Audio Stream
00 : 00 : 00

Tuhan Adalah Gembalaku
Mazmur 26:1-12
Doa Mohon Dibenarkan Oleh Tuhan.
Saudara, betapa penting siapakah kita dibanding apa yang kita perbuat, karena siapakah kita menentukan juga apa yang kita perbuat, tapi perbuatan kita tidak selalu menunjukkan siapakah kita, dan di hadapan Tuhan.
Tuhan bukan saja lihat perbuatan saudara, tetapi Tuhan juga lihat siapakah saudara.
Mazmur 26:1-12
26:1 Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
26:4 Aku tidak duduk dengan penipu, dan dengan orang munafik aku tidak bergaul;
26:5 aku benci kepada perkumpulan orang yang berbuat jahat, dan dengan orang fasik aku tidak duduk.
26:6 Aku membasuh tanganku tanda tak bersalah, lalu berjalan mengelilingi mezbah-Mu, ya TUHAN,
26:7 sambil memperdengarkan nyanyian syukur dengan nyaring, dan menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib.
26:8 TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.
26:9 Janganlah mencabut nyawaku bersama-sama orang berdosa, atau hidupku bersama-sama orang penumpah darah,
26:10 yang pada tangannya melekat perbuatan mesum, dan yang tangan kanannya menerima suapan.
26:11 Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.
26:12 Kakiku berdiri di tanah yang rata; aku mau memuji TUHAN dalam jemaah.
Salah satu ciri yang mutlak dari orang yang hidup takut akan Tuhan adalah ia hidup di dalam ketulusan.
Ketulusan dapat diartikan sebagai memiliki hidup yang berintegritas, artinya apa yang di dalam itulah yang di luar, apa yang di luar itulah yang di dalam dia.
Nah, seringkali baca Alkitab adalah ciri-ciri orang yang mencoba hidup sebagai orang beragama, maka di Alkitab seringkali menampakkan orang-orang yang ingin kelihatan beragama mereka terjebak kepada yang disebut dengan kemunafikan.
Saudara, kita termasuk orang-orang yang bisa terjebak menjadi orang yang munafik, jikalau kita tidak berjaga-jaga untuk hal itu.
Orang yang munafik tentunya tidak pernah berkenan kepada Tuhan dan tentu kemunafikan itu bertolak belakang dengan ketulusan.
Mazmur 26:1
26:1 Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN,sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
Mazmur 26:11
26:11Tetapi aku ini hidup dalam ketulusan; bebaskanlah aku dan kasihanilah aku.
Saudara, Mazmur 26 sangat menarik sekali, diawali dengan kata ketulusan, namun juga diakhiri dengan kata yang sama. Jadi, kata ketulusan ini menjadi kunci dari Mazmur 26.
Saudara Raja Daud mengusahakan menjadi orang yang tulus. Orang yang tulus itu artinya, seorang yang transparan di hadapan Tuhan.
Dari mana kita tahu? Dikatakan pada ayat ke 2.
Mazmur 26:2
26:2 Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.
Saudara kita seringkali merasa diri kita pintar, kita bisa menutupi hal-hal yang Tuhan tidak boleh tahu padahal Tuhan tahu semua. Kita bukan saja tidak tulus dengan orang lain, kita pun dalam doa kita tidak tulus.
Di zaman yang bengkok ini menjadi orang yang tulus tidak gampang ada banyak tantangan, ketulusan hati seringkali tidak selalu berbuahkan yang baik dalam kehidupan kita,
mungkin saja karena ketulusan kita bisa mengalami penderitaan, lalu bagaimana kita dapat menjaga ketulusan kita di dalam hidup kita setiap hari? Salah satu kuncinya di
Mazmur 26:3
26:3 Sebab mataku tertuju pada kasih setia-Mu, dan aku hidup dalam kebenaran-Mu.
Bagaimana kita menjadi orang yang tulus? Satu kunci rahasianya adalah ketika mata kita dalam hidup kita sehari-hari selalu tertuju kepada kasih setia Tuhan.
Kita tidak lagi hidup dalam ketakutan, takut dihakimi, takut dihukum, tapi kita mengenal kasih karunia Tuhan di dalam Kristus, kasih karunia dan kasih setia Tuhan yang menerima kita tanpa syarat.
Ketika kita selalu memandang kepada kasih setia Tuhan, maka kita didorong menjadi orang yang tulus di hadapan Tuhan.
Kita menjadi orang yang mau mengandalkan Tuhan, bukan membenarkan diri di hadapan Tuhan.
Yesus berkata, "Dia mencari bukan orang yang benar tetapi orang berdosa." itu kasih karunia.
Ketika kita selalu memandang kepada kasih setia Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan transparan kepada Tuhan dan kita apa adanya di hadapan Tuhan.
Kasih karunia atau kasih setia Tuhan memberikan kita satu dorongan supaya kita hidup tidak berpura-pura, kita mengakui apa adanya di hadapan Tuhan, dan itu dorongan bagi kita untuk lebih mengasihi Tuhan.
Kita tahu “The power of love” Kasih itu punya kuasa dan kekuatan besar untuk kita hidup bagi Tuhan.
Selain pemazmur menunjukkan matanya kepada kasih setia Tuhan sehingga dia hidup dalam kebenaran Tuhan, dia juga seorang yang tidak mau bergaul atau berkomunitas dengan orang-orang penipu.
Pergaulan sangat mempengaruhi kita jikalau kita hidup bergaul dengan orang-orang yang munafik kita lama-lama akan menjadi orang-orang seperti itu,
bukan berarti kita tidak mau berkenalan dengan orang-orang lain, tetapi hubungan yang lebih dalam lagi yaitu kita berkomunitas dengan orang-orang yang seperti ini.
1 Korintus 15:33b
26:3 Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Integritas kita sangat dipengaruhi oleh seberapa dalam kita bergaul dan berkomunitas di dalam hidup kita, karena pergaulan kita sangat mempengaruhi kita.
Mengapa? Karena di dalam pergaulan yang sangat erat, kita juga menerima nasihat-nasehat. dan kita jangan selalu berkata, "Saya sanggup bertahan."
Tidak, apa yang masuk ke telinga kita itu terekam dalam pikiran kita. Jikalau sering-sering kita mendengar perkara-perkara itu, lama-lama ter pola di dalam pikiran kita.
1. Mari kita menjaga ketulusan hati kita, kita harus cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Tuhan menghargai ketulusan hidup kita, sebagaimana Raja Daud, dia seorang yang tulus. Ketika dia berdosa, dia tidak berkelit, tapi dia mengakui dosanya dan dia bertobat.
2. Mari jadilah orang Kristen yang berintegritas, yang tulus, sebagai ekspresi kita menghormati dan mengasihi Tuhan.
Doakan dan renungkan
* Dari Daud. Berilah keadilan kepadaku, ya TUHAN, sebab aku telah hidup dalam ketulusan; kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.
* Tuhan menghargai ketulusan hati, sebagaimana Raja Daud, dia seorang yang tulus. Ketika berdosa, dia tidak berkelit, dia mengakui dosanya dan bertobat.
Hidup dalam ketulusan