Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 23 Juli 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 35:1-28

Doa Minta Tolong Terhadap Musuh



Mazmur 35:1-28 Doa Minta Tolong Terhadap Musuh


1 Dari Daud. Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku, berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku!


2 Peganglah perisai dan utar-utar, bangunlah menolong aku,


3 cabutlah tombak dan kapak menghadapi orang-orang yang mengejar aku; katakanlah kepada jiwaku: "Akulah keselamatanmu!"


4 Biarlah mendapat malu dan kena noda, orang-orang yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan tersipu-sipu orang-orang yang merancang kecelakaanku!


5 Biarlah mereka seperti sekam dibawa angin, didorong Malaikat TUHAN;


6 biarlah jalan mereka gelap dan licin, dan Malaikat TUHAN mengejar mereka!


7 Karena tanpa alasan mereka memasang jaring terhadap aku, tanpa alasan mereka menggali pelubang untuk nyawaku.


8 Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak disangka-sangka, jerat yang dipasangnya, biarlah menangkap dia sendiri, biarlah ia jatuh dan musnah!


9 Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya;


10 segala tulangku berkata: "Ya, TUHAN, siapakah yang seperti Engkau, yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya, orang sengsara dan miskin dari tangan orang yang merampasi dia?"


11 Saksi-saksi yang gemar kekerasan bangkit berdiri, apa yang tidak kuketahui, itulah yang mereka tuntut dari padaku.


12 Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku.


13 Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku,


14 seolah-olah temanku atau saudarakulah yang sakit, demikianlah aku berlaku; seperti orang yang berkeluh kesah karena kematian ibu, demikianlah aku tunduk dengan pakaian kabung.


15 Tetapi ketika aku tersandung jatuh, bersukacitalah mereka dan berkerumun, berkerumun melawan aku; orang-orang asing yang tidak kukenal menista aku dengan tidak henti-hentinya;


16 dengan fasik mereka mengolok-olok terus, menggertakkan giginya terhadap aku.


17 Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja? Selamatkanlah jiwaku dari perusakan mereka, nyawaku dari singa-singa muda!


18 Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah yang besar, di tengah-tengah rakyat yang banyak aku mau memuji-muji Engkau.


19 Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab, atau mengedip-ngedipkan mata orang-orang yang membenci aku tanpa alasan.


20 Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri mereka merancangkan penipuan,


21 mereka membuka mulutnya lebar-lebar terhadap aku dan berkata: "Syukur, syukur, mata kami telah melihatnya!"


22 Engkau telah melihatnya, TUHAN, janganlah berdiam diri, ya Tuhan, janganlah jauh dari padaku!


23 Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku!


24 Hakimilah aku sesuai dengan keadilan-Mu, ya TUHAN Allahku, supaya mereka jangan bersukacita atasku!


25 Janganlah mereka berkata dalam hatinya: "Syukur, itulah keinginan kami!" Dan janganlah mereka berkata: "Kami telah menelannya!"


26 Biarlah bersama-sama mendapat malu dan tersipu-sipu orang-orang yang bersukacita atas kemalanganku; biarlah berpakaian malu dan noda orang-orang yang membesarkan dirinya terhadap aku!


27 Biarlah bersorak-sorai dan bersukacita orang-orang yang ingin melihat aku dibenarkan! Biarlah mereka tetap berkata: "TUHAN itu besar, Dia menginginkan keselamatan hamba-Nya!"


28 Dan lidahku akan menyebut-nyebut keadilan-Mu, memuji-muji Engkau sepanjang hari.



Sebagai orang percaya, pasti Saudara pernah mendengar pengajaran firman Tuhan yang menyatakan, bahwa orang percaya harus belajar bersyukur dalam segala keadaan dan dalam segala situasi.


Kata “segala” di sini, artinya bukan hanya pada saat hidup kita sejahtera, hidup kita lancar-lancar, dan orang-orang berbuat baik kepada kita.


