Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Senin, 27 Juli 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 39:1-14

Doa minta tolong


Renungan firman Tuhan hari ini terambil dari:

Mazmur 39:1-14


1 Untuk pemimpin biduan. Untuk Yedutun. Mazmur Daud.


2 Pikirku: "Aku hendak menjaga diri, supaya jangan aku berdosa dengan lidahku; aku hendak menahan mulutku dengan kekang selama orang fasik masih ada di depanku."


3 Aku kelu, aku diam, aku membisu, aku jauh dari hal yang baik; tetapi penderitaanku makin berat.


4 Hatiku bergejolak dalam diriku, menyala seperti api, ketika aku berkeluh kesah; aku berbicara dengan lidahku:


5 "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!


6 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela


7 Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.

8 Dan sekarang, apakah yang kunanti-nantikan, ya Tuhan? Kepada-Mulah aku berharap.


9 Lepaskanlah aku dari segala pelanggaranku, jangan jadikan aku celaan orang bebal!


10 Aku kelu, tidak kubuka mulutku, sebab Engkau sendirilah yang bertindak.


11 Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.


12 Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela


13 Dengarkanlah doaku, ya TUHAN, dan berilah telinga kepada teriakku minta tolong, janganlah berdiam diri melihat air mataku! Sebab aku menumpang pada-Mu, aku pendatang seperti semua nenek moyangku.


14 Alihkanlah pandangan-Mu dari padaku, supaya aku bersukacita sebelum aku pergi dan tidak ada lagi!"


Mazmur ini mengingatkan kita bahwa hidup kita ini sementara dan berjalan dengan cepat.


Chairil Anwar pernah menuliskan, “Aku ingin hidup seribu tahun lagi.” Ia adalah seorang pujangga yang wafat pada usia 27 tahun karena terserang penyakit.


Hidup ini terasa cepat berlalu, singkat, dan bersifat terburu-buru. Di saat kapan kita merasa hidup seperti itu? Bisa saja ketika kita sedang mengalami sakit yang berat, kita merasa bahwa hidup ini akan segera selesai.


Mungkin juga ketika kita merayakan ulang tahun. Kita merasa usia kita semakin bertambah dan kita menuju ke titik akhir kehidupan ini. Oleh karena itu, pemazmur memberitahukan bahwa hidup kita ini sangat sementara.


Mazmur 39:5-7

5 "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!


6 Sungguh, hanya beberapa telempap saja Kautentukan umurku; bagi-Mu hidupku seperti sesuatu yang hampa. Ya, setiap manusia hanyalah kesia-siaan! Sela


7 Ia hanyalah bayangan yang berlalu! Ia hanya mempeributkan yang sia-sia dan menimbun, tetapi tidak tahu, siapa yang meraupnya nanti.


Raja Daud menyadari jika kita mengukur kehidupan kita hanya di dunia ini, maka setiap manusia hanyalah kesia-siaan yang hari ini ada dan besok tiada.


Raja Daud hendak mengingatkan bagaimana kita harus hidup di dunia ini karena hidup kita ada di hadapan Tuhan.


Mazmur 39:11-12

11 Hindarkanlah aku dari pada pukulan-Mu, aku remuk karena serangan tangan-Mu.


12 Engkau menghajar seseorang dengan hukuman karena kesalahannya, dan menghancurkan keelokannya sama seperti gegat; sesungguhnya, setiap manusia adalah kesia-siaan belaka. Sela


Pesan Firman Tuhan bagi kita

1. Mari kita menjadi seorang yang bijaksana, kita hidup memperkenankan Tuhan.


Sehingga hidup yang sementara dan bersifat terburu-buru menjadi hidup yang bernilai dan tidak ada kesia-siaan di dalamnya. Karena hidup ini pemberian Tuhan, hanya Tuhan yang bisa memberikan nilai yang abadi dalam kehidupan ini.


Raja Daud bertanya apa yang dapat ia lakukan? Ia hanya bisa berharap kepada Tuhan. Itu adalah hal yang bijaksana. Di tengah dunia yang hiruk-pikuk namun bersifat sementara, kita dipenuhi kesibukan, pekerjaan, dan pemikiran; tetapi, semua itu berlalu dengan cepat.


2. Mari isi hidup kita bersama dengan Tuhan, maka hidup kita yang sementara dan buru-buru ini, kita merasa bernilai di mata Tuhan.


Doakan dan renungkan


* "Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!


* Mari jalani setiap hari bersama Tuhan, sehingga hidup kita yang sementara dan cepat berlalu ini memiliki nilai yang kekal di hadapan-Nya.


Ingat: Sementara & Cepat Berlalu!