Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 06 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 48:1-15 Sion Kota Allah


Apa yang Saudara paling inginkan, ketika berada dalam suasana yang tidak ideal? Mungkin dalam kondisi tidak nyaman, atau mungkin berada dalam ancaman.


Saya kira, Saudara setuju bahwa di saat semacam itu, kita butuh seseorang untuk mendampingi kita.


Seseorang yang mendampingi kita, yang dapat memberikan kehangatan, yang dapat memberikan cerita, dan yang memberikan kepada kita rasa aman dan nyaman.


Hari ini kita akan merenungkan tentang keindahan kehadiran Tuhan dalam kehidupan kita. Mari kita membaca Mazmur 48 di bawah ini.


Mazmur 48:1-15 Sion Kota Allah


1 Nyanyian. Mazmur bani Korah.


(48-2) Besarlah TUHAN dan sangat terpuji di kota Allah kita!


(48-3) Gunung-Nya yang kudus, yang menjulang permai, adalah kegirangan bagi seluruh bumi; gunung Sion itu, jauh di sebelah utara, kota Raja Besar.


(48-4) Dalam puri-purinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.


(48-5) Sebab lihat, raja-raja datang berkumpul, mereka bersama-sama berjalan maju;


(48-6) demi mereka melihatnya, mereka tercengang-cengang, terkejut, lalu lari kebingungan.


(48-7) Kegentaran menimpa mereka di sana; mereka kesakitan seperti perempuan yang hendak melahirkan.


(48-8) Dengan angin timur Engkau memecahkan kapal-kapal Tarsis.


(48-9) Seperti yang telah kita dengar, demikianlah juga kita lihat, di kota TUHAN semesta alam, di kota Allah kita; Allah menegakkannya untuk selama-lamanya. Sela


(48-10) Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.


(48-11) Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan.


(48-12) Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak oleh karena penghukuman-Mu!


(48-13) Kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya,


(48-14) perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya, supaya kamu dapat menceriterakannya kepada angkatan yang kemudian:


(48-15) Sesungguhnya inilah Allah, Allah kitalah Dia seterusnya dan untuk selamanya! Dialah yang memimpin kita!


Mazmur 48 adalah Mazmur nyanyian dari bani Korah, yang mengagungkan kebesaran dan kehadiran Allah di tengah-tengah kota sebagai benteng yang kokoh.


Kehadirannya yang menjadi andalan untuk menyelamatkan umat Tuhan dan kesetiaannya yang kekal selama-lamaNya itu layak dipuji dan diagungkan.


Dalam Mazmur yang kita baca tadi, pemazmur menyampaikan tiga hal yang dinyatakan sebagai kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya, yaitu:


1. Kehadiran Allah di kota Sion sebagai raja yang besar.


Di sini pemazmur memuji Allah sebagai raja yang besar, yang hadir di kota Allah kita, atau yang disebut sebagai gunung Sion. Di sini menjelaskan tentang Yerusalem sebagai kota Sion.


Sion menjadi istimewa bukan karena kotanya, bukan karena tempatnya, tetapi karena hadirat Allah yang menjadikan kota tersebut damai. Sion menjadi tempat yang membanggakan bagi seluruh bumi.


Artinya, ketika Allah hadir, maka di sana ada kedamaian atau rasa aman.


2. Kehadiran Allah yang memberikan pertolongan dan perlindungan bagi umat-Nya, yaitu di ayat 5-9.


Di sini Allah disebutkan sebagai yang dapat memberikan kemenangan atau kehadiran Allah, yang dapat memberikan kemenangan atas musuh-musuh-Nya.


Dalam teks, digambarkan bagaimana raja-raja dan musuh, yang datang menyerang jadi gentar, panik dan melarikan diri saat melihat kedahsyatan kota Allah, karena Allah hadir di sana.


Kehadiran Allah di sini sebagai benteng bagi umat Tuhan, yang memberikan keselamatan bagi umat Tuhan atas segala serangan musuh.


Bukan hanya sekedar karena kebesaran dan ketangguhan fisik dari tembok kota, tetapi karena perlindungan Allah sendiri, yang hadir di tengah-tengah umat-Nya untuk menjadi benteng yang kokoh dan menjadi perlindungan.


Di sini kita melihat, bahwa kehadiran Allah memberikan rasa aman pada umat Tuhan. Dan yang kedua, kehadiran Allah memberikan pertolongan dan perlindungan yang kokoh kepada mereka.


3. Kehadiran Allah sebagai bukti kasih setia dan penyertaan Tuhan yang kekal, ayat 10-15.


Umat Tuhan diajak untuk merenungkan kasih setia Tuhan, yang telah Dia nyatakan dari pertama kali Dia memanggil mereka sebagai umat-Nya dan sepanjang jalan mereka.


Dikatakan, bahwa kasih setia Tuhan ada di dalam bait-Nya yang kudus, Menyatakan kehadiran Allah, yang tidak hanya sementara, tapi yang terus menerus menyertai umat-Nya.


Di sini pemazmur ingin mengajak, bagaimana pengalaman mereka menikmati kebaikan Tuhan dan kasih setia Tuhan.


Dikatakan, Dia minta supaya mereka menyebarkan tentang kebaikan Tuhan dan kemasyuran Tuhan sampai ke ujung bumi.


Ayat 15, ditutup baik sekali dengan sebuah kepastian, bahwa Allah akan terus menerus memimpin umat-Nya dan menyertai umat-Nya.


Bukan hanya suatu ketika, bukan hanya sewaktu-waktu, tetapi menyertai umat-Nya sampai selama-lamaNya. Bahkan sampai pada masa kematian itu.


Ketika kita menyadari Allah hadir dalam kehidupan kita, maka Allah hadir di tengah-tengah pergumulan kita, Allah hadir di tengah keluarga kita dan Allah hadir di tengah usaha kita.


Ketika kita menyadari Allah hadir di tengah kita, maka di sanalah kita merasakan rasa aman.


Kenapa? Karena Dia yang berdaulat, Dia yang berkuasa, Dia yang menolong, menyertai, dan memimpin kita dalam setiap perjalanan hidup kita.


Bahkan Dia akan menyatakan kesetiaan kehadiran-Nya. Bukan hanya sesekali, tetapi kehadiran-Nya menyertai kita sampai selama-lamanya.


Mungkin selama ini kita tidak sadar, atau tidak pernah membiarkan Tuhan hadir dalam kehidupan kita.


Tetapi maukah kita, mulai hari ini bertekad dan percaya, dan mengizinkan Tuhan terlibat dalam hidup ini untuk memimpin dan menyertai sepanjang hidup kita?


Doakan dan renungkan


* Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu.


* Sesungguhnya Allah kitalah Dia, seterusnya dan untuk selamanya. Dialah yang memimpin kita.


Indahnya mengingat Tuhan