Login

Daftar

All Episode

Audio Stream

Podcast
Lagu Indonesia
Podcast
Lagu Mandarin

00 : 00 : 00

Back

TAG Renungan Harian GKY Mangga Besar - Kamis, 16 Juli 2026

Tuhan Adalah Gembalaku

Mazmur 28:1-9

Tuhan, Perisaiku


Hari ini kita akan merenungkan satu bagian firman Tuhan, yang memberkati kehidupan kita, dari kitab Mazmur 28.


Mazmur 28:1-9 Tuhan, Perisaiku


1 Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.


2 Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.


3 Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh kejahatan.


4 Ganjarilah mereka menurut perbuatan mereka dan menurut kelakuan mereka yang jahat; ganjarilah mereka setimpal dengan perbuatan tangan mereka, balaslah kepada mereka apa yang mereka lakukan.


5 Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN dan perbuatan tangan-Nya; Ia akan menjatuhkan mereka dan tidak membangunkan mereka lagi.


6 Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.


7 TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.


8 TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!


9 Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.



Pemazmur mengalami suatu pengalaman, yang mungkin kita harus angkat, supaya kita mengerti, bagaimana sebenarnya kehidupan tokoh-tokoh Alkitab di dalam Perjanjian Lama.


Pengalaman seperti apa? Demikian Mazmur Daud ayat 1:


Mazmur 28:1

Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang yang turun ke dalam liang kubur.


Yang saya garisbawahi adalahEngkau tetap membisu terhadap aku.


Sering kali kita berpikir, bahwa tokoh-rokoh Perjanjian Lama selalu mendengar suara Tuhan. Maksud suara Tuhan ini adalah:voice. Suara Tuhan berbicara kepada mereka denganvoice itu.


Jika kita baca bagian ini, ternyata tidak selalu. Memang ada bagian-bagian tertentu, Tuhan berbicara secara voice. Tetapi di bagian ini, ternyata Tuhan tidak selalu berbicara secara voice.


Di pasal ini, Daud berkata: Jika Engkau tetap membisu terhadap aku...


Inilah yang dialami oleh pemazmur, yaitu raja Daud. Kenapa raja Daud? Bukankah raja Daud dipuji oleh Tuhan, sebagai orang yang hatinya melekat kepada Tuhan?


Sepatutnyalah orang yang hatinya melekat kepada Tuhan, akan sering mendengar suara Tuhan, bukan? Ternyata tidak.


Berapa banyak hari ini, orang-orang percaya mengharapkan Tuhan berbicara langsung kepadanya melalui voice?


Semua ini terjadi karena banyak orang percaya berpikir, tokoh-tokoh iman Perjanjian Lama selalu mendengar suara Tuhan secara voice.


Dari pernyataan Mazmur ini ditegaskan. Seorang raja Daud yang hatinya melekat kepada Tuhan, dia berkata, “Jikalau Tuhan membisu…”.


Meskipun raja Daud tidak mendengar suara Tuhan (voice), Tuhan tetap mendengar doanya.


Di ayat 6, dikatakan: Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.


Meskipun raja Daud tidak mendengar suara Tuhan langsung (voice), tidak berarti Tuhan tidak hadir dalam seru doanya, dan tidak berarti Tuhan tidak peduli kepada pergumulan raja Daud.


Meskipun ketika kita berdoa, kita tidak mendengar suara Tuhan (voice). Percayalah, pengalaman raja Daud tidak mendengar suara Tuhan langsung, tetapi Tuhan mendengar suara raja Daud langsung.


Dan raja Daud mengalami Tuhan yang hidup, meskipun dia tidak mendengar suara Tuhan langsung.


Di manakah atau bagaimanakah raja Daud memiliki iman seperti itu? Tidak lain, tidak bukan, karena ada firman Tuhan yang tertulis, yang menjadi dasar bagi iman raja Daud.


Apa itu iman yang tertulis atau firman yang tertulis itu? Tulisan dalam Perjanjian Lama.

Tulisan Musa dalam taurat-nya. Itu yang membuat Daud memiliki iman kepada Tuhan.


Hari ini kita tidak lagi mendengar suara Tuhan langsung, yang artinya voice. Tapi kita memiliki Alkitab.


Apakah itu Alkitab? Alkitab adalah firman Allah, dan kita tahu, Allah membuat perjanjian dengan orang percaya.


Raja Daud yakin kepada Tuhan, meskipun dia tidak mendengar suaranya, karena Tuhan ada perjanjian dengan raja Daud.


Pesan firman Tuhan bagi kita:


1. Ketika kita berdoa di dalam pergumulan, meskipun kita tidak mendengar voice dari Tuhan. Suara kita, Tuhan dengar. Dia peduli.


2. Dasarkan iman kita kepada perjanjian Tuhan yang tertulis di dalam Alkitab, yaitu di dalam Yesus Kristus. Itu cukup bagi kekuatan iman.


Doakan dan renungkan


* Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN,…aku berseru, janganlah berdiam diri terhadap aku,… tetap membisu terhadap aku,…


* Ketika kita berdoa di dalam pergumulan, meskipun kita tidak mendengar suara Tuhan. Percayalah suara/doa kita, Tuhan dengar dan Dia peduli.


Dalam diam, Ia mendengar dan peduli