


Orang yang menerima teguran Tuhan sedang mengalami keindahan Tuhan di dalam kehidupannya.


Teguran Tuhan menuntut kita untuk mempunyai sikap kerendahan hati di hadapan Tuhan dan ketaatan untuk melakukan kehendak tuhan dalam hidup kita.


Ketika kita taat melakukan apa yang Tuhan kehendaki dan kita sadar diri atas apa yang sudah kita lakukan yang tidak berkenan kepada Tuhan maka,


Pesan Firman Tuhan bagi kita:


1. Teguran Tuhan menolong kita untuk terhindar dari segala kejahatan.

2. Teguran Tuhan dijadikan jalan bagi kita untuk menerima anugerah keselamatan dan hidup kekal di dalam Kristus.


Inilah keindahan Teguran yang Tuhan berikan kepada kita.


Doakan dan renungkan


* Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman: "Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku, dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu


* Padahal engkaulah yang membenci teguran, dan mengesampingkan firman-Ku?


Lain di hati lain di mulut