Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 43:1-5
Kerinduan Kepada Allah (Part 2).
Hari ini kita akan sama-sama merenungkan dari:
Mazmur 43:1-5
43:1 Berilah keadilan kepadaku, ya Allah, dan perjuangkanlah perkaraku terhadap kaum yang tidak saleh! Luputkanlah aku dari orang penipu dan orang curang!
43:2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
43:5 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Pernahkah saudara berkata seperti pemazmur ini?
Mazmur 43:2
43:2 Sebab Engkaulah Allah tempat pengungsianku. Mengapa Engkau membuang aku? Mengapa aku harus hidup berkabung di bawah impitan musuh?
Kalimat yang disampaikan pemazmur ini adalah kalimat yang ironis, bukan?
Di satu sisi dia katakan, "Engkaulah Allah tempat pengungsianku" Tapi kalimat berikutnya dia katakan, "Mengapa engkau membuang aku?" Tuhan tempat pengungsian, tapi pemazmur merasa Tuhan membuang dia.
Pernahkah saudara berkata seperti ini kepada Tuhan, “Tuhan bukankah aku berlindung kepada-Mu, tapi kenapa Engkau tinggalkan aku?”
“Masalahku tidak selesai-selesai, saya masih menderita seperti ini? Kok saya masih mengalami masalah seperti ini? Saya ini kan berlindung sama Tuhan”
Kalimat ini adalah kalimat yang ironis, di satu sisi kita berkata sudah berlindung pada Tuhan, tetapi pada sisi yang sama kita merasa Tuhan meninggalkan kita.
Ini yang dialami oleh pemazmur karena ungkapannya seperti itu, tapi mari kita belajar bagaimana pemazmur bersikap pada saat dia merasa seperti itu?
Apa yang dia mohonkan kepada Tuhan? Pemazmur tidak meminta seperti : Tuhan lepaskanlah aku, dan tolonglah aku. Tapi apa yang pemazmur minta kepada Tuhan?
Mazmur 43:3
43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
Dia berkata, "Suruhlah terangmu dan kesedianmu datang." Tujuannya supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu.
Apa sebenarnya yang diminta oleh pemazmur? “Tuhan bukalah mata rohani saya, biarlah Tuhan menerangi mata rohani saya dengan kesetiaan-Mu dan terang-Mu supaya saya bisa mendekat kepada-Mu.”
Di tengah-tengah himpitan masalah, pergumulan hidup, yang dia minta kepada Tuhan adalah supaya dia diterangi hatinya oleh terang Tuhan dan kesetiaan Tuhan supaya dia bisa mendekat kepada Tuhan.
Ketika kita mengalami pergumulan meskipun telah memohon kepada Tuhan, tetapi hati kita mendekat kepada masalah, bukankah begitu?
Hati kita begitu dekat dengan masalah, tapi kita tidak mendekat kepada Tuhan, semakin mendekat kepada masalah, semakin menjauh daripada Tuhan. Di situlah kita jadi khawatir, lemah, tidak berdaya karena masalah itu menghimpit kita.
Itulah yang diminta oleh pemazmur, Tuhan, biarlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu itulah yang menerangi dan menuntun jalan hidupnya supaya dia bisa dekat dengan Tuhan.
Apakah saudara sedang bergumul hari ini? Belajar minta seperti pemazmur, biarlah terang dan kesetiaan Tuhan datang supaya saudara dituntun untuk mendekat kepada Tuhan, bukan mendekat kepada masalah saudara.
Mazmur 43:4
43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
Pemazmur percaya ketika terang Tuhan dan kesetiaan Tuhan datang kepada dia itu mengubah hati dia, maka bukan lagi masalah yang menghimpit dia, tetapi sukacita Tuhan itulah yang mempengaruhi hidupnya.
Mazmur 43:4
43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!
Apa yang kita lihat mempengaruhi bagaimana sikap hati kita.
Jikalau kita hanya fokus pada masalah kita, pasti akan khawatir, menggerutu, dan bertanya, "Mengapa seperti ini" Atau "Mengapa Tuhan meninggalkan saya?”
Karena kita sedang ditimbun oleh masalah dan tidak melihat lagi kemuliaan Tuhan.
1. Waktu terang Tuhan menerangi mata kita dan kita melihat Tuhan, kita tahu bahwa sukacita kita ada dalam Tuhan.
2. Ketika Tuhan sedang bertahta di dalam hidup kita, di situ hati kita bersyukur kepada Tuhan.
Itulah yang diminta oleh pemazmur sehingga pemazmur tahu Tuhan tidak meninggalkan dia, maka di bagian terakhir dia berkata:
Mazmur 43:5b
43:5 Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!
Doakan dan renungkan
* Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa …ke tempat kediaman-Mu!
* Maka aku dapat pergi…menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu…, ya Allahku!
Saat hati terhimpit masalah