Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 50:1-15
Ibadah yang sejati (part 1)
Bagi sepasang kekasih, yang mereka butuhkan adalah sebuah komitmen, saling percaya. Demikian juga sebuah pernikahan.
Juga bila seseorang masuk ke sebuah institusi misalnya pendidikan, bekerja di sebuah kantor atau pelayanan dalam gereja, yang dibutuhkan adalah komitmen.
Ketika kita berkata percaya kepada Tuhan, Tuhan juga menginginkan kita mempunyai komitmen.
Definisi sederhana komitmen itu adalah kita sedang mengikat diri dalam sebuah perjanjian dengan seseorang, bertanggung jawab secara serius terhadap kesepakatan, mempunyai dedikasi yang sungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu dengan kesepakatan kita.
Komitmen membutuhkan sebuah ikatan satu dengan yang lainnya.
Mari kita renungkan keindahan Tuhan di dalam komitmen ataupun penyerahan total kita kepada Tuhan.
Mazmur 50:1-15
Ibadah yang sejati
1 Mazmur Asaf. Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
2 Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.
3 Allah kita datang dan tidak akan berdiam diri, di hadapan-Nya api menjilat, sekeliling-Nya bertiup badai yang dahsyat.
4 Ia berseru kepada langit di atas, dan kepada bumi untuk mengadili umat-Nya:
5 “Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!”
6 Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
7 “Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman, hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu: Akulah Allah, Allahmu!
8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau; bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu atau kambing jantan dari kandangmu,
10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan dan beribu-ribu hewan di gunung.
11 Aku kenal segala burung di udara, dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.
12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu, sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.
13 Daging lembu jantankah Aku makan, atau darah kambing jantankah Aku minum?
14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.” Sela
Mazmur ini adalah mazmur pengajaran dari Asaf, ia menegaskan bahwa Tuhan tidak membutuhkan korban hewan, Tuhan membutuhkan hati yang bersyukur, taat dan mempunyai penyerahan total kepada Allah.
Ada 3 alasan mengapa kita harus mempunyai komitmen total kepada Allah, yaitu:
1. Keadilan Allah itu menghakimi umat-Nya (ayat 1-6).
Pemazmur menampilkan Tuhan sebagai hakim yang agung dari Sion, datang dengan kemuliaan-Nya yang dahsyat bagaikan badai dan api yang memakan habis untuk mengadili umat-Nya yang telah mengikat perjanjian dengan-Nya, tetapi mengingkarinya.
Tuhan menyatakan diri-Nya bukan saja sebagai Tuhan yang maha kasih, tetapi juga sebagai pribadi yang maha adil bagi umat-Nya.
Ini sebuah tuntutan bagi kita untuk beribadah kepada Allah dengan serius, mereka yang setia beribadah kepada Tuhan akan diberkati.
Namun, bagi mereka yang taat tetapi tidak beribadah dengan sungguh-sungguh, dengan motif ibadah yang tidak benar, maka Tuhan menegur dan Allah menyatakan keadilan-Nya untuk menghukum mereka.
2. Kedaulatan Allah sebagai pusat dan hakikat daripada ibadah yang sejati (ayat 7-15).
Pengajaran dari Tuhan yang penting di sini adalah bahwa Allah tidak membutuhkan korban hewan, karena segala ternak di bumi adalah milik Tuhan.
Tuhan menegur umat-Nya bukan karena mereka lalai membawa korban, tetapi karena motivasi ibadah mereka salah dalam hal ritual-ritual dan ibadah-ibadah mereka.
Pada waktu kita melakukan ibadah, apakah motif kita? Tuhan menilai dengan keadilan-Nya tentang motif ibadah umat-Nya.
Yang Tuhan inginkan adalah bukan ibadah yang bersifat formalitas, tetapi supaya persembahan korban yang kita sampaikan adalah karena hati kita yang sungguh-sungguh mengasihi, taat, mau melakukan kehendak Tuhan.
Tuhan ingin ibadah yang kita lakukan disertai dengan kasih, kebaikan dan ketulusan di hadapan Tuhan.
3. Ekspresi ibadah yang berkenan kepada Tuhan: Tuhan menuntut persembahan yang sejati, yaitu kurban ucapan syukur (ayat 15).
Berserulah kepada Tuhan di masa kesesakan, maka Tuhan akan mendengar dan menyatakan kehendak dan kuasa-Nya.
Tuhan telah mengasihi dan menjadikan kita sebagai umat-Nya, melalui karya penebusan di salib.
Pesan Firman Tuhan:
1. Tuhan ingin supaya kita sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dengan totalitas.
Bukti penyerahan totalitas kepada karena keadilan, kedaulatan dan rencana Tuhan itu menolong kita untuk semakin sungguh-serius melakukan apa yang Tuhan kehendaki.
Menjadi ekspresi syukur kita kepada Tuhan dengan hati yang penuh penyerahan kepada Allah.
2. Ketika kita datang dengan komitmen dan tekad menyerahkan hidup kita kepada Tuhan, maka kita akan mengalami keindahan Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
* Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”
Persembahan yang diterima