Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 40 : 1-18
Syukur dan doa
Mazmur 40 : 1-18
1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.
2 Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.
3 Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa; Ia menempatkan kakiku di atas bukit batu, menetapkan langkahku,
4 Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.
5 Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaannya pada TUHAN, yang tidak berpaling kepada orang-orang yang angkuh, atau kepada orang-orang yang telah menyimpang kepada kebohongan!
6 Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya TUHAN, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami. Tidak ada yang dapat disejajarkan dengan Engkau! Aku mau memberitakan dan mengatakannya, tetapi terlalu besar jumlahnya untuk dihitung.
7 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
8 Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
10 Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.
11 Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.
12 Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!
13 Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut di kepalaku, sehingga hatiku menyerah.
14 Berkenanlah kiranya Engkau, ya TUHAN, untuk melepaskan aku; TUHAN, segeralah menolong aku!
15 Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka semua yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang mengingini kecelakaanku!
16 Biarlah terdiam karena malu mereka yang mengatai aku: "Syukur, syukur!"
17 Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau; biarlah mereka yang mencintai keselamatan dari pada-Mu tetap berkata: "TUHAN itu besar!"
18 Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!
Ketika kita dalam pergumulan, kita berseru kepada Tuhan dan kita berdoa minta tolong kepadaNya. Pengalaman dalam berdoa, bisa saja kita belum mendapatkan jawaban doa dari Tuhan.
Ketika kita belum mendapat jawaban doa daripada Tuhan, apa yang kita perbuat? Mungkin ada di antara kita, setelah berdoa sekian lama dan tidak menemukan jawaban daripada Tuhan, kita mulai tawar hati.
Kita mulai tidak berdoa lagi. Kita mulai tidak berharap pada Tuhan. Kita menganggap doa menjadi kesia-siaan.
Tetapi ada di antara kita yang mungkin bersifat transaksional, maka kita mulai rajin ke gereja, kita mulai melakukan ini dan itu supaya Tuhan mengabulkan doa kita.
Mazmur 40 : 18
Aku ini sengsara dan miskin, tetapi Tuhan memperhatikan aku. Engkaulah yang menolong aku dan meluputkan aku, ya Allahku, janganlah berlambat!
Pemazmur begitu lemah. Dia sengsara, dia miskin. Tetapi dia punya iman bahwa Tuhan memperhatikan dia. Dari mana dia tahu Tuhan itu memperhatikan dia? Dia mengerti hati Tuhan. Itu paling penting.
Tuhan mengerti hati kita. Tetapi yang paling penting dalam hidup kita adalah apakah saya mengerti hati Tuhan.
Apakah saya tahu apa yang Tuhan inginkan dalam hidup saya? Pemazmur itu tahu.
Mazmur 40 : 7-9
7 Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
8 Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;
9 aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
Apa yang berkenan kepada Tuhan? Yaitu kita mendengarkan Tuhan.
"Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku"Tuhan itu senang kalau kita mau mendengar apa yang Dia katakan.
Bukankah orang tua juga senang jika anaknya mau mendengar apa yang orang tua katakan lebih daripada yang lain?
Mendengarkan itu tanda menghormati. Tidak mau mendengarkan tanda tidak menghormati. Suka mendengarkan tanda mengasihi.
Tidak suka mendengarkan tanda kita tidak mengasihi. Yang paling penting dalam hidup kita sebagai orang Kristen adalah kita mau mendengarkan Tuhan.
Kita berdoa, Tuhan pasti dengar. Tetapi setelah kita berdoa, pertanyaannya adalah apakah kita mau mendengarkan Tuhan?
Mendengarkan Tuhan itu sama dengan suka melakukan apa yang Tuhan mau.
Orang yang berkata, "Saya sudah mendengarkan Tuhan," tetapi tidak suka apa yang Tuhan mau, itu sama dengan tidak mendengarkan.
Mendengarkan itu mempunyai pengertian bahwa saya mau taat kepada Tuhan.
Mendengarkan itu punya konotasi bahwa saya ingin tahu apa yang Tuhan mau karena saya ingin melakukan apa yang Tuhan mau.
Karena saya suka apa yang Tuhan mau. Pemazmur itu berkata demikian:
Mazmur 40 : 9
aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku."
Orang yang suka mendengarkan Tuhan mau menaruh Firman Tuhan dalam hatinya dan dia suka melakukannya.
Ketika kita berdoa dengan semangat itu, maka selalu ada jawaban doa daripada Tuhan.
Tuhan tidak pernah menyembunyikan kehendak-Nya dari orang-orang yang mau mendengarkan Dia.
Setelah kita berdoa, jadilah orang percaya yang tiap hari mau mendengarkan Tuhan sehingga kita bisa berkata, "Tuhan memperhatikan saya."
Jadilah orang yang mau mendengarkan Tuhan.
Doakan dan renungkan
*Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.
* Orang yang suka mendengarkan Tuhan, menaruh Firman Tuhan dalam hatinya dan dia suka melakukannya.
FirmanMu hidup dalam hidupku