Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Sabtu, 01 Agustus 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 44: 1-9

Jeritan bangsa yang tertindas (part1)


1 Untuk pemimpin biduan. Dari Bani Korah. Nyanyian pengajaran.


2 Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka, pada zaman purbakala.


3 Engkau sendiri, dengan tangan-Mu, telah menghalau bangsa-bangsa, tetapi mereka ini Kaubiarkan bertumbuh; suku-suku bangsa telah Kaucelakakan, tetapi mereka ini Kaubiarkan berkembang.


4 Sebab bukan dengan pedang mereka menduduki negeri, bukan lengan mereka yang memberikan mereka kemenangan, melainkan tangan kanan-Mu dan lengan-Mu dan cahaya wajah-Mu, sebab Engkau berkenan kepada mereka.


5 Engkaulah Rajaku dan Allahku yang memerintahkan kemenangan bagi Yakub.


6 Dengan Engkaulah kami menanduk para lawan kami, dengan nama-Mulah kami menginjak-injak orang-orang yang bangkit menyerang kami.


7 Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangkupun tidak memberi aku kemenangan,


8 tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.


9 Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya. Sela


Dari bagian ini, mari kita merenungkan keindahan Tuhan di masa lampau, ada 2 hal yang disampaikan:


1. Ayat 1-3:

Kesaksian keindahan Tuhan di dalam perbuatan-Nya.


Bani Korah memberi kesaksian apa yang mereka dengar dari nenek moyang mereka dan janji Tuhan, tentang perbuatan-perbuatan yang ajaib, menghalau bangsa-bangsa yang menyerang bangsa Israel.


Bangsa Israel menyaksikan dan mengalami kuasa Tuhan yang nyata secara turun temurun.


Ketika mereka mengalami penderitaan karena diserang musuh-musuh, mereka tidak fokus kepada penderitaan dan kesusahan itu, tetapi mereka fokus kepada perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib.


2. Ayat 4-8:

Pengakuan tentang keterlibatan Tuhan di dalam kehidupan bangsa Israel.


Penulis menolak kekuatan manusia, pedang ataupun busur peperangan. Hanya campur tangan, kasih setia dan kuasa Tuhan yang memberikan kemenangan bagi mereka.


Di ayat 3, 5, 8 dimulai dengan kata Engkaulah, di ayat 4 dan 6 tertulis dengan dan bersama Engkaulah.


Pengakuan ini menjadi fondasi bagi umat Tuhan, selalu mengingatkan mereka bahwa kemenangan sejati bangsa Israel murni karena karya dan kuasa Tuhan semata.


Jika hari ini kita bisa menghadapi dan melewati kesulitan-kesulitan kita, kita bisa kuat dan menang sampai hari ini, ini bukan karena kuat gagah kita. Ini karena Allah terlibat dalam setiap kejadian kecil pergumulan hidup kita.


Sebagai respon kagum di masa lampau, bani Korah menyanyikan puji-pujian.


Mazmur 44:9

Karena Allah kami nyanyikan puji-pujian sepanjang hari, dan bagi nama-Mu kami mengucapkan syukur selama-lamanya. Sela


Kita tidak dapat memungkiri ada pengalaman-pengalaman buruk dalam hidup kita, ada pula yang baik.


Jika kita fokus kepada masalah dan penderitaan, kita akan menjadi orang yang kecewa, bahkan benci dengan masa lalu dan kita tidak melihat keindahan Tuhan.


Namun jika kita fokus kepada perbuatan, kebesaran, keterlibatan dan kesetiaan Tuhan dalam hidup, maka kita akan melihat keindahan dan karya Tuhan yang ajaib.


Ekspresi yang rasanya pantas kita naikkan kepada Tuhan:


1. Kita kagum kepada Tuhan dan kuasa-Nya yang begitu dahsyat, tahu bahwa tidak ada kejadian yang tidak sengaja dalam hidup kita.


2. Hati kita melimpah dengan syukur kepada Tuhan, kita memuji kebesaran, keagungan dan perbuatan yang indah dalam hidup kita.


Apa yang terjadi kepada kita di masa lampau, meneguhkan dan menguatkan iman kita untuk tetap setia dan percaya kepada Tuhan.


Baik atau tidak, menyenangkan atau tidaknya perjalanan hidup kita, percayalah bahwa Tuhan hadir di sana untuk mengerjakan hal-hal yang baik bagi kita setiap hari.


Ada orang-orang yang Tuhan ijinkan menjadi berkat dan pelajaran bagi hidup kita.

Mother Theresa


Pesan Firman Tuhan:


Mari kita belajar untuk melihat masa lalu kita bukan fokus kepada penderitaan kita, tetapi mari kita fokus kepada Allah dan karya-Nya yang ajaib di dalam kehidupan kita.


Doakan dan renungkan


* Ya Allah, dengan telinga kami sendiri telah kami dengar, nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami perbuatan yang telah Kaulakukan pada zaman mereka...


* Apa yang terjadi di masa lampau, meneguhkan dan menguatkan iman kita di masa ini untuk tetap setia dan percaya kepada Tuhan.


KesetiaanNya turun temurun