Tetapi, kita pun harus belajar bersyukur pada masa-masa sulit, masa-masa sukar, masa-masa kita menderita, saat kita sakit, atau mungkin saat orang berbuat hal yang tidak fair dalam hidup kita.


Pertanyaannya adalah, apakah saya harus bersyukur terhadap penderitaan? Apakah orang percaya itu, seperti orang yang sakit jiwanya sehingga suka dengan penderitaan?


Saya percaya, firman Tuhan tidak mengajar kita seperti itu. Dari pembacaan Mazmur 35, inilah yang dialami oleh pemazmur.


Mazmur 35: 12, 15

12 Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku.


15 Tetapi ketika aku tersandung jatuh, bersukacitalah mereka dan berkerumun, berkerumun melawan aku; orang-orang asing yang tidak kukenal menista aku dengan tidak henti-hentinya;


Berbeda dengan yang dikatakan di ayat 13 dan 14a.


Mazmur 35: 13, 14a

13 Tetapi aku, ketika mereka sakit, aku memakai pakaian kabung; aku menyiksa diriku dengan berpuasa, dan doaku kembali timbul dalam dadaku,


14a seolah-olah temanku atau saudarakulah yang sakit, demikianlah aku berlaku;


Mengenaskan, bukan? Sungguh kontras yang luar biasa, membandingkan antara bagaimana sikap pemazmur kepada orang lain, dan bagaimana sikap mereka kepada pemazmur.


Itu artinya pemazmur mengalami penderitaan dua kali lipat.


Apakah pemazmur bersyukur untuk penderitaan itu? Bagaimana sikap pemazmur ketika melalui penderitaan itu? Apa yang membuat dia bisa bersyukur dan bersukacita?


Mazmur 35:9

9 Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya;


Sorak-sorak pemazmur itu karena Tuhan. Bukan karena situasi dan kondisi. Lalu dikatakan kembali: aku girang karena keselamatan dari pada-Nya.


Pemazmur tidak bergembira karena penderitaan, dan pemazmur juga bukan orang yang mencari penderitaaan. Tetapi, yang membuat dia gembira adalah karena keselamatan dari Tuhan.


Artinya, keselamatan itu adalah kelepasan yang Tuhan berikan kepadanya.


Kita sebagai orang percaya dianjurkan dan diajarkan untuk mengucap syukur dalam segala keadaan. Dalam arti, karena kita punya Tuhan.


Tuhan yang berkuasa dan mau berbuat baik kepada kita. Dan kita percaya, keselamatan itu datang dari Tuhan.


Ketika kita mengenal Tuhan yang seperti ini, kita menjadi orang yang selalu bersyukur. Bukan bersyukur karena penderitaan. Tetapi, bersyukur karena Tuhan baik.


Bersyukur, karena kita percaya, keselamatan itu datang dari Tuhan. Atau dengan bahasa lain, Tuhanlah yang memberikan kita kelepasan dan kemenangan.


Spirit yang sama disampaikan oleh nabi Habakuk.


Habakuk 3:17 Doa Nabi Habakuk

17 Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang,


Jika dikatakan dalam bahasa sehari-harinya menjadi: benar-benar sial hidup saya. Tetapi perhatikan, apakah betul, dia berkata, dia sial? Tidak. Ini dikatakan di ayat 18.


Habakuk 3:18 Doa Nabi Habakuk

18 namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.


Pohon anggur, pohon zaitun, ladang, kambing, domba tidak menyelamatkan. Tetapi, Tuhanlah yang menyelamatkan kita. Tuhanlah yang melepaskan kita.


Orang percaya tidak steril dari badai kehidupan. Tetapi, sukacita kita adalah karena Tuhan. Dia baik dan Dia pasti melepaskan kita.


Doakan dan renungkan


* Mereka membalas kebaikanku dengan kejahatan; perasaan bulus mencekam aku.


* Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya.


Tuhan lah alasan ku bergirang