Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Jumat, 17 Juli 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 29: 1-11

Kebesaran Allah dalam badai


Mazmur 29: 1-11


1 Mazmur Daud. Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, kepada TUHAN sajalah kemuliaan dan kekuatan!


2 Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan!


3 Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.


4 Suara TUHAN penuh kekuatan, suara TUHAN penuh semarak.


5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.


6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.


7 Suara TUHAN menyemburkan nyala api.


8 Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar, TUHAN membuat padang gurun Kadesh gemetar.


9 Suara TUHAN membuat beranak rusa betina yang mengandung, bahkan, hutan digundulinya; dan di dalam bait-Nya setiap orang berseru: "Hormat!"


10 TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.


11 TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!


Kehidupan orang percaya memiliki satu tujuan yang jelas, yaitu segala sesuatu adalah bagi kemuliaan Tuhan, atau yang kita kenal denganSoli Deo Gloria.


Pertanyaannya bagi kita yang mengerti bahwa hidup kita adalah bagi kemuliaan Tuhan, apakah panggilan ini menjadi beban bagi kita?


Atau panggilan ini menjadi sesuatu yang memberikan semangat dalam hidup kita?


Panggilan ini memberitahukan bahwa kita menerima hak istimewa. Kita orang-orang yang terbatas, tetapi Tuhan mempunyai maksud dan tujuan agar hidupmu dan hidupku ituSoli Deo Gloria.


Kalau kita merasa itu beban, maka sikap kita dalam menghidupi iman kita itu berbeda.


Jikalau kita menganggap atau memahamiSoli Deo Gloriaitu adalah sebuah privilege bagi kita, Mazmur ini mengonfirmasi kepada kita bahwa hidup yang memuliakan Tuhan adalah sebuah hak istimewa dan sebuah kehormatan bagi kita.


Bagaimana pemazmur menyampaikan hal ini? Pemazmur berbicara tentang suara Tuhan, dan Ia menyebut kata "suara Tuhan" tujuh kali.


Pada umumnya dalam Alkitab, angka tujuh itu angka sempurna. Seakan-akan pemazmur berkata bahwa suara Tuhan yang disampaikan itu sempurna adanya.


Menarik, pemazmur tidak berkata "Tuhan", tetapi pemazmur berkata "suara Tuhan". Di sini kita belajar satu hal, bahwa suara Tuhan tidak dapat dipisahkan dengan Tuhan itu sendiri.


Suara Tuhan adalah Tuhan itu sendiri. Bagaimana pemazmur mau berbicara tentang suara Tuhan ini?


Mazmur 29 : 3


Suara TUHAN di atas air, Allah yang mulia mengguntur, TUHAN di atas air yang besar.


Pemazmur memberikan gambaran yang sangat luar biasa. Ia berkata bahwa suara Tuhan itu di atas air.


Dunia ini mayoritas diisi oleh air. Suara Tuhan itu di atas air. Artinya, di atas dunia yang begitu besar, suara Tuhan melampaui semuanya itu.


Bukan itu saja. Pemazmur juga berkata satu kalimat yang sangat luar biasa.


Mazmur 29 : 5-6


5 Suara TUHAN mematahkan pohon aras, bahkan, TUHAN menumbangkan pohon aras Libanon.


6 Ia membuat gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon seperti anak banteng.


Hari ini mungkin kita tidak terlalu paham mengenai pohon aras Libanon dan Gunung Libanon.


Pohon aras adalah pohon yang sangat kuat. Tetapi perhatikan baik-baik, suara Tuhan mematahkan pohon aras itu.


Ia membuat Gunung Libanon yang dahsyat itu seperti anak lembu yang bergoncang melompat-lompat.


Bahkan digambarkan kembali di dalam Firman Tuhan ini, dikatakan bahwa Padang Gurun Kadesh, ketika mendengar suara Tuhan, padang gurun yang dahsyat dan mengerikan itu gemetar.


Apa yang mau digambarkan oleh pemazmur? Siapakah kita sehingga Tuhan mau mempercayakan kemuliaan-Nya bagi kita?


Kita orang-orang yang lemah, dan terbatas. Kita sering kali salah di dalam mengambil keputusan dan berpikir.


Tetapi Tuhan memanggil kita menghidupi hidup yang menyatakan kemuliaan Tuhan yang begitu dahsyat. Bukankah ini adalah kehormatan?


Tuhan melampaui air yang besar, melampaui pohon aras, bahkan Gunung Libanon. Tuhan melampaui Padang Gurun Kadesh yang dahsyat dan mematikan itu.


Dia adalah Tuhan yang mengasihi kita, yang mati di salib bagi dosa-dosa kita.


Tuhan itu adalah Tuhan yang memanggil kita untuk memuliakan-Nya.


Mari dengan sukacita, mari dengan satu spirit, dengan satu motivasi yang dikuatkan, mari kita hidup memuliakan Tuhan, karena itu adalah kehormatan bagi kita sebagai orang percaya.


Doakan dan renungkan


* Kuasa Tuhan mengguntur di atas air, meremukkan pohon aras Libanon yang perkasa, mengguncangkan Gunung Libanon, bahkan menguasai Padang Gurun Kadesh yang menggentarkan.


* Tuhan yang begitu dahsyat dan mulia itu justru memanggil kita—manusia yang lemah dan terbatas—untuk menjadi alat menyatakan kemuliaan-Nya.


Yang Mulia Memanggil-ku