Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 46 : 1-12
Allah kota benteng kita
Saya kira hal yang paling kita inginkan ketika terjadi ancaman, bencana, ataupun serangan musuh adalah perlindungan. Saya ingat cerita papa saya. Pada tahun 1965 saat terjadi konfrontasi antara Malaysia dan Indonesia.
Masyarakat di perbatasan Kalimantan Utara pada waktu itu hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran akan adanya ancaman serangan musuh. Orang-orang kampung menggali di kaki bukit sebuah lubang yang dalam.
Kemudian mereka mengambil pohon-pohon kelapa ataupun pohon bambu untuk dijejerkan dan menutupi lubang itu sedikit, setelah itu ditimbun dengan tanah.
Kemudian mereka mengajak seluruh keluarga masuk untuk berlindung di dalamnya. Mereka khawatir kalau-kalau ada peluru yang nyasar dan mengancam nyawa mereka.
Mazmur 46 : 1-12
1 Untuk pemimpin biduan. Dari bani Korah. Dengan lagu: Alamot. Nyanyian.
2 Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti.
3 Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;
4 sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela
5 Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.
6 Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.
7 Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumi pun hancur.
8 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela
9 Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,
10 yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!
11 "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!"
12 TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub. Sela
Mazmur yang baru kita baca merupakan nyanyian pujian yang menegaskan tentang Allah sebagai kota benteng kita, tempat perlindungan umat-Nya, dan sumber kekuatan yang teguh bagi umat-Nya.
Mazmur ini berbicara tentang perlindungan Allah di tengah-tengah bencana. Ini merupakan pernyataan iman ataupun pernyataan kepercayaan bangsa Israel sebagai umat Tuhan bahwa Allah adalah perlindungan umat-Nya.
Allah adalah kekuatan umat-Nya. Allah adalah penolong yang sangat terbukti pertolongan-Nya di saat-saat kesesakan.
Itu sebabnya mengapa umat Tuhan, ketika mereka berada dalam ancaman, mereka tidak takut. Walaupun terjadi bencana yang dahsyat, mereka tidak takut.
Sekalipun bumi berubah-ubah dan goncang, mereka tidak takut. Sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut pun mereka tidak takut. Menarik. Saya kira kalau ada ancaman semacam ini, kita tidak bisa pungkiri, kita pasti merasa takut.
Tetapi ini sebuah pengakuan iman ataupun pernyataan iman daripada umat Tuhan tentang Tuhan sebagai pelindung umat-Nya.
Ayat 5 sampai 8 berbicara tentang kehadiran Allah yang memberikan ketenangan bagi umat-Nya.
Menarik sekali karena kehadiran Allah disebut sebagai Kota Allah, yaitu tempat kediaman Yang Mahatinggi yang disukakan oleh aliran sungai yang melambangkan kedamaian dan kehidupan yang menjadi sumber sukacita umat Tuhan sekalipun di tengah-tengah situasi yang sulit.
Jadi, Allah ada di dalam kota tersebut menjadi jaminan sehingga umat-Nya tidak akan khawatir ketika ada goncangan.
Allah akan memberikan kepada mereka pertolongan tepat pada waktunya. Walaupun bangsa-bangsa ribut dan kerajaan-kerajaan goncang, Allah menjadi jaminan yang berkuasa atas segala sesuatu.
Ayat 9 sampai 12 merupakan pengakuan akan kedaulatan Allah dan seruan untuk berdiam diri.
Kita melihat di sini bahwa keyakinan bangsa Israel sebagai umat Tuhan adalah bahwa Tuhan sanggup untuk memusnahkan musuh-musuh mereka dan Tuhan sanggup memberi ketenteraman sampai ke ujung bumi dengan mematahkan dan menghancurkan senjata-senjata musuh.
Di dalam ayat 10 ada sesuatu yang sangat menarik. Dikatakan, "Diam dan ketahuilah." Ini adalah perintah Tuhan untuk berdiam.
Artinya Tuhan ingin memberitahukan bahwa Akulah Tuhan. Jangan mengandalkan kekuatanmu. Jangan khawatir dengan keadaanmu.
Percayalah kepada Tuhan dan nantikanlah Tuhan, karena ada janji Tuhan, yaitu janji penyertaan bagi umat Tuhan. Tuhan semesta alam akan menyertai umat-Nya dan menjadi kota benteng bagi umat-Nya.
Dunia kita hari ini juga banyak terjadi bencana alam. Lalu kita juga mendengar ada peperangan yang terjadi di sana sini.
Sekalipun itu terjadi jauh dari kita, kita tetap manusia yang penuh dengan kecemasan. Kita khawatir akan dampaknya.
Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan, mari kita percaya kepada janji Tuhan. Dia adalah Tuhan yang berkuasa atas segala kuasa dan Tuhan yang menjadi perlindungan kita.
Bukan hanya berkata, "Aku berjanji menyertai engkau”, tetapi Dia hadir. Dia ada di tengah-tengah kita untuk memberikan rasa aman kepada kita. Dia pasti dan selalu hadir di tengah-tengah umat-Nya.
Untuk itu mari kita belajar menjadikan Tuhan sebagai andalan, tempat perlindungan kita yang aman.
Tidak hanya memberikan perlindungan bagi tubuh kita, tetapi juga memberikan rasa aman dan perlindungan bagi jiwa kita.
Di saat-saat kita mengalami rasa aman dan nyaman dalam perlindungan Tuhan, di saat-saat itulah kita bisa menyaksikan dan menikmati keindahan Tuhan sebagai perlindungan kita.
Doakan dan renungkan
*Tuhan berkata,"Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!” ..TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.
* Tuhan tidak hanya berjanji tapi Dia hadir. Dia ada di tengah-tengah kita untuk memberikan rasa aman di tengah ketiadaan rasa aman.
Diam dan Ketahuilah