Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Senin, 03 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 45:1-18

Nyanyian pada waktu pernikahan raja


Manusia adalah makhluk yang suka dengan keindahan. Ketika ia melihat sesuatu yang indah, seperti lukisan, panorama, dan pemandangan, termasuk seseorang yang menarik dan indah, pasti ia akan terkagum dan memujinya.

Renungan firman Tuhan hari ini akan membahas mengenai keindahan Tuhan di dalam pujian yang terambil dari:

Mazmur 45:1-18


1 Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Bunga bakung. Dari bani Korah. Nyanyian pengajaran; nyanyian kasih.


2 Hatiku meluap dengan kata-kata indah, aku hendak menyampaikan sajakku kepada raja; lidahku ialah pena seorang jurutulis yang mahir.

3 Engkau yang terelok di antara anak-anak manusia, kemurahan tercurah pada bibirmu, sebab itu Allah telah memberkati engkau untuk selama-lamanya.


4 Ikatlah pedangmu pada pinggang, hai pahlawan, dalam keagunganmu dan semarakmu!


5 Dalam semarakmu itu majulah demi kebenaran, perikemanusiaan dan keadilan! Biarlah tangan kananmu mengajarkan engkau perbuatan-perbuatan yang dahsyat!


6 Anak-anak panahmu tajam, menembus jantung musuh raja; bangsa-bangsa jatuh di bawah kakimu.


7 Takhtamu kepunyaan Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaanmu adalah tongkat kebenaran.


8 Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allahmu, telah mengurapi engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutumu.


9 Segala pakaianmu berbau mur, gaharu dan cendana; dari istana gading permainan kecapi menyukakan engkau;


10 di antara mereka yang disayangi terdapat puteri-puteri raja, di sebelah kananmu berdiri permaisuri berpakaian emas dari Ofir.


11 Dengarlah, hai puteri, lihatlah, dan sendengkanlah telingamu, lupakanlah bangsamu dan seisi rumah ayahmu!


12 Biarlah raja menjadi gairah karena keelokanmu, sebab dialah tuanmu! Sujudlah kepadanya!


13 Puteri Tirus datang dengan pemberian-pemberian; orang-orang kaya di antara rakyat akan mengambil muka kepadamu.


14 Keindahan belaka puteri raja itu di dalam, pakaiannya berpakankan emas.


15 Dengan pakaian bersulam berwarna-warna ia dibawa kepada raja; anak-anak dara mengikutinya, yakni teman-temannya, yang didatangkan untuk dia.


16 Dengan sukacita dan sorak-sorai mereka dibawa, mereka masuk ke dalam istana raja.


17 Para bapa leluhurmu hendaknya diganti oleh anak-anakmu nanti; engkau akan mengangkat mereka menjadi pembesar di seluruh bumi.


18 Aku mau memasyhurkan namamu turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepadamu untuk seterusnya dan selamanya.


Mazmur 45:1-18 ini merupakan Mazmur nyanyian cinta pernikahan kerajaan yang digubah oleh bani Korah yang penuh dengan puji-pujian dan sanjungan kepada raja.


Ayat 2 merupakan pengantar dan ungkapan syukur pemazmur yang meluap-luap tentang karya agung yang dipersembahkan bagi raja.


Pada ayat 3 sampai 10, kita dapat melihat ungkapan pujian bagi keagungan raja karena raja itu diberkati dan dikaruniakan keindahan serta pesonanya. Selain itu, raja memiliki ketampanan dan wibawa yang luar biasa.


Pada ayat 5 sampai 7, dikatakan bahwa sang raja dipuji karena keadilan dan kebenarannya dalam memberi pembelaan, serta pembelaannya kepada orang-orang yang tertindas.


Pada ayat 7 sampai 10, dijelaskan bahwa raja itu tidak hanya memiliki kuasa sementara, tetapi kuasa yang kekal.


Takhta raja ini ditegakkan untuk selama-lamanya oleh Allah dan disertai dengan kemewahan istana yang penuh dengan sukacita.


Pada ayat 11 sampai 17, membicarakan tentang putri raja, atau sang ratu. Sebagai ungkapan hormat dan sanjung kepada raja, sang ratu dinasihatkan untuk melupakan kaum keluarganya dan tunduk sepenuhnya kepada sang raja (ayat 11-13).


Digambarkan ratu tampil memukau dengan pakaian bersulam emas dan diiringi sukacita menuju istana (ayat 14-16).


Kemudian raja dijanjikan sebuah keturunan yang akan menjadi pemimpin di seluruh bumi dan kemasyhurannya akan diingat dari generasi ke generasi (ayat 17).


Jika kita menyimak apa yang dikatakan oleh pemazmur tentang pujian kepada raja secara historis, ada dua kemungkinan raja yang dimaksudkan di sini.


Pertama, yaitu Raja Daud dengan segala kemegahan dan kemewahannya. Kedua, yaitu Raja Salomo, yang dikenal sebagai raja yang penuh dengan kebijaksanaan.


Namun, jika dilihat dari perspektif nubuatan, mazmur-mazmur ini disebut mesianik, yaitu mazmur yang berbicara tentang Kristus yang akan datang.


Hal ini menunjukkan keagungan dan pemerintahan kekal Yesus Kristus sebagai Raja dan juga sebagai mempelai pria bagi gereja-Nya, yaitu mempelai wanita.


Kekaguman kita akan keagungan, kemuliaan, dan kuasa Kristus sebagai Raja, serta akan kasih dan karya-Nya di salib bagi kita, membuat kita pasti memuji dan mengagungkan-Nya, serta mengabdikan seluruh hidup kita hanya untuk Dia.


Kesadaran dan pengenalan kita akan keagungan dan karya Allah di dalam Kristus bagi hidup kita, sangat menentukan sejauh mana antusiasme kita dalam memuji serta kesungguhan kita untuk menyembah Tuhan, termasuk saat kita datang beribadah.


Pesan Firman Tuhan bagi kita

1. Sikap kita menyembah Tuhan akan menggambarkan kekaguman kita kepada Tuhan.


2. Kekaguman kita kepada Tuhan sangat tergantung pada pengenalan kita akan keindahan Kristus sebagai mempelai dan Raja Yang Kekal itu.


Doakan dan renungkan


* Mari kita memasyhurkan nama Tuhan turun-temurun; sebab itu bangsa-bangsa akan bersyukur kepada Tuhan untuk seterusnya dan selamanya.


* Kekaguman kita kepada Tuhan sangat tergantung pada pengenalan kita akan keindahan Kristus sebagai mempelai dan Raja Yang Kekal itu.


Tuhan Diagungkan Turun-Temurun