Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 49:1-21
Kebahagiaan Yang Sia-Sia
Kita semua tahu bahwa hidup ini tidak mudah dan hidup tidak selalu lancar.
Kita harus akui semua baik-baik saja, tetapi kadang-kadang juga kita mengalami hal yang tidak baik ataupun tidak lancar-lancar saja.
Kadang-kadang ada kelemahan, kesusahan, kesakitan, penderitaan, atau kita mengalami jalan buntu dalam hidup ini, lalu kita mencari sesuatu yang dapat kita andalkan di dalam kehidupan ini.
Ketika kita mencari sesuatu yang dapat kita andalkan untuk menolong kita, biasanya kita cenderung mencari sesuatu yang dapat kita lihat, daripada apa yang tidak kita lihat.
Misalnya yang kita andalkan harta, kuasa ataupun backing yang dapat menolong kita, mungkin juga mengandalkan kemampuan, skill, dan pengetahuan kita, tetapi semua yang kita andalkan, dan kita lihat itu sesuatu yang sangat terbatas.
Mari kita memikirkan dan merenungkan tentang keindahan mengandalkan Tuhan dalam hidup kita.
Mazmur 49:1-21
49:1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Mazmur.
49:2 Dengarlah, hai bangsa-bangsa sekalian, pasanglah telinga, hai semua penduduk dunia,
49:3 baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!
49:4 Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.
49:5 Aku akan menyendengkan telingaku kepada amsal, akan mengutarakan peribahasaku dengan bermain kecapi.
49:6 Mengapa aku takut pada hari-hari celaka pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku,
49:7 mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?
49:8 Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
49:9 karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya—
49:10 supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.
49:11 Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.
49:12 Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.
49:13 Tetapi dengan segala kegemilangannya manusia tidak dapat bertahan, ia boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.
49:14 Inilah jalannya orang-orang yang percaya kepada dirinya sendiri, ajal orang-orang yang gemar akan perkataannya sendiri. Sela
49:15 Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati, digembalakan oleh maut; mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka.
49:16 Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku. Sela
49:17 Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah,
49:18 sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.
49:19 Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri,
49:20 namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.
49:21 Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.
Mazmur ini adalah Mazmur syair hikmat yang menyorot tentang kesia-siaan orang yang mengandalkan kekayaan duniawi.
Di sini pemazmur menegaskan bahwa harta tidak dapat dibawa mati atau menebus nyawa manusia dari maut, dan hanya Allah sajalah yang dapat diandalkan untuk membebaskan umat-Nya dari kuasa kubur.
Jika kita perhatikan di ayat 2 - 5 ini merupakan seruan agar seluruh umat manusia di dunia, baik orang yang kaya maupun yang miskin, orang yang rendah ataupun tinggi, mendengarkan pesan penting yang penuh hikmat dan pengertian dari Tuhan.
Ini sebuah kebenaran yang bersifat universal tidak hanya kepada umat-Nya, tetapi kepada semua manusia di dunia ini,
Lalu ayat yang ke 6 -13 merupakan peringatan akan bahayanya manusia bersandar kepada harta, karena tidak ada manusia yang dapat membayar tebusan kepada Allah untuk nyawa saudaranya.
Cerdas atau bodoh, cepat atau lambat semua orang akan mati, dan apa yang kita miliki hari ini, baik itu harta, kekayaan, dan kuasa yang kita miliki, semuanya harus kita tinggalkan bagi orang lain.
Di ayat ke 14 -20 di sini Tuhan berbicara tentang kepastian, penebusan, dan harapan hanya di dalam Tuhan saja.
Jadi di sini Tuhan ingin menyampaikan bahwa orang yang congkak, orang yang mengandalkan harta, dan kekuasaannya, satu kali akan berakhir di dunia orang mati.
Nah, sebaliknya di sini pemazmur memiliki suatu kepastian iman bahwa Allah sendirilah yang dapat menebus nyawa manusia dari cengkeraman maut dan yang dapat melepaskan dari segala ancaman yang mengancam jiwa kita.
Jikalau kita perhatikan apa yang disampaikan oleh firman Tuhan di sini, sebenarnya ini berita tentang karya Kristus yang dapat diandalkan untuk menebus kita dari segala ancapan kuasa dosa dan kuasa maut.
Tidak ada seorang pun yang dapat membebaskan, melepaskan kita bahkan meluputkan kita dari cengkerapan maut hanya Kristus saja.
Oleh sebab itu, Kristus adalah Tuhan yang dapat diandalkan di dalam kehidupan kita, karena Dialah yang telah menebus kita dari tuntutan hukum dosa dan hukum maut, bukan oleh karena usaha dan perbuatan baik kita.
Pesan penting yang disampaikan Tuhan di sini adalah kita harus sadar kemuliaan dan kekayaan yang kita miliki hari ini, tidak akan pernah kita bawa ketika kita mati.
Oleh sebab itu, firman Tuhan di sini menyampaikan hikmat yang sifatnya universal, jauh lebih berharga daripada kekayaan apapun yang kita miliki.
Karena hikmat yang Tuhan berikan kepada kita akan memimpin kita kepada keselamatan dan juga memberikan kepastian jaminan hidup yang bersifat kekal selama-lamanya.
Kita harus sadar bahwa hebat, pintar, kaya, populer, tenaga ataupun berkuasanya kita, kita tetap manusia yang lemah dan rapuh, semua apa yang kita miliki satu kali akan lenyap.
Walaupun kita punya power yang hebat sekali masih ada kuasa yang jauh lebih besar daripada apa yang kita miliki hari ini, yaitu kuasa Tuhan yang melampaui segala-galanya dan yang mengatasi atas segala kuasa yang ada di dunia ini.
Jikalau demikian, maka kita harus sadar bahwa Tuhan kita Yesus Kristus yang telah mengalahkan segala kuasa dosa dan maut Dia yang dapat diandalkan.
Tidak ada kuasa yang lebih besar daripada kuasa yang mengalahkan maut selain kuasa Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit dari antara orang mati.
Jika Tuhan punya kuasa mengalahkan maut, masakan Tuhan tidak sanggup untuk menolong kita dari segala kesulitan dan penderitaan yang kita alami hari ini.
1. Mari kita belajar untuk tidak mengandalkan kekuatan kita, tetapi andalkan Tuhan dalam hidup kita.
2. Biarkan Tuhan bekerja dengan cara-Nya dan kita akan melihat keindahan Tuhan menyatakan diri-Nya dan kuasa-Nya untuk menolong kita.
Kita akan mengalami kuasa-Nya yang ajaib di saat-saat kita melihat bagaimana Tuhan melakukan sesuatu yang di luar jangkauan pikiran kita dan apa yang kita harapkan.
Dia adalah Tuhan yang dapat diandalkan.
Doakan dan renungkan
* Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu matinya semuanya itu tidak akan dibawanya serta.
* Sekalipun ia menganggap dirinya berbahagia pada masa hidupnya, sekalipun orang menyanjungnya, karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri.
Tidak ada yang dibawa mati